alexametrics
26.3 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Simak Tips dan Trik Teknik Berboncengan yang Benar

KUDUS – Seringkali kita mendengar istilah “berboncengan” yang artinya ada lebih dari satu orang duduk di atas sepeda motor untuk melakukan aktivitas berkendara. Ternyata berboncengan pun ada tips dan trik yang benar agar aman bagi pengendara maupun saudara atau rekan yang dibonceng atau sebutan lainnya pembonceng.

Ketika berboncengan, perlu adanya keselarasan dan koordinasi antara pengendara dan pembonceng. Tujuannya supaya berkendara menjadi lebih aman dan nyaman, dari kesesuaian posisi duduk, dan gerakan seirama sehingga bersama- sama menjaga keseimbangan sepeda motor yang optimal saat berkendara.

Untuk itu, berikut tips dan trik posisi riding postur berboncengan yang benar. Ada tiga postur yang harus diperhatikan pembonceng. Pertama adalah posisi tangan. Tangan kedepan dan merangkul ringan di bagian perut pengendara berfungsi sebagai sensor pengendara untuk mengetahui reaksi pembonceng terhadap gaya dorong motor. Selain itu, juga sebagai pegangan pembonceng agar badan tidak mengayun ke belakang.


Kedua, adalah posisi lutut. Lutut menjepit ringan pinggang pengendara. Dengan posisi ini membantu pembonceng mudah menjaga keseimbangan tubuhnya diatas motor dengan kaki nya.

Baca Juga : 

Ketiga, adalah posisi kaki berada di atas footstep. Sebagai sikap duduk yang sempurna ketika membonceng sekaligus mampu membantu menahan berat tubuh pembonceng ketika terjadi pengereman.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Alfian Dian Pradana menjelaskan, dengan menggunakan tiga postur berbon cengan tersebut, pembonceng akan cepat merespon gerakan-gerakan yang dilakukan oleh pengendara. Juga sebaliknya pengendara juga mendapatkan reaksi dari pembonceng sehingga mampu menyesuaikan kendali motornya agar selalu seimbang dan terkendali.

Pengendara juga harus sadar bahwa ketika berboncengan, maka beban bertambah sehingga butuh keahlian lebih dan jarak pengereman yang akan makin panjang sebagai kunci dasar #cari_aman saat berkendara.

“Perlu disadari bahwa pembonceng memiliki resiko yang sama dengan pengendara saat terjadi kecelakaan, bahkan banyak fakta dilapangan saat terjadi kecelakaan pembonceng memiliki resiko yang lebih parah, maka dari itu kita perlu ketahui dasar-dasar pengetahuan keselamatan berkendara untuk mengurangi resiko yang mungkin terjadi dan jangan lupa tetap #Cari_Aman saat berkendara,” tutup Alfian. (lia)

KUDUS – Seringkali kita mendengar istilah “berboncengan” yang artinya ada lebih dari satu orang duduk di atas sepeda motor untuk melakukan aktivitas berkendara. Ternyata berboncengan pun ada tips dan trik yang benar agar aman bagi pengendara maupun saudara atau rekan yang dibonceng atau sebutan lainnya pembonceng.

Ketika berboncengan, perlu adanya keselarasan dan koordinasi antara pengendara dan pembonceng. Tujuannya supaya berkendara menjadi lebih aman dan nyaman, dari kesesuaian posisi duduk, dan gerakan seirama sehingga bersama- sama menjaga keseimbangan sepeda motor yang optimal saat berkendara.

Untuk itu, berikut tips dan trik posisi riding postur berboncengan yang benar. Ada tiga postur yang harus diperhatikan pembonceng. Pertama adalah posisi tangan. Tangan kedepan dan merangkul ringan di bagian perut pengendara berfungsi sebagai sensor pengendara untuk mengetahui reaksi pembonceng terhadap gaya dorong motor. Selain itu, juga sebagai pegangan pembonceng agar badan tidak mengayun ke belakang.

Kedua, adalah posisi lutut. Lutut menjepit ringan pinggang pengendara. Dengan posisi ini membantu pembonceng mudah menjaga keseimbangan tubuhnya diatas motor dengan kaki nya.

Baca Juga :  Mengenal Empat Tanaman Endemik yang Terancam Punah di Indonesia

Ketiga, adalah posisi kaki berada di atas footstep. Sebagai sikap duduk yang sempurna ketika membonceng sekaligus mampu membantu menahan berat tubuh pembonceng ketika terjadi pengereman.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Alfian Dian Pradana menjelaskan, dengan menggunakan tiga postur berbon cengan tersebut, pembonceng akan cepat merespon gerakan-gerakan yang dilakukan oleh pengendara. Juga sebaliknya pengendara juga mendapatkan reaksi dari pembonceng sehingga mampu menyesuaikan kendali motornya agar selalu seimbang dan terkendali.

Pengendara juga harus sadar bahwa ketika berboncengan, maka beban bertambah sehingga butuh keahlian lebih dan jarak pengereman yang akan makin panjang sebagai kunci dasar #cari_aman saat berkendara.

“Perlu disadari bahwa pembonceng memiliki resiko yang sama dengan pengendara saat terjadi kecelakaan, bahkan banyak fakta dilapangan saat terjadi kecelakaan pembonceng memiliki resiko yang lebih parah, maka dari itu kita perlu ketahui dasar-dasar pengetahuan keselamatan berkendara untuk mengurangi resiko yang mungkin terjadi dan jangan lupa tetap #Cari_Aman saat berkendara,” tutup Alfian. (lia)

Most Read

Artikel Terbaru

/