alexametrics
29.7 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Dirut Baru PLN Siap Lanjutkan Transformasi Korporasi

JAKARTA – Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo akan melanjutkan transformasi di segala lini untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan, sehingga dapat mendongkrak perekonomian nasional. Hal ini menjadi salah satu amanat pemerintah kepada Darmawan saat dilantik sebagai nakhoda PLN.

”Tadi, kami sudah mendapat perintah langsung dari Pak Menteri BUMN. Pak Erick memberi arahan untuk melanjutkan transformasi PLN,” kata Darmawan saat berbicang dengan awak media di Kantor Pusat PLN, Jakarta, (6/12).

Menurutnya, PLN akan memperkokoh fondasi yang sudah diletakkan Dirut PLN sebelumnya Zulkifli Zaini, yaitu transformasi korporasi di segala lini.


”Kami sepenuh hati akan menjalankan arahan Bapak Presiden, kebijakan strategis yang diberikan Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, dan Kementerian Keuangan dengan meneruskan program yang telah dijalankan BoD PLN di bawah kepemimpinan Pak Zulkifili Zaini yang luar biasa,” kata pria yang pernah menjabat sebagai komisaris PLN pada 2018-2019 ini.

Sejak April 2020, PLN menjalankan program transformasi sebagai langkah penting perusahaan. Melalui empat pilar, yakni green, lean, innovative, dan customer focused. Restrukturisasi korporasi juga akan terus dijalankan, agar perusahaan semakin lincah dalam menghadapi tantangan.

LEBIH HEMAT: Mobil listrik yang di-launching PLN digadang untuk mengurangi polusi serta lebih hemat. (PLN FOR RADAR KUDUS)

Darmawan mengungkapkan, tranformasi dilatarbelakangi arahan Presiden Jokowi dan kebijakan pemerintah dalam mengelola secara optimal cadangan daya, mempersiapkan transisi energi, menjadi penggerak pemulihan ekonomi nasional pasca-Covid-19.

Dalam transisi energi ini, tantangan sektor ketenagalistrikan akan menjadi semakin kompleks dan dituntut melakukannya tanpa membebani APBN dan masyarakat. Harapannya, target net zero emission pada 2060 seperti yang dicanangkan pemerintah mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.

Untuk menunjang target itu, pemerintah telah mengesahkan RUPTL 2021-2030 yang memperioritaskan penggunaan pembangkit berbasis EBT sebesar 51 persen. ”Ini tugas khusus. Masa transisi ini harus berjalan dengan smooth. Investasi, inovasi, teknologi, dan kolaborasi akan kami galakkan. Tentunya sesuai dengan arahan presiden. Proses transisi juga jangan membebani APBN,” ujar lulusan program Post Doctoral di Nicholas Institute Duke University, Amerika Serikat ini.

Tak hanya melanjutkan transformasi dan transisi energi, Darmawan juga mendapat tugas mengatasi kelebihan pasokan listrik (oversupply). Untuk mengatasi, dia memiliki tiga strategi utama yang akan dijalankan PLN. ”Tadi kami sudah mendapat perintah langsung dari Pak Menteri BUMN. Pak Erick memberi arahan untuk kami di PLN bisa menyelesaikan kondisi oversupply,” kata Darmawan.

Baca Juga :  Investasi Rp 87,7 T, PLN Bangun 175 Infrastruktur Kelistrikan pada 2021

Strategi pertama, memasifkan kendaraan listrik dan meningkatkan electrifiying lifestyle. Dengan penggunaan kendaraan listrik, selain bisa meningkatkan konsumsi listrik nasional juga bisa meningkatkan efisiensi masyarakat dari sisi pengeluaran biaya energi. Bayangkan saja dengan 1 kwh listrik seharga Rp 1.444,7 bisa menempuh 10 km. Jika dibandingkan BBM untuk 1 liter bensin Rp 9.000 dengan jarak tempu yang sama. ”Ini jauh lebih hemat bagi masyarakat. Juga di satu sisi, langkah ini akan berdampak pada neraca perdagangan kita. dengan mengurangi beban impor minyak mentah,” ujarnya.

