alexametrics
27.5 C
Kudus
Sunday, June 12, 2022

BRI Rembang Satukan Komunitas UMKM dengan “Mitra Agung Si Raja”

REMBANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang (Kanca) Rembang  menggelar Business Gathering Temu Mitra Agung Si Raja, Kemarin (24/5). Kegiatan tersebut sekaligus menyatukan mitra lewat komunitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Gathering di aula Resto Perahu Kuno, Rembang,  dihadiri langsung Pemimpin Cabang BRI Kanca Rembang Ahmad Muflihin Taiyeb, Asisten Manajer Bisnis Mikro (AMBM) Dody Isnanto, dan Puji Handayani.

Pemimpin Cabang BRI Kanca Rembang Ahmad Muflihin Taiyeb menyebutkan BRI memiliki program untuk nasabah-nasabah utama baik yang existing maupun belum jadi nasabah. Caranya dengan merangkul dalam komunitas UMKM.


Di dalamnya Ini kumpulan dari banyak pelaku bisnis. Mulai nelayan, petani garam atau gula aren. “Potensi bisnis di Rembang ini kita kumpulkan. Bulanan. Ini pertama untuk Mitra Agung Si Raja,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Ia menyebut Si Raja. Karena pelaku UMKM sebagai raja di BRI. Sebab mereka pelaku inti dari UMKM. Khusus pelaku bisnis disampaikan ekosistem bisa dibentuk. Baik ekosistem desa maupun pasar.

“Contoh nelayan ikan. Disampaikan di tengah perkembangan teknologi bisa membuat bisnis lebih nyaman. Dikenalkan digitalisasi. Pembayaran mikro (micro payment) dibuatkan. Turunan bisnis sudah existing (ada),” bebernya.

Kemudian digabungkan. Antara bisnis yang sudah turunan seperti biasa mereka jalankan dengan micro payment. Di BRI ada aplikasi keuangan digital BRImo, Stroberi (Solusi Transaksi Elektronik BRI) maupun Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS.

Baca Juga :  Cukai Rokok Naik, Konsumen Berpaling ke SKT

Tidak berhenti disitu saja. Kemudian antara distributor utama. Kemudian yang mendistribusikan barang ke distributor, serta sub distributor sama user terakhir disiapkan payment sistem. “Disitulah tupoksi BRI. Jadi BRI menyatukan mitra. Kalau bisa seluruh end to end (ujung ke ujung) transaksinya BRI siap membantu. Melalui sarana digitalisasi BRI. Tentu super app (aplikasi yang menyediakan semua layanan dalam satu platform) dari BRI yakni BRImo,” imbuhnya.

Ia menambahkan BRImo mereka bisa transfer. Menerima dana. Bahkan BRI juga ada pendampingan mikro.  Mungkin  awalnya tidak punya kapal. Dengan pendampingan BRI entah KUR, penambahan modal kerja hingga pembinaan bisnis (mencari pasar dan dapatkan bahan baku) bisa naik kelas.

“Misalnya pinjam Rp 5 juta modal. Naik menjadi Rp 30 – Rp 50 juta. Dari awalnya tidak punya kapal menjadi punya kapal satu. Bahkan awalnya satu bisa tambah dua hingga tiga dan seterusnya. Akhirnya menjadi juragan ikan. Posisi kami mendampingi pelaku bisnis mikro disitu,” imbuhnya. (noe/ali/adv)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang (Kanca) Rembang  menggelar Business Gathering Temu Mitra Agung Si Raja, Kemarin (24/5). Kegiatan tersebut sekaligus menyatukan mitra lewat komunitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Gathering di aula Resto Perahu Kuno, Rembang,  dihadiri langsung Pemimpin Cabang BRI Kanca Rembang Ahmad Muflihin Taiyeb, Asisten Manajer Bisnis Mikro (AMBM) Dody Isnanto, dan Puji Handayani.

Pemimpin Cabang BRI Kanca Rembang Ahmad Muflihin Taiyeb menyebutkan BRI memiliki program untuk nasabah-nasabah utama baik yang existing maupun belum jadi nasabah. Caranya dengan merangkul dalam komunitas UMKM.

Di dalamnya Ini kumpulan dari banyak pelaku bisnis. Mulai nelayan, petani garam atau gula aren. “Potensi bisnis di Rembang ini kita kumpulkan. Bulanan. Ini pertama untuk Mitra Agung Si Raja,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Ia menyebut Si Raja. Karena pelaku UMKM sebagai raja di BRI. Sebab mereka pelaku inti dari UMKM. Khusus pelaku bisnis disampaikan ekosistem bisa dibentuk. Baik ekosistem desa maupun pasar.

“Contoh nelayan ikan. Disampaikan di tengah perkembangan teknologi bisa membuat bisnis lebih nyaman. Dikenalkan digitalisasi. Pembayaran mikro (micro payment) dibuatkan. Turunan bisnis sudah existing (ada),” bebernya.

Kemudian digabungkan. Antara bisnis yang sudah turunan seperti biasa mereka jalankan dengan micro payment. Di BRI ada aplikasi keuangan digital BRImo, Stroberi (Solusi Transaksi Elektronik BRI) maupun Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS.

Baca Juga :  Pemkab Rembang Naikkan Target PAD 2022 Sektor Perikanan Jadi Rp 15 Miliar

Tidak berhenti disitu saja. Kemudian antara distributor utama. Kemudian yang mendistribusikan barang ke distributor, serta sub distributor sama user terakhir disiapkan payment sistem. “Disitulah tupoksi BRI. Jadi BRI menyatukan mitra. Kalau bisa seluruh end to end (ujung ke ujung) transaksinya BRI siap membantu. Melalui sarana digitalisasi BRI. Tentu super app (aplikasi yang menyediakan semua layanan dalam satu platform) dari BRI yakni BRImo,” imbuhnya.

Ia menambahkan BRImo mereka bisa transfer. Menerima dana. Bahkan BRI juga ada pendampingan mikro.  Mungkin  awalnya tidak punya kapal. Dengan pendampingan BRI entah KUR, penambahan modal kerja hingga pembinaan bisnis (mencari pasar dan dapatkan bahan baku) bisa naik kelas.

“Misalnya pinjam Rp 5 juta modal. Naik menjadi Rp 30 – Rp 50 juta. Dari awalnya tidak punya kapal menjadi punya kapal satu. Bahkan awalnya satu bisa tambah dua hingga tiga dan seterusnya. Akhirnya menjadi juragan ikan. Posisi kami mendampingi pelaku bisnis mikro disitu,” imbuhnya. (noe/ali/adv)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/