alexametrics
22.4 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Peduli Lingkungan, PT PLN UIK Tanjung Jati B Jadi Pendamping Desa Mandiri Sampah

JEPARA – PLN UIK Tanjung Jati B turut ambil bagian dalam program Desa Mandiri Sampah ini di Kabupaten Jepara. Melalui peran aktif sebagai pendamping dan memberikan bantuan dua unit motor bak yang bisa difungikan sebagai pengangkut sampah bagi warga desa Keling dan Kancilan. Bantuan itu diserahkan pada launching Desa Mandiri Sampah oleh Pemkab Jepara di Gedung Setda Selasa (17/5).

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Jepara Edy Sujatmiko, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara Arikhah Elida, serta jajaran perangkat desa Kabupaten Jepara.

Pejabat Pengendali Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan Dan Keamanan PLN UIK Tanjung Jati B Kukuh Sudaryatmo mengatakan PLN UIK Tanjung Jati B telah meraih penghargaan Proper Emas tiga kali berturut-turut. Hal itu menunjukkan bahwa PLN UIK Tanjung Jati B peduli terhadap lingkungan.


PLN Tanjung Jati B juga tetap berkontribusi terhadap permasalah sampah di lingkungan sekitar. ”Desa Keling dan Kancilan telah diberikan bantuan sarana kendaraan pengangkut sampah dan juga pendampingan dalam program Desa Mandiri Sampah di kedua desa tersebut,” tutur Kukuh.

BEKALI KEAHLIAN: PT PLN UIK Tanjung Jati B memberi pelatihan pengolahan sampah kepada masyarakat Jepara belum lama ini. (PT PLN UIK TANJUNG JATI B FOR RADAR KUDUS)

Penanganan permasalahan sampah di Kabupaten Jepara diaharapkan akan semakin efektif dengan pengolahan dari sumbernya. Sampah yang terkumpul akan didaur ulang dan dikelola menjadi bahan baku dan barang baru sehingga akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri. Peran serta masyarakat dan swasta akan dapat mendukung suksesnya program Desa Mandiri Sampah di Kabupaten Jepara ini menuju Jepara bersih 2025.

Baca Juga :  Sempat Turun Akibat Pandemi, Kunjungan Perpusatakaan Kini Kembali Stabil

Perlu diketahui Kabupaten Jepara salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Jumlah penduduk Kabupaten Jepara sebanyak 1.188.510 jiwa. Dengan padatnya jumlah penduduk maka sampah menjadi salah satu masalah penting yang perlu ditangani dengan baik, karena saat ini dengan jumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang tersedia di Kabupaten Jepara sudah mulai penuh bahkan overload.

PROGRAM BAGUS: Sekretaris Daerah Jepara Edy Sujatmiko, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara Arikhah Elida, serta jajaran perangkat desa Kabupaten Jepara meresmikan Desa Mandiri Sampah Selasa (17/5). (PT PLN UIK TANJUNG JATI B FOR RADAR KUDUS)

TPA Bandengan dengan luas 7,4 hektar hanya memiliki daya tampung per hari sebesar 100 ton per hari. Sementara produk sampah Kabupaten Jepara 405,95 ton per hari. Produk sampah per orang sebanyak 0,33 kg per hari. Akibat tidak imbangnya sampah dan TPA, warga mulai membuang sampah di sungai, dipinggir jalan dan dibakar.

Dalam sambutannya Edy Sujatmiko memberikan apresiasinya kepada perusahaan-perusahaan yang telah berkontribusi dalam upaya pembentukan Desa Mandiri Sampah ini.