Kedua, PLN juga semakin fokus menggiatkan program electriying agriculture dengan menyasar para petani dan petambak. Dengan program ini, PLN menggantikan alat operasional pertanian dan petambak ikan yang tadinya berbasis diesel menjadi berbasis listrik. ”Petani dan petambak jadi lebih hemat dan peralatan jauh lebih tidak bising. Juga bisa meningkatkan produktivitas mereka,” terangnya.

Ketiga, PLN menyasar captive market. Selama ini, masih banyak industri yang menggunakan pembangkit listrik sendiri. PLN menawarkan untuk industri beralih ke listrik PLN, agar lebih efisien dalam sisi operasional. ”Dengan menyerahkan pasokan listrik ke PLN, industri bisa lebih fokus dalam mengoptimalkan produksi dan utilitasnya,” katanya.

Tentunya, PLN  harus bekerja sama dan kolaborasi dengan para stakeholder, agar program ini dapat berjalan dengan lancar. Lebih dari itu, langkah itu akan dikoordinasikan dan diharmonisasikan dengan kebijakan kementerian, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan industri dan masyarakat.

“Kami mohon dukungan, bimbingan, masukan, kerja sama, dan kolaborasi, sehingga kehadiran PLN makin memberikan manfaat dan kebaikan bagi negeri,” harapnya.

Darmawan juga berjanji akan melanjutkan apa yang sudah dicanangkan dalam transformasi PLN untuk mencapai visi bersama seluruh anggota perusahaan. ”Tentu kepemimpinan Pak Zulkifli Zaini sudah membangun fondasi transformasi. Ini akan kami lanjutkan, agar visi perusahaan dapat tercapai dan PLN akan terus menerangi Indonesia,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN 2021 memutuskan mengangkat dan menetapkan Darmawan sebagai direktur utama PLN. Menggantikan Zulkifli Zaini. Surat Keputusan RUPS disampaikan Menteri BUMN di Kantor Pusat PT PLN (Persero) Jakarta dan berlaku sejak 6 Desember. (lin)

JAKARTA – Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo akan melanjutkan transformasi di segala lini untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan, sehingga dapat mendongkrak perekonomian nasional. Hal ini menjadi salah satu amanat pemerintah kepada Darmawan saat dilantik sebagai nakhoda PLN.

”Tadi, kami sudah mendapat perintah langsung dari Pak Menteri BUMN. Pak Erick memberi arahan untuk melanjutkan transformasi PLN,” kata Darmawan saat berbicang dengan awak media di Kantor Pusat PLN, Jakarta, (6/12).

Menurutnya, PLN akan memperkokoh fondasi yang sudah diletakkan Dirut PLN sebelumnya Zulkifli Zaini, yaitu transformasi korporasi di segala lini.

”Kami sepenuh hati akan menjalankan arahan Bapak Presiden, kebijakan strategis yang diberikan Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, dan Kementerian Keuangan dengan meneruskan program yang telah dijalankan BoD PLN di bawah kepemimpinan Pak Zulkifili Zaini yang luar biasa,” kata pria yang pernah menjabat sebagai komisaris PLN pada 2018-2019 ini.

Sejak April 2020, PLN menjalankan program transformasi sebagai langkah penting perusahaan. Melalui empat pilar, yakni green, lean, innovative, dan customer focused. Restrukturisasi korporasi juga akan terus dijalankan, agar perusahaan semakin lincah dalam menghadapi tantangan.

LEBIH HEMAT: Mobil listrik yang di-launching PLN digadang untuk mengurangi polusi serta lebih hemat. (PLN FOR RADAR KUDUS)

Darmawan mengungkapkan, tranformasi dilatarbelakangi arahan Presiden Jokowi dan kebijakan pemerintah dalam mengelola secara optimal cadangan daya, mempersiapkan transisi energi, menjadi penggerak pemulihan ekonomi nasional pasca-Covid-19.

