alexametrics
28.1 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Bantu Pasarkan Produk UMKM, Pojok Kreatif Gandeng Biro Wisata

KUDUS – Masa pandemi membuat penjualan turun drastis. Untuk itu dibentuklah pojok kreatif (pokre), tempat untuk memasarkan produk dengan cara online maupun offline.

Pojok Kreatif (Pokre) berada di RT 4 RW 3, Desa Pedawang, Kecamatan Bae muncul 2020 saat awal pandemi menjadi wadah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berkembang dan naik kelas.

Ketua Pegiat Usaha Satuan Karya (Pusaka) Rubiyanti yang akrab disapa Yanti mengatakan, pokre yang menampung produk UMKM diharapkan bisa menjadi sarana untuk berkembang bersama. Ada 80 pelaku usaha dengan jenis produk yang beragam seperti, keripik, madu mongso, minuman dari olahan jipang yang bergabung.


“Produk yang ada di pokre ini terbilang unik. Contohnya, pisang raja uter yang harganya murah karena rasanya yang kurang enak, diolah menjadi kerupuk dan rasanya menjadi enak. Kemudian, rengginang rasa soto Kudus, empek-empek jipang, balado talas, dan lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Kudus Ijinkan Penyelenggaraan Tradisi Syawalan dengan Catatan

Dia menjelaskan, cara pemasaran di pokre mengajak kerja sama dengan biro pariwisata, karena tidak lepas dari adanya cindera mata atau oleh-oleh yang bisa dibawa pulang. Lalu ada lagi, melalui Tour UMKM dengan kunjungan wisata edukasi ke tempat usaha yang sudah tergabung dalam pokre.

“Kami berupaya untuk mengenalkan produk, dengan kemasan paket wisata yang menarik.

Pokre ada di awal pandemi Covid-19 hingga sekarang sudah ada 80 UMKM yang produk dipasang di etalase pokre, diantaranya dari jenis makanan dan minuman, kerajinan, ecoprint, rajut, dan lainnya,” ujarnya.

Yanti mengatakan, semua produk yang masuk pokre akan diseleksi, termasuk soal perizinan. Semuanya seleksi ketat, baik dari kualitas produk, Pengemasan (packaging), desain, label, hingga perizinan (PIRT dan lainnya), jika produk makanan dan minuman yang dirasa memenuhi kriteria namun belum berizin maka akan bantu perizinannya tersebut. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Masa pandemi membuat penjualan turun drastis. Untuk itu dibentuklah pojok kreatif (pokre), tempat untuk memasarkan produk dengan cara online maupun offline.

Pojok Kreatif (Pokre) berada di RT 4 RW 3, Desa Pedawang, Kecamatan Bae muncul 2020 saat awal pandemi menjadi wadah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berkembang dan naik kelas.

Ketua Pegiat Usaha Satuan Karya (Pusaka) Rubiyanti yang akrab disapa Yanti mengatakan, pokre yang menampung produk UMKM diharapkan bisa menjadi sarana untuk berkembang bersama. Ada 80 pelaku usaha dengan jenis produk yang beragam seperti, keripik, madu mongso, minuman dari olahan jipang yang bergabung.

“Produk yang ada di pokre ini terbilang unik. Contohnya, pisang raja uter yang harganya murah karena rasanya yang kurang enak, diolah menjadi kerupuk dan rasanya menjadi enak. Kemudian, rengginang rasa soto Kudus, empek-empek jipang, balado talas, dan lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Dinas Jelaskan Penyebab Rendahnya Minat Masyarakat Kudus Tinggal di Flat

Dia menjelaskan, cara pemasaran di pokre mengajak kerja sama dengan biro pariwisata, karena tidak lepas dari adanya cindera mata atau oleh-oleh yang bisa dibawa pulang. Lalu ada lagi, melalui Tour UMKM dengan kunjungan wisata edukasi ke tempat usaha yang sudah tergabung dalam pokre.

“Kami berupaya untuk mengenalkan produk, dengan kemasan paket wisata yang menarik.

Pokre ada di awal pandemi Covid-19 hingga sekarang sudah ada 80 UMKM yang produk dipasang di etalase pokre, diantaranya dari jenis makanan dan minuman, kerajinan, ecoprint, rajut, dan lainnya,” ujarnya.

Yanti mengatakan, semua produk yang masuk pokre akan diseleksi, termasuk soal perizinan. Semuanya seleksi ketat, baik dari kualitas produk, Pengemasan (packaging), desain, label, hingga perizinan (PIRT dan lainnya), jika produk makanan dan minuman yang dirasa memenuhi kriteria namun belum berizin maka akan bantu perizinannya tersebut. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/