alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Kreatif, Emak-emak di Kudus Bikin Sepatu Kulit Ecoprint

KUDUS – Beberapa produk, seperti tas, sandal, dan sepatu berjejer rapi di depan rumah salah seorang warga Perumahan (Perum) Muria Indah Kudus. Produk-produk tersebut terbuat dari bahan kulit dengan motif dari teknik ecoprint. Produk ecoprint dari kulit hewan kambing itu mempunyai nilai jual tinggi, per produk bisa mencapai jutaan.

Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 7 Perum Muria Indah Agus Suwarsono mengatakan semua produk kulit itu dibuat ibu-ibu Komunitas Cermin. Karya ecoprint, kata dia, yang dipadukan dengan kulit hewan itu dilakukan untuk menumbuhkan kreativitas ibu-ibu di Perum Muria Indah.

“Pada umumnya, ecoprint diaplikasikan dengan kain putih polos. Tapi kami berusaha untuk membuat hal yang berbeda dari yang lain. Dengan bahan kulit ini, nilai jualnya nanti akan semakin tinggi. Jadi lebih mahal,” katanya.


Agus mengatakan proses pembuatan tas dan sepatu kulit itu hampir sama dengan ecoprint yang menggunakan media kain. Hanya saja, dalam proses tahap pengukusan, produk kulit itu diatur dengan suhu tertentu.

Baca Juga :  Ci Swak, Ritual Tolak Balak Diawali Doa Bersama, Diakhiri Pembagian Jeruk

“Tidak ada tanaman khusus untuk membuat tas dan sepatu kulit ini, kami masih menggunakan bunga dan daun yang biasanya kami gunakan di media kain,” tambahnya.

Kemudian, dia menambahkan, untuk pembuatan tas dan sepatu kulit tersebut tidak hanya menggunakan kulit hewan dari kambing saja. Melainkan dari kulit sapi dan domba juga bisa. Tetapi dia mengakui jika lebih sering menggunakan kulit kambing karena mudah ditemukan.

“Dijamin tahan lama, karena tidak mudah berjamur dan tidak gampang mengelupas,” ungkapnya.

Mengenai harga produk kulit tersebut, Agus mematok harga mulai dari Rp 800 ribu hingga Rp 2 juta. “Produk yang paling mahal jaket,” katanya.

Agus berharap dengan adanya hasil ecoprint versi kulit dapat menunjang perekonomian warga setempat. Dan menambah penghasilan, sehingga kesejahteraan semakin bertambah. “Semoga produk itu dapat diterima dan dikenal masyarakat,” terangnya. (ark/mal)

KUDUS – Beberapa produk, seperti tas, sandal, dan sepatu berjejer rapi di depan rumah salah seorang warga Perumahan (Perum) Muria Indah Kudus. Produk-produk tersebut terbuat dari bahan kulit dengan motif dari teknik ecoprint. Produk ecoprint dari kulit hewan kambing itu mempunyai nilai jual tinggi, per produk bisa mencapai jutaan.

Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 7 Perum Muria Indah Agus Suwarsono mengatakan semua produk kulit itu dibuat ibu-ibu Komunitas Cermin. Karya ecoprint, kata dia, yang dipadukan dengan kulit hewan itu dilakukan untuk menumbuhkan kreativitas ibu-ibu di Perum Muria Indah.

“Pada umumnya, ecoprint diaplikasikan dengan kain putih polos. Tapi kami berusaha untuk membuat hal yang berbeda dari yang lain. Dengan bahan kulit ini, nilai jualnya nanti akan semakin tinggi. Jadi lebih mahal,” katanya.

Agus mengatakan proses pembuatan tas dan sepatu kulit itu hampir sama dengan ecoprint yang menggunakan media kain. Hanya saja, dalam proses tahap pengukusan, produk kulit itu diatur dengan suhu tertentu.

Baca Juga :  Fasilitasi Kebutuhan Penunjang Kemandirian Difabel

“Tidak ada tanaman khusus untuk membuat tas dan sepatu kulit ini, kami masih menggunakan bunga dan daun yang biasanya kami gunakan di media kain,” tambahnya.

Kemudian, dia menambahkan, untuk pembuatan tas dan sepatu kulit tersebut tidak hanya menggunakan kulit hewan dari kambing saja. Melainkan dari kulit sapi dan domba juga bisa. Tetapi dia mengakui jika lebih sering menggunakan kulit kambing karena mudah ditemukan.

“Dijamin tahan lama, karena tidak mudah berjamur dan tidak gampang mengelupas,” ungkapnya.

Mengenai harga produk kulit tersebut, Agus mematok harga mulai dari Rp 800 ribu hingga Rp 2 juta. “Produk yang paling mahal jaket,” katanya.

Agus berharap dengan adanya hasil ecoprint versi kulit dapat menunjang perekonomian warga setempat. Dan menambah penghasilan, sehingga kesejahteraan semakin bertambah. “Semoga produk itu dapat diterima dan dikenal masyarakat,” terangnya. (ark/mal)

Most Read

Artikel Terbaru

/