Dalam transisi energi ini, tantangan sektor ketenagalistrikan akan menjadi semakin kompleks dan dituntut melakukannya tanpa membebani APBN dan masyarakat. Harapannya, target net zero emission pada 2060 seperti yang dicanangkan pemerintah mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.

Untuk menunjang target itu, pemerintah telah mengesahkan RUPTL 2021-2030 yang memperioritaskan penggunaan pembangkit berbasis EBT sebesar 51 persen. ”Ini tugas khusus. Masa transisi ini harus berjalan dengan smooth. Investasi, inovasi, teknologi, dan kolaborasi akan kami galakkan. Tentunya sesuai dengan arahan presiden. Proses transisi juga jangan membebani APBN,” ujar lulusan program Post Doctoral di Nicholas Institute Duke University, Amerika Serikat ini.

Tak hanya melanjutkan transformasi dan transisi energi, Darmawan juga mendapat tugas mengatasi kelebihan pasokan listrik (oversupply). Untuk mengatasi, dia memiliki tiga strategi utama yang akan dijalankan PLN. ”Tadi kami sudah mendapat perintah langsung dari Pak Menteri BUMN. Pak Erick memberi arahan untuk kami di PLN bisa menyelesaikan kondisi oversupply,” kata Darmawan.

Baca Juga :  Semen Gresik Gelar Healthy Challenges 2021

Strategi pertama, memasifkan kendaraan listrik dan meningkatkan electrifiying lifestyle. Dengan penggunaan kendaraan listrik, selain bisa meningkatkan konsumsi listrik nasional juga bisa meningkatkan efisiensi masyarakat dari sisi pengeluaran biaya energi. Bayangkan saja dengan 1 kwh listrik seharga Rp 1.444,7 bisa menempuh 10 km. Jika dibandingkan BBM untuk 1 liter bensin Rp 9.000 dengan jarak tempu yang sama. ”Ini jauh lebih hemat bagi masyarakat. Juga di satu sisi, langkah ini akan berdampak pada neraca perdagangan kita. dengan mengurangi beban impor minyak mentah,” ujarnya.

Kedua, PLN juga semakin fokus menggiatkan program electriying agriculture dengan menyasar para petani dan petambak. Dengan program ini, PLN menggantikan alat operasional pertanian dan petambak ikan yang tadinya berbasis diesel menjadi berbasis listrik. ”Petani dan petambak jadi lebih hemat dan peralatan jauh lebih tidak bising. Juga bisa meningkatkan produktivitas mereka,” terangnya.

Ketiga, PLN menyasar captive market. Selama ini, masih banyak industri yang menggunakan pembangkit listrik sendiri. PLN menawarkan untuk industri beralih ke listrik PLN, agar lebih efisien dalam sisi operasional. ”Dengan menyerahkan pasokan listrik ke PLN, industri bisa lebih fokus dalam mengoptimalkan produksi dan utilitasnya,” katanya.

Tentunya, PLN  harus bekerja sama dan kolaborasi dengan para stakeholder, agar program ini dapat berjalan dengan lancar. Lebih dari itu, langkah itu akan dikoordinasikan dan diharmonisasikan dengan kebijakan kementerian, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan industri dan masyarakat.

“Kami mohon dukungan, bimbingan, masukan, kerja sama, dan kolaborasi, sehingga kehadiran PLN makin memberikan manfaat dan kebaikan bagi negeri,” harapnya.

Darmawan juga berjanji akan melanjutkan apa yang sudah dicanangkan dalam transformasi PLN untuk mencapai visi bersama seluruh anggota perusahaan. ”Tentu kepemimpinan Pak Zulkifli Zaini sudah membangun fondasi transformasi. Ini akan kami lanjutkan, agar visi perusahaan dapat tercapai dan PLN akan terus menerangi Indonesia,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN 2021 memutuskan mengangkat dan menetapkan Darmawan sebagai direktur utama PLN. Menggantikan Zulkifli Zaini. Surat Keputusan RUPS disampaikan Menteri BUMN di Kantor Pusat PT PLN (Persero) Jakarta dan berlaku sejak 6 Desember. (lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/