alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Segarkan Bisnis BUMDes di Kudus, PT Djarum Gelar Pelatihan Revitalisasi BUMDes

KUDUS – Embrio geliat bisnis BUMDes mulai terlihat di Kabupaten Kudus. BUMDes Tunjungseto Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, selama Januari sampai Agustus 2022 telah mencatatkan pemasukan sebesar 87,7 juta rupiah. BUMDes Murakabi Gondosari, Kecamatan Gebog pun telah berhasil menyumbangkan 33,7 juta ke PADes pada 2020.

Namun, potret sebagaian besar BUMDes di Kabupaten Kudus belum secerah Tunjungseto, Gondosari atau BUMDes lain di luar Kudus yang telah melejit.

Dari pendatataan terhadap 54 BUMDes di Kabupaten Kudus pada awal 2022 yang dilakukan Lokadata dan Perkumpulan Desa Lestari, masih banyak BUMDes di Kabupaten Kudus yang hanya merupakan papan nama. Memiliki lembaga, tapi tidak ada kegiatan usaha yang berjalan (42 persen). Selain itu, sampai September 2022 baru 37 BUMDes yang mendapatkan sertifikat badan hukum, dari total 63 BUMDes di Kabupaten Kudus.


“Ini menjadi tantangan besar yang perlu kita jawab bersama. BUMDes semestinya mampu menggerakkan ekonomi pedesaan yang sustainable,” tutur Achmad Budiharto, Deputy General Manager PT Djarum.

Bisnis BUMDes memang sangat manis. Di luar Kudus, BUMDes Sumber Sejahtera Pujon Kidul, Kabupaten Malang pada 2021 memberikan kontribusi Rp1,4 miliar ke Pendapatan Asli Desa (PADes). Tiap tahun, rata-rata BUMDes Panggung Lestari Panggungharjo, DI Yogyakarta menyumbang 180 juta ke PADes. Pujon Kidul, Nglanggeran.

Selain itu, masyarakat pun mendapatkan manfaat dari bisnis BUMDes. Melalui keuntungan BUMDes Sumber Kamulyan, pada 2020 Desa Wunut, Kabupaten Klaten mampu menanggung kepesertaan 621 warganya dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Menjawab persoalan BUMDes di Kabupaten Kudus ini, PT Djarum menghelat program untuk menyegarkan bisnis BUMDes di Kabupaten Kudus dengan pelatihan bertajuk “Revitalisasi BUMDes Kudus, 2022”. Pelatihan ini ditujukan kepada BUMDes yang belum memiliki legalitas badan hukum dan sudah memiliki kegiatan usaha yang berjalan.

“Agar secara berangsur terjadi capital-in ke desa, bukan sebaliknya, BUMDes mesti didorong untuk mengembangkan kegiatan ekonominya. Selain itu, BUMDes mesti memiliki legalitas badan hukum untuk mempermudah kerjasama dengan pihak lain,” kata Achmad Budiharto pada pembukaan pelatihan, 20 September 2022.

Baca Juga :  Review Tisu Wajah Cheers, Pengganti Kapas Kecantikan Terbaik

Pelatihan Revitalisasi BUMDes Kabupaten Kudus ini digelar di Wisma Karyawan Djarum Ploso selama enam hari. Pada 20, 21, 27, 28 Agustus dan 3, 4 September 2022. Sebanyak 52 desa dampingan PT Djarum dihadirkan pada hari pertama. Selain target utama 7 BUMDes yang mendapatkan pelatihan dan pendampingan pada periode program ini.

Peserta Pelatihan Revitalisasi BumDes (Djarum for Radar Kudus)

PT Alga Bioteknologi Indonesia (Albitec) mengisi gelar sharing session di hari pertama. Perusahaan yang bergerak dalam bisnis budidaya spirulina dihadirkan untuk memberikan perspektif kegiatan usaha alternatif bagi BUMDes di Kabupaten Kudus. “Selain itu, Albitec dapat menjadi mitra strategis bagi BUMDes yang tertarik untuk mengembangkan kegiatan usaha baru,” tutur Achmad Budiharto. Selain itu, Bakti Lingkungan Djarum Foundation juga hadir dalam sesi ini, menyampaikan potensi kerjasama pengelolaan sampah organik antara desa, BUMDes, dan Bakti Lingkungan.

Lima hari selanjutnya, Perkumpulan Desa Lestari melatih BUMDes untuk menilik kembali kerja-kerja mereka pada tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari soal kelembagaan, pencatataan keuangan, pelaporan keuangan, sampai bersama merancang program kerja untuk tahun mendatang. Selain itu, BUMDes juga didampingi melengkapi persyaratan untuk mendapatkan legalitas sertifikat badan hukum dari Kemenkumham.

“Kami jadi mampu menilai kinerja BUMDes sejauh ini. Selanjutnya, program kerja akan kami susun lebih tepat sasaran agar manfaat ekonomi dan sosial dari BUMDes lebih dirasakan masyarakat desa,” kata Puji Santoso, direktur BUMDes Rukun Mulyo Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.

Ikthiar pemberdayaan ini tidak berakhir dengan pelatihan enam hari ini. Selanjutnya, BUMDes yang dinilai layak dan berkomitmen akan didampingi secara intensif selama enam bulan ke depan.

