Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Implementasi Industri Hijau Semen Gresik, Manfaatkan Alternative Fuel

A
Penulis: Ali Mustofa❯
PRAKTIK: Pemateri sekaligus instruktur modul dari dokter perusahaan PTSG mengisi Program Kelompok Belajar (Kejar) K3 di Gedung Tanah Liat Pabrik Rembang Jumat (11/12). (PT SEMEN GRESIK FOR RADAR KUDUS)
PRAKTIK: Pemateri sekaligus instruktur modul dari dokter perusahaan PTSG mengisi Program Kelompok Belajar (Kejar) K3 di Gedung Tanah Liat Pabrik Rembang Jumat (11/12). (PT SEMEN GRESIK FOR RADAR KUDUS)
REMBANG - PT Semen Gredik (PTSG) terus mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku dan bahan bakar alternatif atau Alternative Fuel & Raw Material (AFR) sebagai pengganti bahan baku dan bahan bakar utama dengan tujuan penghematan sumber daya dan penggunaan bahan baku serta energi yang ramah lingkungan.

Kepala Departemen Produksi dan Pemeliharaan PTSG, Mochmad Syaiful, menandaskan penggunaan AFR bertujuan sebagai salah satu solusi mengatasi limbah, meminimalisasi emisi, mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam tidak terbarukan, dan mengurangi emisi CO2 sehingga berperan menekan pemanasan global.

'”Pemanfaatan limbah sebagai bahan baku atau bahan bakar alternatif merupakan bentuk komitmen perusahaan mendukung program industri hijau yang ramah lingkungan. Selain itu, mengurangi harga pokok produksi karena membatasi penggunaan bahan bakar utama yaitu batu bara dan solar industri,”' kata Syaiful dalam siaran persnya, Senin (07/03).

Photo
Photo
ASRI: Panen Raya Jagung di area pertanian sekitar perusahaan. Limbah Bonggol Jagung hasil panen raya tersebut dimanfaatkan PTSG sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen. (PT SEMEN GRESIK FOR RADAR KUDUS)

Peningkatan alternative fuel selama tahun 2021, kata Syaiful, dari sisi subtitusi energi panas atau Thermal Substitution Rate (TSR) naik sebesar 218 persen jika dibanding 2020. Sedangkan kebutuhan batubara perseroan selama 2021 mampu mencatatkan TSR 122 persen di atas target.

'”Penggunaan alternative fuel tentu menghemat harga pokok produksi, karena mengurangi konsumsi bahan bakar utama yaitu batu bara dan solar yang merupakan sumber daya yang tidak terbarukan, serta mengurangi emisi gas khususnya CO2. Hal ini sejalan dengan roadmap perusahaan dalam program konservasi energi,”' tegas Syaiful.

Di sisi lain, sambung dia, pendapatan tambahan juga dari program polluter payment yang membakar limbahnya di pabrik milik Semen Gresik. Mereka yang memiliki limbah SBE dan bottom ash bisa memanfaatkan fasilitas pabrik ini untuk memusnahkan kedua material tersebut dalam proses produksi semen.

”Pabrik atau penghasil limbah dapat bersinergi dengan kami atas setiap ton yang dimusnahkan yang kami estimasikan bisa mencapai 40.000 sampai 50.000 ton per tahunnya. Tahun 2021 yang merupakan masa pandemi Covid-19, kami juga telah memusnahkan 32,18 ton limbah medis,”' tambahnya.

Lanjut Syaiful, beberapa bahan alternatif digunakan Semen Gresik dalam proses produksi. Untuk bahan alternative fuel menggunakan limbah internal seperti oli bekas, filter PPU bekas, dan majun (lap) bekas. Selain itu juga sudah memanfaatkan limbah bonggol jagung yang banyak diperoleh di Kabupaten Rembang dan limbah sepatu. Sedangkan untuk bahan alternative raw materials menggunakan Spent Bleaching Earth (SBE), De-Oiled Bleaching Earth (DOBE), fly ash, dan bottom ash. (ali)

 

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Bertahan di Tengah Gempuran Plastik, Perajin Bambu Kudus Terus Berinovasi Jaga Warisan Anyaman Tradisional

Bertahan di Tengah Gempuran Plastik, Perajin Bambu Kudus Terus Berinovasi Jaga Warisan Anyaman Tradisional

Di tengah maraknya penggunaan plastik dan minimnya regenerasi perajin, Sumitri tetap mempertahankan usaha anyaman bambu "Bambu Kreatif" di Desa Jepang, Mejobo, Kudus dengan terus berinovasi mengikuti tren pasar.

Tradisi Kurban Ramah Lingkungan di Kudus, Ribuan Bungkus Daging Pakai Daun Jati

Tradisi Kurban Ramah Lingkungan di Kudus, Ribuan Bungkus Daging Pakai Daun Jati

Mengurangi ketergantungan penggunaan plastik untuk pembungkusan daging hewan kurban diterapkan oleh panitia kurban RM) Desa Burikan, Kecamatan Kota, Kudus.

Genjot Industri Hijau, Pemprov Jateng Siapkan Insentif Pajak Bagi Perusahaan Ramah Lingkungan

Genjot Industri Hijau, Pemprov Jateng Siapkan Insentif Pajak Bagi Perusahaan Ramah Lingkungan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memberikan stimulus nyata bagi pelaku usaha yang menerapkan prinsip ramah lingkungan. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer