alexametrics
24.9 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

BPJamsostek Kudus Dukung Gerakan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

KUDUS – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJamsostek) Kudus terus berinovasi, Bersama Pemkab Kudus BPJamsostek memberi perlindungan kepada pekerja rumah tangga.

Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Muhammad Riadh mengatakan sangat mengapresiasi Pemkab Kudus yang bersedia melaksanakan kerja sama dalam menyukseskan program Gerakan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (Gaperta).

“Kalau belum didaftarkan, ketika mengalami kecelakaan kerja tentunya majikan memiliki tanggung jawab untuk biaya pengobatannya dan tanggung jawab sosial lainnya. Berbeda ketika ada jaminan sosial ketenagakerjaan tidak perlu mengeluarkan dana untuk pengobatan hingga sembuh,” ujarnya.


Dia mengatakan, iurannya juga sangat terjangkau. Karena setiap bulannya hanya Rp16.800 untuk dua program, yakni jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM). Raidh menambahkan, untuk pekerja formal sudah pasti dijamin oleh perusahaan, sedangkan pekerja informal termasuk pekerja rumah tangga (PRT) selama ini masih terkendal yang menjamin.

Baca Juga :  Duh, Tunggakan Retribusi di Pasar Kliwon Kudus Capai Rp 3 Miliar

Dia mengatakan PRT menjadi kepesertaan BPJamsostek. Apabila, mengalami kecelakaan kerja, maka biaya pengobatannya ditanggung BPJamsostek. “Kami juga bekerja sama dengan tim PKK Kudus,” katanya.

Ketua TP PKK Kudus Mawar Anggraeni, mengatakan siap mendukung Gaperta untuk meningkatkan perlindungan pekerja rumah tangga, mengingat resiko kerja yang dihadapi mereka yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga.

“Pemerintah telah mengeluarkan peraturan soal jaminan sosial ketenagkerjaan. Dengan demikian setiap pekerja juga berhak mendapatkan perlindungan sosial ketenagakerjaan, termasuk pekerja informal karena risiko kerja dapat terjadi kapanpun,” kata Mawar.

Oleh karena itulah, dia mengajak, masyarakat Kudus yang memiliki pekerja rumah tangga untuk didaftarkan sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan sehingga ketika mengalami kecelakaan kerja bisa terhindar dari resiko sosial. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJamsostek) Kudus terus berinovasi, Bersama Pemkab Kudus BPJamsostek memberi perlindungan kepada pekerja rumah tangga.

Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Muhammad Riadh mengatakan sangat mengapresiasi Pemkab Kudus yang bersedia melaksanakan kerja sama dalam menyukseskan program Gerakan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (Gaperta).

“Kalau belum didaftarkan, ketika mengalami kecelakaan kerja tentunya majikan memiliki tanggung jawab untuk biaya pengobatannya dan tanggung jawab sosial lainnya. Berbeda ketika ada jaminan sosial ketenagakerjaan tidak perlu mengeluarkan dana untuk pengobatan hingga sembuh,” ujarnya.

Dia mengatakan, iurannya juga sangat terjangkau. Karena setiap bulannya hanya Rp16.800 untuk dua program, yakni jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM). Raidh menambahkan, untuk pekerja formal sudah pasti dijamin oleh perusahaan, sedangkan pekerja informal termasuk pekerja rumah tangga (PRT) selama ini masih terkendal yang menjamin.

Baca Juga :  Pasokan Batu Bara Terjamin, PLN Pastikan Keandalan Listrik ke Pelanggan

Dia mengatakan PRT menjadi kepesertaan BPJamsostek. Apabila, mengalami kecelakaan kerja, maka biaya pengobatannya ditanggung BPJamsostek. “Kami juga bekerja sama dengan tim PKK Kudus,” katanya.

Ketua TP PKK Kudus Mawar Anggraeni, mengatakan siap mendukung Gaperta untuk meningkatkan perlindungan pekerja rumah tangga, mengingat resiko kerja yang dihadapi mereka yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga.

“Pemerintah telah mengeluarkan peraturan soal jaminan sosial ketenagkerjaan. Dengan demikian setiap pekerja juga berhak mendapatkan perlindungan sosial ketenagakerjaan, termasuk pekerja informal karena risiko kerja dapat terjadi kapanpun,” kata Mawar.

Oleh karena itulah, dia mengajak, masyarakat Kudus yang memiliki pekerja rumah tangga untuk didaftarkan sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan sehingga ketika mengalami kecelakaan kerja bisa terhindar dari resiko sosial. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/