alexametrics
25 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Dinas Respon Soal Kelangkaan Minyak Goreng Curah di Pati

PATI – Paska penetapan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah oleh pemerintah pusat, minyak goreng curah di Pati mengalami kelangkaan. Pasalnya, distributor minyak goreng curah masih mengalami kekosongan stok.

Harga penetapan minyak goreng itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Sawit. Permendag tersebut mematok HET minyak goreng curah seharga Rp 14.000 per liter hingga Rp 15.500 per Kilogram (Kg).

Salah satu distributor minyak goreng curah di Pati Juli Murtadlo mengatakan, stok minyak goreng curah di tempatnya kosong. Soalnya, minyak yang diambil dari luar Pati belum lancar.


Kosongnya minyak goreng curah itu, sejak pekan lalu. Selain terhambatnya pasokan minyak dari luar Pati, tak sedikit penjual makanan maupun pedagang pasar yang menyerbu tokonya untuk membeli minyak goreng.

”Harga minyak goreng curah Rp 15.500 per kg. Saat ini, di tempat saya minyak goreng curah masih kosong,” ujar pemilik CV Kaffah Barokah itu.

Baca Juga :  YRFI Yogyakarta Sukses Gelar Musyawarah Provinsi Ke-3

Di sisi lain, untuk minyak goreng kemasan di tokonya masih ada. Harganya mulai Rp 22.000 untuk kemasan 1 liter hinga Rp 48.000 untuk minyak 2 liter. Itu pun tergantung merk.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati Hadi Santosa mengatakan, minyak goreng kemasan sudah banyak di pasaran. Akan tetapi, minyak goreng curah masih terhambat. ”Dalam pemantauan kami, stok dari distributor belum lancar. Sehingga, minyak goreng curah masih belum lancar. Kami tiap hari melaporkan data stok minyak goreng ke Pemprov Jateng,” tandasnya.

Sementara terjadi kelangkaan minyak goreng curah, pihaknya hanya sebatas memantau perkembangan stok minyak goreng. Tidak ada penanganan intensif. ”Kami hanya sebatas pemantauan minyak goreng. Soalnya, kewenangan kami terbatas,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Paska penetapan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah oleh pemerintah pusat, minyak goreng curah di Pati mengalami kelangkaan. Pasalnya, distributor minyak goreng curah masih mengalami kekosongan stok.

Harga penetapan minyak goreng itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Sawit. Permendag tersebut mematok HET minyak goreng curah seharga Rp 14.000 per liter hingga Rp 15.500 per Kilogram (Kg).

Salah satu distributor minyak goreng curah di Pati Juli Murtadlo mengatakan, stok minyak goreng curah di tempatnya kosong. Soalnya, minyak yang diambil dari luar Pati belum lancar.

Kosongnya minyak goreng curah itu, sejak pekan lalu. Selain terhambatnya pasokan minyak dari luar Pati, tak sedikit penjual makanan maupun pedagang pasar yang menyerbu tokonya untuk membeli minyak goreng.

”Harga minyak goreng curah Rp 15.500 per kg. Saat ini, di tempat saya minyak goreng curah masih kosong,” ujar pemilik CV Kaffah Barokah itu.

Baca Juga :  YRFI Yogyakarta Sukses Gelar Musyawarah Provinsi Ke-3

Di sisi lain, untuk minyak goreng kemasan di tokonya masih ada. Harganya mulai Rp 22.000 untuk kemasan 1 liter hinga Rp 48.000 untuk minyak 2 liter. Itu pun tergantung merk.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati Hadi Santosa mengatakan, minyak goreng kemasan sudah banyak di pasaran. Akan tetapi, minyak goreng curah masih terhambat. ”Dalam pemantauan kami, stok dari distributor belum lancar. Sehingga, minyak goreng curah masih belum lancar. Kami tiap hari melaporkan data stok minyak goreng ke Pemprov Jateng,” tandasnya.

Sementara terjadi kelangkaan minyak goreng curah, pihaknya hanya sebatas memantau perkembangan stok minyak goreng. Tidak ada penanganan intensif. ”Kami hanya sebatas pemantauan minyak goreng. Soalnya, kewenangan kami terbatas,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/