alexametrics
25.3 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Mendekati Lebaran, Pengrajin Kue di Pati Banjir Pesanan

PATI – Pengrajin kue kering mendekati Hari Raya Idulfitri 1443 H/2022 M dibanjir pesanan. Dalam sepekan bisa mencapai 1 kwintal kue dipesan. Naik 40 kali lipat sebelum Ramadan.

Salah satu pengrajin kue kering Sri Mulyani terlihat mengolah adonan kue kering. Wanita asal Desa Purworejo, Margoyoso mencetak adonan kue tersebut menjadi potongan-potongan kecil. Itu menggunakan semacam alat potong kue elektronik.

Dia dibantu warga sekitar untuk membungkus kue kering itu. Kisaran 5-8 emak-emak membungkus kue itu kedalam kemasan plastik.


”Pesanan kue kering kali ini berkali-kali lipat. Sebelum mamasuki Ramadan, pesanan hanya 1 kwintal kue pastel dan bolu dalam sebulan,” katanya.

Biasanya dia mengirim hasil produknya ke toko-toko grosir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pati hingga ke luar kota. Misalnya, di Kecamatan Tayu, Pati Kota, Kabupaten Kudus, Purwodadi hingga Semarang.

Ternyata, memasuki ramadan, pesanan kue milik Sri naik hingga 40 kali lipat. Dalam sepekan, pesanan mencapai 1 ton kue. Padahal sebelumnya, 1 kwintal kue itu dalam kurun waktu sebulan.

”Saat ini alhamdulillah ada kenaikan pesanan berlipat. Awalnya sebulan 1 kwintal barang, sekarang alhamdulillah 1 ton lebih selama sepekan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tips Ampuh Mengurangi Kecelakaan, Lakukan Safety Riding Ala Yamaha

Dari hasil kenaikan pesanan itu, omzet toko Sri naik juga. Awalnya omzet hanya sekitar Rp 1 juta per bulan. Saat ini bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan.

Kenaikan pesanan ini, membuatnya kewalahan. Akhirnya, karyawannya juga ditambah. Dari tiga orang saat ini menjadi 12 karyawan.

”Dulu sebelum Ramadan tiga orang sekarang 12 orang karyawan. Soalnya, saya kebanjiran pesanan kue kering. Sehingga butuh tambahan orang,” terangnya.

Hal sama juga dirasakan, Rahayu. Pemilik Toko Bolu Bawi ini juga mengalami kenaikan pesanan. Dulunya pesanan kue hanya 500 toples. Kali ini 5.000 toples. Best seller-nya (kue isi nanas, Red) sepekan pertama Ramadan tahun ini seribu toples telah ludes terjual.

”Sehari mampu memproduksi kue kering antara 150 sampai dengan 200 toples. Saya dibantu 12 pekerja. Ramadan ini tambah tiga karyawan lagi lantaran banyak pesanan,” paparnya. (adr/him)

 






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pengrajin kue kering mendekati Hari Raya Idulfitri 1443 H/2022 M dibanjir pesanan. Dalam sepekan bisa mencapai 1 kwintal kue dipesan. Naik 40 kali lipat sebelum Ramadan.

Salah satu pengrajin kue kering Sri Mulyani terlihat mengolah adonan kue kering. Wanita asal Desa Purworejo, Margoyoso mencetak adonan kue tersebut menjadi potongan-potongan kecil. Itu menggunakan semacam alat potong kue elektronik.

Dia dibantu warga sekitar untuk membungkus kue kering itu. Kisaran 5-8 emak-emak membungkus kue itu kedalam kemasan plastik.

”Pesanan kue kering kali ini berkali-kali lipat. Sebelum mamasuki Ramadan, pesanan hanya 1 kwintal kue pastel dan bolu dalam sebulan,” katanya.

Biasanya dia mengirim hasil produknya ke toko-toko grosir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pati hingga ke luar kota. Misalnya, di Kecamatan Tayu, Pati Kota, Kabupaten Kudus, Purwodadi hingga Semarang.

Ternyata, memasuki ramadan, pesanan kue milik Sri naik hingga 40 kali lipat. Dalam sepekan, pesanan mencapai 1 ton kue. Padahal sebelumnya, 1 kwintal kue itu dalam kurun waktu sebulan.

”Saat ini alhamdulillah ada kenaikan pesanan berlipat. Awalnya sebulan 1 kwintal barang, sekarang alhamdulillah 1 ton lebih selama sepekan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Cegah Konflik, Peserta Pilkades Antar Waktu Pati Teken Deklarasi Damai

Dari hasil kenaikan pesanan itu, omzet toko Sri naik juga. Awalnya omzet hanya sekitar Rp 1 juta per bulan. Saat ini bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan.

Kenaikan pesanan ini, membuatnya kewalahan. Akhirnya, karyawannya juga ditambah. Dari tiga orang saat ini menjadi 12 karyawan.

”Dulu sebelum Ramadan tiga orang sekarang 12 orang karyawan. Soalnya, saya kebanjiran pesanan kue kering. Sehingga butuh tambahan orang,” terangnya.

Hal sama juga dirasakan, Rahayu. Pemilik Toko Bolu Bawi ini juga mengalami kenaikan pesanan. Dulunya pesanan kue hanya 500 toples. Kali ini 5.000 toples. Best seller-nya (kue isi nanas, Red) sepekan pertama Ramadan tahun ini seribu toples telah ludes terjual.

”Sehari mampu memproduksi kue kering antara 150 sampai dengan 200 toples. Saya dibantu 12 pekerja. Ramadan ini tambah tiga karyawan lagi lantaran banyak pesanan,” paparnya. (adr/him)

 






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/