alexametrics
32.5 C
Kudus
Friday, August 12, 2022

Terus Pantau Harga, Stok Sembako di Pati Aman

PATI – Pemantauan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar tradisional dilakukan setiap hari Dinas Perdagangan dan Prindustrian Kabupaten Pati. Hal ini untuk memantau ketersediaan dan gejolak harga.

“Pemantauan secara rutin terus kami lakukan, untuk mengetahui perkembangan harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional. Hasil pantauan hari ini ketersediaan bahan pokok masih tercukupi dengan baik,” terang Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati Hadi Santosa.

Lebih lanjut, seperti tahun-tahun lalu, menjelang pergantian tahun biasanya terjadi kenaikan beberapa komoditi kebutuhan pokok masyarakat. Karena biasanya ada peningkatan kegiatan masyarakat, maupun peristiwa-peristiwa penting dan fluktuasi harga komoditi di tingkat internasional. Karena itu, lanjut Hadi, menjadi penting harga-harga komoditas ini diinformasikan kepada masyarakat agar dapat disikapi dengan bijak.


Dari hasil pemantauan pada Senin, 6 Desember 2021 di Pasar Puri Baru, hampir seluruh harga kebutuhan pokok masih stabil, tidak ada penurunan dan kenaikan harga barang yang signifikan. Kenaikan paling besar 7 persen, yaitu antara Rp 2 ribu sampai 5 ribu rupiah. Sedangkan penurunan harga paling besar Rp 2 ribu rupiah.

Kebutuhan pokok yang cenderung stabil harganya seperti komoditas beras, misalnya baik jenis IR 64 kw premium dan medium harganya tetap antara Minggu dan Senin kemarin. Untuk premium Rp 10 ribu perkilogram dan medium Rp 9 ribu.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamax Naik, Harga Sembako di Kudus masih ”Adem Ayem”

Komoditas lain juga sama, gula pasir harganya sabil 13 ribu, minyak goreng botol Rp 19 ribu dan tanpa merk Rp 18 ribu per liter. Harga daging juga terpantau stabil. Daging sapi murni Rp 110 ribu perkilogram, sanding lamur Rp 40 ribu, tetelan Rp 60 ribu, ayam boiler Rp 33 ribu, dan ayam kampung Rp 85 ribu.

Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain adalah telur ayam ras dari Rp 22 ribu menjadi Rp 21 ribu perkilogram. Cabe merah keriting juga turun, dari Rp 42 ribu menjadi Rp 40 ribu.

Sementara komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain adalah cabe merahteropong dari Rp 60 ribu naik menjadi Rp 65 ribu per kilogram. Cabai rawit merah naik dari Rp 60 ribu menjadi Rp 65 ribu perkilogram, cabai rawit hijau dari Rp 47 ribu menjadi Rp 50 ribu perkilogram, dan bawang merah lokal dari Rp 20 ribu naik menjadi Rp 22 ribu perkilogramnya. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Pemantauan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar tradisional dilakukan setiap hari Dinas Perdagangan dan Prindustrian Kabupaten Pati. Hal ini untuk memantau ketersediaan dan gejolak harga.

“Pemantauan secara rutin terus kami lakukan, untuk mengetahui perkembangan harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional. Hasil pantauan hari ini ketersediaan bahan pokok masih tercukupi dengan baik,” terang Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati Hadi Santosa.

Lebih lanjut, seperti tahun-tahun lalu, menjelang pergantian tahun biasanya terjadi kenaikan beberapa komoditi kebutuhan pokok masyarakat. Karena biasanya ada peningkatan kegiatan masyarakat, maupun peristiwa-peristiwa penting dan fluktuasi harga komoditi di tingkat internasional. Karena itu, lanjut Hadi, menjadi penting harga-harga komoditas ini diinformasikan kepada masyarakat agar dapat disikapi dengan bijak.

Dari hasil pemantauan pada Senin, 6 Desember 2021 di Pasar Puri Baru, hampir seluruh harga kebutuhan pokok masih stabil, tidak ada penurunan dan kenaikan harga barang yang signifikan. Kenaikan paling besar 7 persen, yaitu antara Rp 2 ribu sampai 5 ribu rupiah. Sedangkan penurunan harga paling besar Rp 2 ribu rupiah.

Kebutuhan pokok yang cenderung stabil harganya seperti komoditas beras, misalnya baik jenis IR 64 kw premium dan medium harganya tetap antara Minggu dan Senin kemarin. Untuk premium Rp 10 ribu perkilogram dan medium Rp 9 ribu.

Baca Juga :  PLN Meriahkan ASEAN Para Games 2022 dengan Listrik Tanpa Kedip

Komoditas lain juga sama, gula pasir harganya sabil 13 ribu, minyak goreng botol Rp 19 ribu dan tanpa merk Rp 18 ribu per liter. Harga daging juga terpantau stabil. Daging sapi murni Rp 110 ribu perkilogram, sanding lamur Rp 40 ribu, tetelan Rp 60 ribu, ayam boiler Rp 33 ribu, dan ayam kampung Rp 85 ribu.

Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain adalah telur ayam ras dari Rp 22 ribu menjadi Rp 21 ribu perkilogram. Cabe merah keriting juga turun, dari Rp 42 ribu menjadi Rp 40 ribu.

Sementara komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain adalah cabe merahteropong dari Rp 60 ribu naik menjadi Rp 65 ribu per kilogram. Cabai rawit merah naik dari Rp 60 ribu menjadi Rp 65 ribu perkilogram, cabai rawit hijau dari Rp 47 ribu menjadi Rp 50 ribu perkilogram, dan bawang merah lokal dari Rp 20 ribu naik menjadi Rp 22 ribu perkilogramnya. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/