alexametrics
25.1 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

Rumah BUMN Semen Gresik Benchmarking ke RB Jogjakarta

REMBANG – PT Semen Gresik (PTSG) bersama Rumah BUMN (RB) Rembang memfasilitasi 10 finalis terbaik program UMKM Kokoh angkatan I tahun 2021 untuk melakukan benchmarking atau kaji banding ke UMKM Djoen Leather dan Rumah BUMN DI Jogjakarta. Djoen Leather adalah brand terkenal yang produksinya berupa ribuan kerajinan kulit sudah merambah pasar Korea dan India.

Agenda tersebut bertujuan sharing tata kelola manajemen bisnis UMKM. Mulai proses produksi, packaging, penerapan teknologi, hingga pemasaran produk berkualitas ekspor. Selain itu, menyerap best practice sebagai pembelajaran meraih sukses usaha UMKM.

CEO Rumah BUMN (RB) Rembang Yeni Indah Lestari menandaskan, bencmarking adalah bagian terakhir dari program UMKM Kokoh RB Rembang 2021. Kegiatan itu dimulai dari kurasi UMKM. Terpilih 10 top UMKM untuk menjalani bootcamp (program pelatihan) hingga awarding yang memilih tiga juara.


”Ke-10 finalis yang mendapatkan privilege RB Rembang. Kami beri kesempatan melaksanakan benchmarking. Harapannya mereka terinspirasi, termotivasi, dan meluaskan jejaring, sehingga bisa menebar manfaat bagi pelaku UMKM lain,” kata Yeni kemarin.

KAJI BANDING: Salah seorang finalis UMKM Kokoh dari Rumah BUMN Rembang mengamati produk UMKM binaan Rumah BUMN Jogja. (PT SG FOR RADAR KUDUS)

Yeni menuturkan, pada benchmarking kali ini fasilitator RB Rembang juga memperoleh banyak inspirasi dan referensi dari RB Jogjakarta. Khususnya bagaimana strategi mengelola UMKM binaan dan mewujudkan RB sebagai co-working space guna membangun ekosistem di bidang ekonomi kreatif.

Baca Juga :  Tindaklanjuti Surat Edaran, PTM di Rembang kembali Digelar 100 Persen

Pada kesempatan tersebut, pengelola RB Jogyakarta mengapresiasi dan ingin belajar terkait akselerasi yang luar biasa dari RB Rembang. Khususnya jurus penjualan produk yang menembus angka Rp 1,1 miliar lebih dalam setahun.

Ke-10 finalis UMKM Kokoh yang melakukan studi banding tersebut, Vera Damayanti (UMKM Kopi Cangkir), Ummi Salamah (Akar Jawi), Sunyoto (Dua Ikan), Erlina Restu W (Mina Food), Siti Suwaidah (Falin Fashion), Hasan Busaery (Kopi Lelet Madany), Bhekti Meirina (Bhekti Art), Saroni (Orselo), Hadi Winarto (Gunung Kendil), dan Widya Wijaya (Keriyes).

Juara I UMKM Kokoh Ummi Salamah mengaku sangat terkesan dengan kegiatan bencmarking. Selain mengeksplorasi ide-ide lewat kegiatan dan mengasah kreativitas melalui FGD dan outbond. Dari agenda ini, dia bisa belajar ketika berkunjung ke industri yang sudah go global.

”Di sana kami menimba ilmu tentang manajemen produksi sampai dengan adminstrasi. Nantinya semua pengalaman itu, kami aplikasikan ke usaha kami dan ke depan semoga bisa go international seperti mereka,” harap Ummi. (lin)

REMBANG – PT Semen Gresik (PTSG) bersama Rumah BUMN (RB) Rembang memfasilitasi 10 finalis terbaik program UMKM Kokoh angkatan I tahun 2021 untuk melakukan benchmarking atau kaji banding ke UMKM Djoen Leather dan Rumah BUMN DI Jogjakarta. Djoen Leather adalah brand terkenal yang produksinya berupa ribuan kerajinan kulit sudah merambah pasar Korea dan India.

Agenda tersebut bertujuan sharing tata kelola manajemen bisnis UMKM. Mulai proses produksi, packaging, penerapan teknologi, hingga pemasaran produk berkualitas ekspor. Selain itu, menyerap best practice sebagai pembelajaran meraih sukses usaha UMKM.

CEO Rumah BUMN (RB) Rembang Yeni Indah Lestari menandaskan, bencmarking adalah bagian terakhir dari program UMKM Kokoh RB Rembang 2021. Kegiatan itu dimulai dari kurasi UMKM. Terpilih 10 top UMKM untuk menjalani bootcamp (program pelatihan) hingga awarding yang memilih tiga juara.

”Ke-10 finalis yang mendapatkan privilege RB Rembang. Kami beri kesempatan melaksanakan benchmarking. Harapannya mereka terinspirasi, termotivasi, dan meluaskan jejaring, sehingga bisa menebar manfaat bagi pelaku UMKM lain,” kata Yeni kemarin.

KAJI BANDING: Salah seorang finalis UMKM Kokoh dari Rumah BUMN Rembang mengamati produk UMKM binaan Rumah BUMN Jogja. (PT SG FOR RADAR KUDUS)

Yeni menuturkan, pada benchmarking kali ini fasilitator RB Rembang juga memperoleh banyak inspirasi dan referensi dari RB Jogjakarta. Khususnya bagaimana strategi mengelola UMKM binaan dan mewujudkan RB sebagai co-working space guna membangun ekosistem di bidang ekonomi kreatif.

Baca Juga :  Semen Gresik Tutup 2021 dengan Berbagai Prestasi Gemilang

Pada kesempatan tersebut, pengelola RB Jogyakarta mengapresiasi dan ingin belajar terkait akselerasi yang luar biasa dari RB Rembang. Khususnya jurus penjualan produk yang menembus angka Rp 1,1 miliar lebih dalam setahun.

Ke-10 finalis UMKM Kokoh yang melakukan studi banding tersebut, Vera Damayanti (UMKM Kopi Cangkir), Ummi Salamah (Akar Jawi), Sunyoto (Dua Ikan), Erlina Restu W (Mina Food), Siti Suwaidah (Falin Fashion), Hasan Busaery (Kopi Lelet Madany), Bhekti Meirina (Bhekti Art), Saroni (Orselo), Hadi Winarto (Gunung Kendil), dan Widya Wijaya (Keriyes).

Juara I UMKM Kokoh Ummi Salamah mengaku sangat terkesan dengan kegiatan bencmarking. Selain mengeksplorasi ide-ide lewat kegiatan dan mengasah kreativitas melalui FGD dan outbond. Dari agenda ini, dia bisa belajar ketika berkunjung ke industri yang sudah go global.

”Di sana kami menimba ilmu tentang manajemen produksi sampai dengan adminstrasi. Nantinya semua pengalaman itu, kami aplikasikan ke usaha kami dan ke depan semoga bisa go international seperti mereka,” harap Ummi. (lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/