alexametrics
32.5 C
Kudus
Friday, August 12, 2022

BPJamsostek Jateng dan DIY Tutup 2021 dengan Banyak Keberhasilan

SEMARANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Kantor Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menutup tahun 2021  dengan mencatat banyak keberhasilan. Salah satunya adalah meningkatnya coverage kepesertaan di Jateng dan DIY. Jumlah peserta BPJamsostek meningkat 17 persen atau mencapai 16.562.018 peserta.

Selain kenaikan jumlah kepesertaan, BPJamsostek juga mencatat pembayaran klaim mencapai Rp 2,63 triliun atau 82,18 persen dari total klaim. Jumlah tersebut akumulasi dari semua program, mulai Januari hingga November 2021. Jumlah ini didominasi program Jaminan Hari Tua (JHT).

Dalam acara media gathering di PO Hotel Semarang pekan lalu, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jateng-DIY Cahyaning Indriasari menyampaikan besaran total klaim dari empat program BPJamsostek. Yakni program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).


“Kami mencairkan Rp 3,2 triliun selama periode 1 Januari hingga 30 November 2021. Total klaim pembayaran dari empat program sebesar Rp 3,2 triliun.  Jumlah kasus sebanyak 26.595 kasus. Angka tertinggi dari program JHT sebesar Rp 2,63 triliun dengan jumlah kasus sebanyak 249.408 kasus,” kata Indriasari.

Menurut dia, masyarakat harus terus menerus diberi edukasi tentang pentingnya menjadi peserta BPJamsostek. Sebab, masyarakat berhak mendapatkan perlindungan, baik pekerja penerima upah maupun bukan penerima upah. Terlebih lagi mereka para pelaku usaha. ”Mereka harus terus dipahamkan, bahwa menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan yang diselenggarakan BPJamsostek memberikan manfaat yang begitu besar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dinas Larang Pedagang di Kudus Jual Minyak Goreng Paketan, Ini Alasannya
TERUS BERINOVASI : Suasana media gathering yang digelar BPJamsostek Kanwil Jateng dan DIY di PO Hotel Semarang, pekan lalu. BPJamsostek selama 2021 berhasil mencatatkan banyak keberhasilan. (SAMODRA DAHLIYA/RADAR KUDUS)

BPJamsostek memiliki banyak program perlindungan. Masyarakat bisa memilih sesuai kemampuan membayar. Dengan begitu, bisa mendapatkan perlindungan atas risiko-risiko yang terjadi. Baik dalam hubungan dengan pekerjaan maupun dalam memberikan rasa aman bagi pekerja, serta mampu menyejahterakan.

Untuk mencairkan klaim, kini masyarakat juga dimudahkan dengan menggunakan aplikasi JMO (Jamsostek Mobile). Melalui aplikasi JMO, masyarakat sangat mudah mengakses program-program yang dimiliki oleh BPJamsostek.

Melalui JMO, peserta bisa mengajukan klaim JHT lebih mudah. Karena bisa diakses di manapun. Proses klaim juga lebih mudah dan cepat. Begitu dokumen dan kelengkapan sudah terpenuhi, kemudian diunggah, maka sistem akan memproses klaim peserta.

Melalui beragam inovasi, BPJamsostek terus melayani semua elemen masyarakat dengan maksimal. Edukasi juga terus dilakukan. Baik kepada pekerja rentan seperti buruh lepas, nelayan, pedagang asongan, maupun profesi lainnya.

Pihaknya menargetkan, seluruh pekerja harus mengetahui manfaat kepesertaan di BPJamsostek. Baik itu pekerja mandiri maupun yang tergabung di perusahaan. Karena mereka semua rentan kena risiko pekerjaan. ”Apabila sewaktu-waktu terjadi musibah, mereka sudah tertanggung oleh BPJamsostek. Tentunya, manfaat tersebut bisa meringankan beban pekerja maupun keluarganya,” pungkasnya. (lia)

SEMARANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Kantor Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menutup tahun 2021  dengan mencatat banyak keberhasilan. Salah satunya adalah meningkatnya coverage kepesertaan di Jateng dan DIY. Jumlah peserta BPJamsostek meningkat 17 persen atau mencapai 16.562.018 peserta.

Selain kenaikan jumlah kepesertaan, BPJamsostek juga mencatat pembayaran klaim mencapai Rp 2,63 triliun atau 82,18 persen dari total klaim. Jumlah tersebut akumulasi dari semua program, mulai Januari hingga November 2021. Jumlah ini didominasi program Jaminan Hari Tua (JHT).

Dalam acara media gathering di PO Hotel Semarang pekan lalu, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jateng-DIY Cahyaning Indriasari menyampaikan besaran total klaim dari empat program BPJamsostek. Yakni program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

“Kami mencairkan Rp 3,2 triliun selama periode 1 Januari hingga 30 November 2021. Total klaim pembayaran dari empat program sebesar Rp 3,2 triliun.  Jumlah kasus sebanyak 26.595 kasus. Angka tertinggi dari program JHT sebesar Rp 2,63 triliun dengan jumlah kasus sebanyak 249.408 kasus,” kata Indriasari.

Menurut dia, masyarakat harus terus menerus diberi edukasi tentang pentingnya menjadi peserta BPJamsostek. Sebab, masyarakat berhak mendapatkan perlindungan, baik pekerja penerima upah maupun bukan penerima upah. Terlebih lagi mereka para pelaku usaha. ”Mereka harus terus dipahamkan, bahwa menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan yang diselenggarakan BPJamsostek memberikan manfaat yang begitu besar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jaladara, Inovasi Menjaga Keandalan Operasional Pembangkit
TERUS BERINOVASI : Suasana media gathering yang digelar BPJamsostek Kanwil Jateng dan DIY di PO Hotel Semarang, pekan lalu. BPJamsostek selama 2021 berhasil mencatatkan banyak keberhasilan. (SAMODRA DAHLIYA/RADAR KUDUS)

BPJamsostek memiliki banyak program perlindungan. Masyarakat bisa memilih sesuai kemampuan membayar. Dengan begitu, bisa mendapatkan perlindungan atas risiko-risiko yang terjadi. Baik dalam hubungan dengan pekerjaan maupun dalam memberikan rasa aman bagi pekerja, serta mampu menyejahterakan.

Untuk mencairkan klaim, kini masyarakat juga dimudahkan dengan menggunakan aplikasi JMO (Jamsostek Mobile). Melalui aplikasi JMO, masyarakat sangat mudah mengakses program-program yang dimiliki oleh BPJamsostek.

Melalui JMO, peserta bisa mengajukan klaim JHT lebih mudah. Karena bisa diakses di manapun. Proses klaim juga lebih mudah dan cepat. Begitu dokumen dan kelengkapan sudah terpenuhi, kemudian diunggah, maka sistem akan memproses klaim peserta.

Melalui beragam inovasi, BPJamsostek terus melayani semua elemen masyarakat dengan maksimal. Edukasi juga terus dilakukan. Baik kepada pekerja rentan seperti buruh lepas, nelayan, pedagang asongan, maupun profesi lainnya.

Pihaknya menargetkan, seluruh pekerja harus mengetahui manfaat kepesertaan di BPJamsostek. Baik itu pekerja mandiri maupun yang tergabung di perusahaan. Karena mereka semua rentan kena risiko pekerjaan. ”Apabila sewaktu-waktu terjadi musibah, mereka sudah tertanggung oleh BPJamsostek. Tentunya, manfaat tersebut bisa meringankan beban pekerja maupun keluarganya,” pungkasnya. (lia)


Most Read

Artikel Terbaru

/