alexametrics
32.7 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Janggal bila Ditinggalkan, Budaya #Cari_Aman

KUDUS – Seringkali kecelakaan terjadi disebabkan oleh perilaku dan gerakan pengendara lain yang membahayakan, sehingga edukasi tertib lalu lintas sangat penting bagi bikers untuk menghindari terjadinya kecelakaan di jalan yang merugikan diri dan orang lain.

Disebutkan bahwa pengaturan tata tertib berlalu lintas untuk pengendara dalam UU No. 22 tahun 2009 pasal 105 menyatakan bahwa setiap orang yang menggunakan jalan wajib berperilaku tertib dan/atau mencegah hal–hal yang dapat merintangi, membahayakan keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan, atau yang dapat menyebabkan kerusakan jalan.

Apa yang perlu dilakukan ketika bertemu dengan pengendara yang tidak tertib, membahayakan, dan provokasi dijalan?


Senior Instructor Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto menerangkan, jika ada kesempatan, bisa menegur secara sopan, tidak perlu ikut terprovokasi. Tindakan menghindar dan jaga jarak adalah hal utama dalam berkendara demi mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Baca Juga :  Menerobos Pekatnya Kabut, Membelah Gunung Merapi-Merbabu

Mengutamakan keselamatan selama dijalan lebih penting karena itu adalah langkah cari aman. Perlu diingat, kecelakaan berdampak banyak kerugian bahkan menyebabkan kemiskinan atau kematian.

“Menciptakan kondisi lingkungan yang aman adalah pilihan yang sangat positif untuk mencegah kecelakaan dan berkontribusi membantu menurunkan angka kecelakaan. Hanya butuh waktu dan kesabaran memulai kebiasaan atau budaya yang mengutamakan keselamatan, jika sudah melekat, maka budaya #cari_aman menjadi janggal bila ditinggal,” tutup Oke. (lia)

KUDUS – Seringkali kecelakaan terjadi disebabkan oleh perilaku dan gerakan pengendara lain yang membahayakan, sehingga edukasi tertib lalu lintas sangat penting bagi bikers untuk menghindari terjadinya kecelakaan di jalan yang merugikan diri dan orang lain.

Disebutkan bahwa pengaturan tata tertib berlalu lintas untuk pengendara dalam UU No. 22 tahun 2009 pasal 105 menyatakan bahwa setiap orang yang menggunakan jalan wajib berperilaku tertib dan/atau mencegah hal–hal yang dapat merintangi, membahayakan keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan, atau yang dapat menyebabkan kerusakan jalan.

Apa yang perlu dilakukan ketika bertemu dengan pengendara yang tidak tertib, membahayakan, dan provokasi dijalan?

Senior Instructor Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto menerangkan, jika ada kesempatan, bisa menegur secara sopan, tidak perlu ikut terprovokasi. Tindakan menghindar dan jaga jarak adalah hal utama dalam berkendara demi mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Baca Juga :  Astra Motor Jateng & Fiber Academy Kolaborasi Safety Riding

Mengutamakan keselamatan selama dijalan lebih penting karena itu adalah langkah cari aman. Perlu diingat, kecelakaan berdampak banyak kerugian bahkan menyebabkan kemiskinan atau kematian.

“Menciptakan kondisi lingkungan yang aman adalah pilihan yang sangat positif untuk mencegah kecelakaan dan berkontribusi membantu menurunkan angka kecelakaan. Hanya butuh waktu dan kesabaran memulai kebiasaan atau budaya yang mengutamakan keselamatan, jika sudah melekat, maka budaya #cari_aman menjadi janggal bila ditinggal,” tutup Oke. (lia)


Most Read

Artikel Terbaru

/