alexametrics
25.9 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Subsidi Minyak Goreng Baru Sentuh Toko Modern

PATI – Subsidi Rp 4.000 minyak goreng pemerintah pusat baru menyasar toko modern. Minyak goreng seharga Rp 14.000-an per liter itu belum menyentuh pedagang tradisional.

Saat pemantauan harga minyak goreng di Pasar Rogowongso Pati, harganya masih melambung. Itu berkisar Rp 17.500 hingga Rp 20.000-an.

”Harga minyak goreng merek Bimoli yang dua liter Rp 39 ribu, Fortune Rp 19 per liter, Jujur 900 ml Rp 19 ribu, Lentera botol 900 ml Rp 17 ribu,” terang salah satu pedagang di pasar tersebut Salimah.


Dia mengaku, harga ini sudah ada sejak empat bulan lalu sebelum Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru). Harga ini bertahan hingga saat ini. Sementara, minyak goreng Rp 14 ribu di Kabupaten Pati baru ada di toko modern.

”Yang Rp 14 ribu belum ada di pasar tradisional. Sepengetahuan saya baru di toko modern,” jelas pedagang yang sudah berjualan selama 25 tahun ini.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Korona, Pemkab Siapkan 60 Tempat Tidur di RSUD Pati

Hal serupa juga dialami pedagang Pasar Rogowongso lainnya. Erna menuturkan, harga minyak goreng belum turun di pasar tradisional selepas adanya kebijakan dari pemerintah.

”Harga minyak goreng masih Rp 17.000-an. Belum dapat yang di bawah itu. Beritane wes ono tapi belum ada ini mas. Kalau bisa diturunkan biar konsumen bisa membeli,” kabarnya.

Saat dikonfirmasi mengenai harga minyak ini, pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati membenarkan adanya kabar tersebut. Pasalnya, subsidi Rp 4.000 itu baru menyasar toko modern.

”Itu kebijakan dari pusat. Sementara ini baru toko yang dibawah Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Mulai Rabu (19/1) implementasinya. Untuk toko tradisional belum. Nantinya akan menyasar ke distributor juga,” jelas Kepala Disdagperin setempat Hadi Santosa dikonfimasi kemarin (20/1). (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Subsidi Rp 4.000 minyak goreng pemerintah pusat baru menyasar toko modern. Minyak goreng seharga Rp 14.000-an per liter itu belum menyentuh pedagang tradisional.

Saat pemantauan harga minyak goreng di Pasar Rogowongso Pati, harganya masih melambung. Itu berkisar Rp 17.500 hingga Rp 20.000-an.

”Harga minyak goreng merek Bimoli yang dua liter Rp 39 ribu, Fortune Rp 19 per liter, Jujur 900 ml Rp 19 ribu, Lentera botol 900 ml Rp 17 ribu,” terang salah satu pedagang di pasar tersebut Salimah.

Dia mengaku, harga ini sudah ada sejak empat bulan lalu sebelum Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru). Harga ini bertahan hingga saat ini. Sementara, minyak goreng Rp 14 ribu di Kabupaten Pati baru ada di toko modern.

”Yang Rp 14 ribu belum ada di pasar tradisional. Sepengetahuan saya baru di toko modern,” jelas pedagang yang sudah berjualan selama 25 tahun ini.

Baca Juga :  Museum Jenang Mubarok dan Gusjigang Jadi Alternatif Wisata Halal Indonesia

Hal serupa juga dialami pedagang Pasar Rogowongso lainnya. Erna menuturkan, harga minyak goreng belum turun di pasar tradisional selepas adanya kebijakan dari pemerintah.

”Harga minyak goreng masih Rp 17.000-an. Belum dapat yang di bawah itu. Beritane wes ono tapi belum ada ini mas. Kalau bisa diturunkan biar konsumen bisa membeli,” kabarnya.

Saat dikonfirmasi mengenai harga minyak ini, pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati membenarkan adanya kabar tersebut. Pasalnya, subsidi Rp 4.000 itu baru menyasar toko modern.

”Itu kebijakan dari pusat. Sementara ini baru toko yang dibawah Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Mulai Rabu (19/1) implementasinya. Untuk toko tradisional belum. Nantinya akan menyasar ke distributor juga,” jelas Kepala Disdagperin setempat Hadi Santosa dikonfimasi kemarin (20/1). (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/