Sejak 2019-2022, PT Djarum telah mendampingi 52 desa di Kabupaten Kudus dalam rangkaian program pengembangan sumberdaya manusia BUMDes ini. Pada 2022, PT Djarum mendampingi 25 desa di Kabupaten Kudus untuk inkubasi bisnis dan penataan kelembagaan. Program ini dilakukan melalui skema pendampingan intensif selama 6 bulan atau 1 tahun. PT Djarum Bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus, Lokadata, Perkumpulan Desa Lestari. (san)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Embrio geliat bisnis BUMDes mulai terlihat di Kabupaten Kudus. BUMDes Tunjungseto Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, selama Januari sampai Agustus 2022 telah mencatatkan pemasukan sebesar 87,7 juta rupiah. BUMDes Murakabi Gondosari, Kecamatan Gebog pun telah berhasil menyumbangkan 33,7 juta ke PADes pada 2020.

Namun, potret sebagaian besar BUMDes di Kabupaten Kudus belum secerah Tunjungseto, Gondosari atau BUMDes lain di luar Kudus yang telah melejit.

Dari pendatataan terhadap 54 BUMDes di Kabupaten Kudus pada awal 2022 yang dilakukan Lokadata dan Perkumpulan Desa Lestari, masih banyak BUMDes di Kabupaten Kudus yang hanya merupakan papan nama. Memiliki lembaga, tapi tidak ada kegiatan usaha yang berjalan (42 persen). Selain itu, sampai September 2022 baru 37 BUMDes yang mendapatkan sertifikat badan hukum, dari total 63 BUMDes di Kabupaten Kudus.

“Ini menjadi tantangan besar yang perlu kita jawab bersama. BUMDes semestinya mampu menggerakkan ekonomi pedesaan yang sustainable,” tutur Achmad Budiharto, Deputy General Manager PT Djarum.

Bisnis BUMDes memang sangat manis. Di luar Kudus, BUMDes Sumber Sejahtera Pujon Kidul, Kabupaten Malang pada 2021 memberikan kontribusi Rp1,4 miliar ke Pendapatan Asli Desa (PADes). Tiap tahun, rata-rata BUMDes Panggung Lestari Panggungharjo, DI Yogyakarta menyumbang 180 juta ke PADes. Pujon Kidul, Nglanggeran.

Selain itu, masyarakat pun mendapatkan manfaat dari bisnis BUMDes. Melalui keuntungan BUMDes Sumber Kamulyan, pada 2020 Desa Wunut, Kabupaten Klaten mampu menanggung kepesertaan 621 warganya dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Menjawab persoalan BUMDes di Kabupaten Kudus ini, PT Djarum menghelat program untuk menyegarkan bisnis BUMDes di Kabupaten Kudus dengan pelatihan bertajuk “Revitalisasi BUMDes Kudus, 2022”. Pelatihan ini ditujukan kepada BUMDes yang belum memiliki legalitas badan hukum dan sudah memiliki kegiatan usaha yang berjalan.

“Agar secara berangsur terjadi capital-in ke desa, bukan sebaliknya, BUMDes mesti didorong untuk mengembangkan kegiatan ekonominya. Selain itu, BUMDes mesti memiliki legalitas badan hukum untuk mempermudah kerjasama dengan pihak lain,” kata Achmad Budiharto pada pembukaan pelatihan, 20 September 2022.

Baca Juga :  PT Djarum Ikut Serta Bedah 10 Rumah Tak Layak Huni di Pemalang

Pelatihan Revitalisasi BUMDes Kabupaten Kudus ini digelar di Wisma Karyawan Djarum Ploso selama enam hari. Pada 20, 21, 27, 28 Agustus dan 3, 4 September 2022. Sebanyak 52 desa dampingan PT Djarum dihadirkan pada hari pertama. Selain target utama 7 BUMDes yang mendapatkan pelatihan dan pendampingan pada periode program ini.

Peserta Pelatihan Revitalisasi BumDes (Djarum for Radar Kudus)

PT Alga Bioteknologi Indonesia (Albitec) mengisi gelar sharing session di hari pertama. Perusahaan yang bergerak dalam bisnis budidaya spirulina dihadirkan untuk memberikan perspektif kegiatan usaha alternatif bagi BUMDes di Kabupaten Kudus. “Selain itu, Albitec dapat menjadi mitra strategis bagi BUMDes yang tertarik untuk mengembangkan kegiatan usaha baru,” tutur Achmad Budiharto. Selain itu, Bakti Lingkungan Djarum Foundation juga hadir dalam sesi ini, menyampaikan potensi kerjasama pengelolaan sampah organik antara desa, BUMDes, dan Bakti Lingkungan.

Lima hari selanjutnya, Perkumpulan Desa Lestari melatih BUMDes untuk menilik kembali kerja-kerja mereka pada tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari soal kelembagaan, pencatataan keuangan, pelaporan keuangan, sampai bersama merancang program kerja untuk tahun mendatang. Selain itu, BUMDes juga didampingi melengkapi persyaratan untuk mendapatkan legalitas sertifikat badan hukum dari Kemenkumham.

“Kami jadi mampu menilai kinerja BUMDes sejauh ini. Selanjutnya, program kerja akan kami susun lebih tepat sasaran agar manfaat ekonomi dan sosial dari BUMDes lebih dirasakan masyarakat desa,” kata Puji Santoso, direktur BUMDes Rukun Mulyo Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.

Ikthiar pemberdayaan ini tidak berakhir dengan pelatihan enam hari ini. Selanjutnya, BUMDes yang dinilai layak dan berkomitmen akan didampingi secara intensif selama enam bulan ke depan.

Sejak 2019-2022, PT Djarum telah mendampingi 52 desa di Kabupaten Kudus dalam rangkaian program pengembangan sumberdaya manusia BUMDes ini. Pada 2022, PT Djarum mendampingi 25 desa di Kabupaten Kudus untuk inkubasi bisnis dan penataan kelembagaan. Program ini dilakukan melalui skema pendampingan intensif selama 6 bulan atau 1 tahun. PT Djarum Bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus, Lokadata, Perkumpulan Desa Lestari. (san)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru