alexametrics
24.1 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Semen Gresik Gunakan Limbah Jagung sebagai Alternatif Fuel

REMBANG PT Semen Gresik (PTSG) melaksanakan pengumpanan perdana penggunaan energi terbarukan limbah bonggol jagung sebagai bahan bakar alternatif proses produksi ramah lingkungan. Kegiatan itu, dilaksanakan Plt Direktur Utama SIG Fadjar Judisiawan bersama jajaran manajemen PT SG di area pabrik Rembang pada Rabu (8/12) lalu.

PTSG memanfaatkan limbah bonggol jagung sebagai energi alternative fuel (bahan bakar alternatif) guna meningkatkan keunggulan operasional, sebagai industri semen yang efisien dan ramah lingkungan. Sekaligus membangun ekonomi sirkular untuk pemberdayaan masyarakat di sekitar perusahaan.

Direktur Utama PT SG Subhan mengungkapkan, penggunaan limbah bonggol jagung sebagai bahan bakar alternatif merupakan komitmen turut mengembangkan industri hijau, sekaligus upaya memberdayakan masyarakat.


Mengacu data BPS Kabupaten Rembang dan data RPJMD 2021-2026, hasil produksi tanaman jagung pada 2019 dan 2020 naik dari 123.973 ton menjadi 147.647 ton. Demikian pula limbah bonggol jagung yang dihasilkan dari 24.794 ton pada 2019, meroket menjadi 29.529 ton pada 2020.

Baca Juga :  Jadi Mitra Binaan Semen Gresik, Bos Makanan Ringan Disabilitas Raup Omzet Puluhan Juta

”Tingginya limbah bonggol jagung ini, Semen Gresik terpanggil untuk memanfaatkan guna mengatasi dampak lingkungan yang lebih luas. Sisi yang lain, ada upaya optimalisasi dalam program kemitraan dengan masyarakat,” kata Subhan kemarin.

Subhan menjelaskan, pemanfaatan limbah jagung menjadi bagian dari continuous improvement, agar operasional pabrik lebih efisien dan mengurangi tingkat polusi udara, karena rendah emisi.

Bonggol jagung lebih ekonomis, karena 1 ton bisa menggantikan 0,06 ton batu bara. ”Sebagai bahan bakar alternatif, kebutuhan bonggol jagung dalam jangka panjang diharapkan dapat terserap optimal hingga 80 ton per hari,” jelasnya.

Plt Direktur Utama SIG Fadjar Judisiawan menyampaikan apresiasi kepada Semen Gresik yang telah menerapkan tiga strategi di tengah tantangan industri semen yang kian ketat. Yaitu inovasi, kolaborasi, dan proaktif. ”Melalui inovasi menggunakan bonggol jagung, saya menaruh harapan besar, agar PT SG menjadi perusahaan yang komitmen atas keberlanjutan lingkungan,” imbuhnya. (lin)

REMBANG PT Semen Gresik (PTSG) melaksanakan pengumpanan perdana penggunaan energi terbarukan limbah bonggol jagung sebagai bahan bakar alternatif proses produksi ramah lingkungan. Kegiatan itu, dilaksanakan Plt Direktur Utama SIG Fadjar Judisiawan bersama jajaran manajemen PT SG di area pabrik Rembang pada Rabu (8/12) lalu.

PTSG memanfaatkan limbah bonggol jagung sebagai energi alternative fuel (bahan bakar alternatif) guna meningkatkan keunggulan operasional, sebagai industri semen yang efisien dan ramah lingkungan. Sekaligus membangun ekonomi sirkular untuk pemberdayaan masyarakat di sekitar perusahaan.

Direktur Utama PT SG Subhan mengungkapkan, penggunaan limbah bonggol jagung sebagai bahan bakar alternatif merupakan komitmen turut mengembangkan industri hijau, sekaligus upaya memberdayakan masyarakat.

Mengacu data BPS Kabupaten Rembang dan data RPJMD 2021-2026, hasil produksi tanaman jagung pada 2019 dan 2020 naik dari 123.973 ton menjadi 147.647 ton. Demikian pula limbah bonggol jagung yang dihasilkan dari 24.794 ton pada 2019, meroket menjadi 29.529 ton pada 2020.

Baca Juga :  BRI Cabang Purwodadi Bantu Korban Banjir Cingkrong

”Tingginya limbah bonggol jagung ini, Semen Gresik terpanggil untuk memanfaatkan guna mengatasi dampak lingkungan yang lebih luas. Sisi yang lain, ada upaya optimalisasi dalam program kemitraan dengan masyarakat,” kata Subhan kemarin.

Subhan menjelaskan, pemanfaatan limbah jagung menjadi bagian dari continuous improvement, agar operasional pabrik lebih efisien dan mengurangi tingkat polusi udara, karena rendah emisi.

Bonggol jagung lebih ekonomis, karena 1 ton bisa menggantikan 0,06 ton batu bara. ”Sebagai bahan bakar alternatif, kebutuhan bonggol jagung dalam jangka panjang diharapkan dapat terserap optimal hingga 80 ton per hari,” jelasnya.

Plt Direktur Utama SIG Fadjar Judisiawan menyampaikan apresiasi kepada Semen Gresik yang telah menerapkan tiga strategi di tengah tantangan industri semen yang kian ketat. Yaitu inovasi, kolaborasi, dan proaktif. ”Melalui inovasi menggunakan bonggol jagung, saya menaruh harapan besar, agar PT SG menjadi perusahaan yang komitmen atas keberlanjutan lingkungan,” imbuhnya. (lin)


Most Read

Artikel Terbaru

/