alexametrics
31.6 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Masih Langka, Pemkab Jepara Minta Tambahan Kuota Fakultatif 5 Persen

JEPARA – Kebutuhan elpiji ukuran tiga kilogram di Jepara diperkirakan kembali lancar memasuki Muharram atau Bulan Suro. Seiring berkurangnya kegiatan hajatan pernikahan maupun sunatan. Namun kenyataannya, masih ada laporan kesulitan mencari stok.

Menyikapi itu, Pemkab Jepara kemarin mengajukan pemenambahan alokasi kuota fakultatif hingga lima persen dari alokasi biasanya. Dalam setahun, alokasi elpiji tiga kilogram dari Pertamina untuk Jepara kuotanya 10,981 juta tabung. Sedangkan per bulan rata-rata dialokasi 914 ribu tabung.

Iwan, 29, warga Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, mengatakan, dua hari terakhir dia mencari elpiji melon hingga lima toko. Namun semuanya kosong. ”Untuk keperluan makan saya jajan. Karena saya tinggal sendiri,” ujarnya.


Kasubbag Sumber Daya Alam Bagian Perekonomian Kabupaten Jepara Heru Sutamaji mengaku, hingga kemarin masih ada laporan terkait kelangkaan elpiji melon. Hampir merata di beberapa kecamatan di Kabupaten Jepara. Kelangkaan itu bukan karena adanya penimbunan elpiji. ”Kami sudah koordinasi dengan kepolisian. Memang tidak ada kalau itu (penimbunan, Red),” tegasnya.

Baca Juga :  Tarif Listrik Indonesia Lebih Murah Dibanding Negara Kawasan ASEAN

Kelangkaan karena sektor usaha kecil kembali menggeliat. Seiring pelonggaran PPKM. ”Kelangkaan elpiji hanya terjadi di Kota Jepara dan kecamatan sekitarnya. Di Karimunjawa hingga masih aman,” imbuhnya.

Dengan rencana tambahan kuota fakultatif elpiji melon, dia berharap kelangkaan teratasi. Perkiraannya tambahan kuota itu paling lama tiba sepekan ke depan.

Dia juga meginstruksikan para agen atau pangkalan elpiji melon untuk mencermati pendistribusian. ”Harus 40 persen ke pengecer, 30 persen untuk kebutuhan rumah tangga, dan 30 persen ke UMKM,” ujarnya. (rom)

JEPARA – Kebutuhan elpiji ukuran tiga kilogram di Jepara diperkirakan kembali lancar memasuki Muharram atau Bulan Suro. Seiring berkurangnya kegiatan hajatan pernikahan maupun sunatan. Namun kenyataannya, masih ada laporan kesulitan mencari stok.

Menyikapi itu, Pemkab Jepara kemarin mengajukan pemenambahan alokasi kuota fakultatif hingga lima persen dari alokasi biasanya. Dalam setahun, alokasi elpiji tiga kilogram dari Pertamina untuk Jepara kuotanya 10,981 juta tabung. Sedangkan per bulan rata-rata dialokasi 914 ribu tabung.

Iwan, 29, warga Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, mengatakan, dua hari terakhir dia mencari elpiji melon hingga lima toko. Namun semuanya kosong. ”Untuk keperluan makan saya jajan. Karena saya tinggal sendiri,” ujarnya.

Kasubbag Sumber Daya Alam Bagian Perekonomian Kabupaten Jepara Heru Sutamaji mengaku, hingga kemarin masih ada laporan terkait kelangkaan elpiji melon. Hampir merata di beberapa kecamatan di Kabupaten Jepara. Kelangkaan itu bukan karena adanya penimbunan elpiji. ”Kami sudah koordinasi dengan kepolisian. Memang tidak ada kalau itu (penimbunan, Red),” tegasnya.

Baca Juga :  BKK Purwodadi Resmikan Gedung Baru, Lebih Nyaman dan Representatif

Kelangkaan karena sektor usaha kecil kembali menggeliat. Seiring pelonggaran PPKM. ”Kelangkaan elpiji hanya terjadi di Kota Jepara dan kecamatan sekitarnya. Di Karimunjawa hingga masih aman,” imbuhnya.

Dengan rencana tambahan kuota fakultatif elpiji melon, dia berharap kelangkaan teratasi. Perkiraannya tambahan kuota itu paling lama tiba sepekan ke depan.

Dia juga meginstruksikan para agen atau pangkalan elpiji melon untuk mencermati pendistribusian. ”Harus 40 persen ke pengecer, 30 persen untuk kebutuhan rumah tangga, dan 30 persen ke UMKM,” ujarnya. (rom)

Most Read

Artikel Terbaru

/