”Terima kasih perusahaan yang sudah mengelola sampahnya secara baik, dan juga bantuan support-nya terhadap pengelolaan sampah di Jepara. Terima kasih atas perhatiannya terhadap lingkungannya. Kami harapkan saling kerja sama agar perusahaannya sehat, pekerja sehat, lingkungan sehat dan masyarakat juga sehat. Mari kita akrab dengan sampah, sampah jangan sekedar jadi barang buangan saja, tapi kita harus berdekatan dengan sampah agar sampah bisa menjadi berkah,” tandasnya. (zen)

JEPARA – PLN UIK Tanjung Jati B turut ambil bagian dalam program Desa Mandiri Sampah ini di Kabupaten Jepara. Melalui peran aktif sebagai pendamping dan memberikan bantuan dua unit motor bak yang bisa difungikan sebagai pengangkut sampah bagi warga desa Keling dan Kancilan. Bantuan itu diserahkan pada launching Desa Mandiri Sampah oleh Pemkab Jepara di Gedung Setda Selasa (17/5).

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Jepara Edy Sujatmiko, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara Arikhah Elida, serta jajaran perangkat desa Kabupaten Jepara.

Pejabat Pengendali Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan Dan Keamanan PLN UIK Tanjung Jati B Kukuh Sudaryatmo mengatakan PLN UIK Tanjung Jati B telah meraih penghargaan Proper Emas tiga kali berturut-turut. Hal itu menunjukkan bahwa PLN UIK Tanjung Jati B peduli terhadap lingkungan.

PLN Tanjung Jati B juga tetap berkontribusi terhadap permasalah sampah di lingkungan sekitar. ”Desa Keling dan Kancilan telah diberikan bantuan sarana kendaraan pengangkut sampah dan juga pendampingan dalam program Desa Mandiri Sampah di kedua desa tersebut,” tutur Kukuh.

BEKALI KEAHLIAN: PT PLN UIK Tanjung Jati B memberi pelatihan pengolahan sampah kepada masyarakat Jepara belum lama ini. (PT PLN UIK TANJUNG JATI B FOR RADAR KUDUS)

Penanganan permasalahan sampah di Kabupaten Jepara diaharapkan akan semakin efektif dengan pengolahan dari sumbernya. Sampah yang terkumpul akan didaur ulang dan dikelola menjadi bahan baku dan barang baru sehingga akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri. Peran serta masyarakat dan swasta akan dapat mendukung suksesnya program Desa Mandiri Sampah di Kabupaten Jepara ini menuju Jepara bersih 2025.

Baca Juga :  Arus Kas, Komponen, Jenis, dan Cara Mengatasinya dengan Pembukuan Usaha

Perlu diketahui Kabupaten Jepara salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Jumlah penduduk Kabupaten Jepara sebanyak 1.188.510 jiwa. Dengan padatnya jumlah penduduk maka sampah menjadi salah satu masalah penting yang perlu ditangani dengan baik, karena saat ini dengan jumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang tersedia di Kabupaten Jepara sudah mulai penuh bahkan overload.

PROGRAM BAGUS: Sekretaris Daerah Jepara Edy Sujatmiko, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara Arikhah Elida, serta jajaran perangkat desa Kabupaten Jepara meresmikan Desa Mandiri Sampah Selasa (17/5). (PT PLN UIK TANJUNG JATI B FOR RADAR KUDUS)

TPA Bandengan dengan luas 7,4 hektar hanya memiliki daya tampung per hari sebesar 100 ton per hari. Sementara produk sampah Kabupaten Jepara 405,95 ton per hari. Produk sampah per orang sebanyak 0,33 kg per hari. Akibat tidak imbangnya sampah dan TPA, warga mulai membuang sampah di sungai, dipinggir jalan dan dibakar.

Dalam sambutannya Edy Sujatmiko memberikan apresiasinya kepada perusahaan-perusahaan yang telah berkontribusi dalam upaya pembentukan Desa Mandiri Sampah ini.

”Terima kasih perusahaan yang sudah mengelola sampahnya secara baik, dan juga bantuan support-nya terhadap pengelolaan sampah di Jepara. Terima kasih atas perhatiannya terhadap lingkungannya. Kami harapkan saling kerja sama agar perusahaannya sehat, pekerja sehat, lingkungan sehat dan masyarakat juga sehat. Mari kita akrab dengan sampah, sampah jangan sekedar jadi barang buangan saja, tapi kita harus berdekatan dengan sampah agar sampah bisa menjadi berkah,” tandasnya. (zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/