alexametrics
30.3 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Pasokan Gas Melon di Jepara Ditambah 10 Persen

JEPARA – Pasokan tahun depan rencananya bakal ditambah sekitar 10 persen dari pasokan tahun ini. Pemerintah Kabupaten Jepara mengusulkan suplai gas elpiji tiga kilogram atau gas melon untuk tahun depan 40 ribu ton. Namun hanya disetujui 35 ribu ton. Atau bertambah 10 persen dari suplai tahun ini.

Tahun ini Suplai elpiji dari Pertamina ke Jepara sekitar 900 ribu tabung perbulan. Dalam setahun kuotanya 10,981 juta tabung. Setara dengan 32 ribu ton. Kepala Subbag Sumber Daya Alam Bagian Perekonomian Setda Jepara Heru Sutamaji menjelaskan hingga September, telah tersuplai sekitar 60 persen. ”Usul tambahan tahun depan 40 ribu namun hanya disetujui sekitar 35 ribu ton saja,” jelasnya.

Dengan penambahan yang minim tersebut, ia mengaku khawatir bila terjadi kelangkaan seperti Juli lalu. Saat itu, permintaan elpiji melon di Jepara meningkat. Sehingga, kebutuhan elpiji melon di masyarakat umum mengalami kelangkaan. Disinyalir meningkatnya permintaan tersebut disebabkan banyaknya hajatan. Bahkan, pihaknya sempat mengajukan tambahan pasokan untuk Jepara hingga lima persen.

Baca Juga :  Tanggul Jebol, Desa Clering Jepara Terendam Banjir 80 Cm

Meski begitu, pihaknya tetap berharap adanya penambahan itu bisa memenuhi kebutuhan elpiji melon bagi masyarakat Jepara. Sebagai upaya antisipasi kelangkaan, pihaknya berencana rutin mengadakan pengawasan bersama pihak Pertamina.

Oleh sebab itu, dirinya meginstruksikan kepada para agen atau pangkalan elpiji tiga kilogram di Jepara untuk mencermati pendistribusiannya. Yaitu 40 persen ke pengecer, 30 persen untuk kebutuhan rumah tangga, dan 30 persen sisanya ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). ”Mudah-mudahan dengan pengawasan bersama, ketepatan sasaran distribusi elpiji bisa lebih baik,” imbuh Heru.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Pasokan tahun depan rencananya bakal ditambah sekitar 10 persen dari pasokan tahun ini. Pemerintah Kabupaten Jepara mengusulkan suplai gas elpiji tiga kilogram atau gas melon untuk tahun depan 40 ribu ton. Namun hanya disetujui 35 ribu ton. Atau bertambah 10 persen dari suplai tahun ini.

Tahun ini Suplai elpiji dari Pertamina ke Jepara sekitar 900 ribu tabung perbulan. Dalam setahun kuotanya 10,981 juta tabung. Setara dengan 32 ribu ton. Kepala Subbag Sumber Daya Alam Bagian Perekonomian Setda Jepara Heru Sutamaji menjelaskan hingga September, telah tersuplai sekitar 60 persen. ”Usul tambahan tahun depan 40 ribu namun hanya disetujui sekitar 35 ribu ton saja,” jelasnya.

Dengan penambahan yang minim tersebut, ia mengaku khawatir bila terjadi kelangkaan seperti Juli lalu. Saat itu, permintaan elpiji melon di Jepara meningkat. Sehingga, kebutuhan elpiji melon di masyarakat umum mengalami kelangkaan. Disinyalir meningkatnya permintaan tersebut disebabkan banyaknya hajatan. Bahkan, pihaknya sempat mengajukan tambahan pasokan untuk Jepara hingga lima persen.

Baca Juga :  PLN Amankan Pasokan Batu Bara ke PLTU

Meski begitu, pihaknya tetap berharap adanya penambahan itu bisa memenuhi kebutuhan elpiji melon bagi masyarakat Jepara. Sebagai upaya antisipasi kelangkaan, pihaknya berencana rutin mengadakan pengawasan bersama pihak Pertamina.

Oleh sebab itu, dirinya meginstruksikan kepada para agen atau pangkalan elpiji tiga kilogram di Jepara untuk mencermati pendistribusiannya. Yaitu 40 persen ke pengecer, 30 persen untuk kebutuhan rumah tangga, dan 30 persen sisanya ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). ”Mudah-mudahan dengan pengawasan bersama, ketepatan sasaran distribusi elpiji bisa lebih baik,” imbuh Heru.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/