alexametrics
24.1 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Produk Unggulan Kabupaten Jepara Dipamerkan di Bogor Creative Center

BOGOR – Produk unggulan Kabupaten Jepara dipamerkan dalam rangkaian kegiatan Kongres ke-V Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2021 di Kota Bogor, Kamis hingga Sabtu (2 – 4/12) di Bogor Creative Center (BCC). Beragam produk itu seperti ukir kayu, tenun troso, aneka kerajinan, serta jajanan khas juga dipamerkan.

Gerai pameran Kabupaten Jepara ditempatkan di ruang batu tulis. Gerai khusus itu bersama Kabupaten Belitung Timur dan JKPI Pusat.

Berbeda dari gerai pada umumnya, gerai Jepara ini juga menampilkan seniman ukir yang sedang memahat kayu. Ini menjadi tontonan menarik bagi tamu yang hadir. Juga membawa replika rumah kayu jati serta informasi pariwisata Karimunjawa.


Gerai pameran milik Jepara sempat menarik perhatian Walikota Bogor Bima Arya, Ketua Presidium JKPI Tahun 2021 Alfedri, dan Direktur Eksekutif JKPI pusat Asfarinal Nanang.

BUDAYA: Bupati Jepara Dian Kristiandi (tiga dari kanan) ketika menghadiri Kongres ke-V JKPI di Bogor. (DISKOMINFO JEPARA FOR RADAR KUDUS)

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, Pemkab Jepara turut berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan yang diselenggarakan dalam Kongres JKPI. Selain mengirimkan duta seni untuk tampil, juga mengirimkan beragam produk unggulan. “Selain produk unggulan, kami juga mengirimkan tari permainan anak olah anak-anak Jepara, juga tari Jondhang Bumi yang bercerita tentang kemakmuran,” kata Andi.

Dalam Kongres JKPI tersebut, masing-masing kabupaten atau kota yang menjadi anggota JKPI diminta untuk mengirimkan produk unggulan serta menampilkan pagelaran budaya. “Ini sebagai promosi budaya daerah yang merupakan bagian budaya nasional bangsa,” katanya.

Baca Juga :  Jaga Keamanan Data, BRI Gunakan Teknologi Terkini & Standar Internasional

Selain Jepara, ikut dalam pameran produk unggulan yaitu Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Siak, Provins Riau, Kota Palembang, Kota Malang, Kota Banjarmasin, Pekalongan, Banda Aceh, Langsa, hingga Kabupaten Sumbawa.

Terkait produk unggulan seni ukir Jepara, Pemkab Jepara bekerja sama dengan Yayasan Lingkar Limolasan Jepara menggagas pelatihan ukir untuk kabupaten dan kota di Indonesia.

Pelatihan tersebut untuk meningkatkan potensi seni ukir dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di setiap kabupaten atau kota di Indonesia. Selain itu, menciptakan desain dan gaya ukir sesuai karakter dan budaya lokal di kabupaten atau kota tersebut.  “Ini untuk meningkatkan potensi pariwisata berbasis ukir dan kreativitas warga masyarakat,” ujar Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Amin Ayahudi.

Nantinya masing-masing peserta akan diberikan peralatan dan penggunaan alat ukir kayu, pembahasan ukir kayu, pengenalan berbagai ragam hias, pembuatan produk ukir dengan teknik lemaham, hingga pola ukir ragam hias lokal.

Bagi yang berminat, pelatihan ini akan berlangsung selama dua bulan. Maksimal peserta dalam satu kelas efektif sebanyak 25 orang. Sedangkan peserta masih berusia produktif antara 15 hingga 64 tahun.

Untuk fasilitas, peserta akan mendapatkan modul pelatihan ukir tingkat dasar atau standar akademis, sertifikat pelatihan ukir tingkat dasar, serta satu set perangkat alat ukir atau pahat. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

BOGOR – Produk unggulan Kabupaten Jepara dipamerkan dalam rangkaian kegiatan Kongres ke-V Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2021 di Kota Bogor, Kamis hingga Sabtu (2 – 4/12) di Bogor Creative Center (BCC). Beragam produk itu seperti ukir kayu, tenun troso, aneka kerajinan, serta jajanan khas juga dipamerkan.

Gerai pameran Kabupaten Jepara ditempatkan di ruang batu tulis. Gerai khusus itu bersama Kabupaten Belitung Timur dan JKPI Pusat.

Berbeda dari gerai pada umumnya, gerai Jepara ini juga menampilkan seniman ukir yang sedang memahat kayu. Ini menjadi tontonan menarik bagi tamu yang hadir. Juga membawa replika rumah kayu jati serta informasi pariwisata Karimunjawa.

Gerai pameran milik Jepara sempat menarik perhatian Walikota Bogor Bima Arya, Ketua Presidium JKPI Tahun 2021 Alfedri, dan Direktur Eksekutif JKPI pusat Asfarinal Nanang.

BUDAYA: Bupati Jepara Dian Kristiandi (tiga dari kanan) ketika menghadiri Kongres ke-V JKPI di Bogor. (DISKOMINFO JEPARA FOR RADAR KUDUS)

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, Pemkab Jepara turut berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan yang diselenggarakan dalam Kongres JKPI. Selain mengirimkan duta seni untuk tampil, juga mengirimkan beragam produk unggulan. “Selain produk unggulan, kami juga mengirimkan tari permainan anak olah anak-anak Jepara, juga tari Jondhang Bumi yang bercerita tentang kemakmuran,” kata Andi.

Dalam Kongres JKPI tersebut, masing-masing kabupaten atau kota yang menjadi anggota JKPI diminta untuk mengirimkan produk unggulan serta menampilkan pagelaran budaya. “Ini sebagai promosi budaya daerah yang merupakan bagian budaya nasional bangsa,” katanya.

Baca Juga :  BRI Cabang Purwodadi Bantu Seribu Paket Sembako ke KBPP Polri

Selain Jepara, ikut dalam pameran produk unggulan yaitu Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Siak, Provins Riau, Kota Palembang, Kota Malang, Kota Banjarmasin, Pekalongan, Banda Aceh, Langsa, hingga Kabupaten Sumbawa.

Terkait produk unggulan seni ukir Jepara, Pemkab Jepara bekerja sama dengan Yayasan Lingkar Limolasan Jepara menggagas pelatihan ukir untuk kabupaten dan kota di Indonesia.

Pelatihan tersebut untuk meningkatkan potensi seni ukir dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di setiap kabupaten atau kota di Indonesia. Selain itu, menciptakan desain dan gaya ukir sesuai karakter dan budaya lokal di kabupaten atau kota tersebut.  “Ini untuk meningkatkan potensi pariwisata berbasis ukir dan kreativitas warga masyarakat,” ujar Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Amin Ayahudi.

Nantinya masing-masing peserta akan diberikan peralatan dan penggunaan alat ukir kayu, pembahasan ukir kayu, pengenalan berbagai ragam hias, pembuatan produk ukir dengan teknik lemaham, hingga pola ukir ragam hias lokal.

Bagi yang berminat, pelatihan ini akan berlangsung selama dua bulan. Maksimal peserta dalam satu kelas efektif sebanyak 25 orang. Sedangkan peserta masih berusia produktif antara 15 hingga 64 tahun.

Untuk fasilitas, peserta akan mendapatkan modul pelatihan ukir tingkat dasar atau standar akademis, sertifikat pelatihan ukir tingkat dasar, serta satu set perangkat alat ukir atau pahat. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/