alexametrics
25.9 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Pemkab Jepara Ajukan Penambahan Kuota Elpiji Lima Persen selama Ramadan

JEPARA – Memasuki Bulan Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mulai mengantisipasi terjadinya lonjakan permintaan gas elpiji tiga kilogram. Salah satunya dengan mengajukan tambahan alokasi lima persen untuk ketersediaan selama Ramadan.

Per bulan, Jepara mendapat alokasi sekitar 800 ribu tabung. “Nanti lima persennya dari itu. Tapi tergantung Pertamina biasanya menyetujui berapa,” terang Kasubbag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Heru Sutamaji.

Pekan kemarin usulan tersebut telah dibuat. “Biasanya oleh Pertamina langsung direspon. Pekan ini diajukan, pekan depannya langsung dikirim,” lanjut Heru.


Ia mengaku sejak menjelang Ramadan permintaan elpiji sudah mulai meningkat. Pasalnya di momen bulan puasa menjadi kesempatan masyarakat membuka usaha mikro kecil dan menengah berupa makanan atau minuman. Sehingga kebutuhan elpiji jenis melon pun mengalami peningkatan. Dari hal itu, dikhawatirkan pasokan elpiji yang terbatas sekitar 800 ribu tabung per bulannya menjadi langka. Sehingga pemkab mengajukan penambahan alokasi sebesar lima persen.

Baca Juga :  Kejari Jepara Musnahkan Barang Bukti 98 Perkara Kejahatan

Hal serupa juga dilakukan di momen Ramadan tahun kemarin. Pemerintah Kabupaten Jepara menambah kuota elpiji sebesar tiga persen. Saat itu kuota elpiji sebanyak 931.760 tabung. Ditambah tiga persen menjadi 959.712 tabung. Mendekati lebaran Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Jepara kembali menambah kuota tabung elpiji dua persen. Atau sekitar 19 ribu tabung. Sehingga totalnya menjadi sebesar 978.906 tabung elpiji. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Memasuki Bulan Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mulai mengantisipasi terjadinya lonjakan permintaan gas elpiji tiga kilogram. Salah satunya dengan mengajukan tambahan alokasi lima persen untuk ketersediaan selama Ramadan.

Per bulan, Jepara mendapat alokasi sekitar 800 ribu tabung. “Nanti lima persennya dari itu. Tapi tergantung Pertamina biasanya menyetujui berapa,” terang Kasubbag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Heru Sutamaji.

Pekan kemarin usulan tersebut telah dibuat. “Biasanya oleh Pertamina langsung direspon. Pekan ini diajukan, pekan depannya langsung dikirim,” lanjut Heru.

Ia mengaku sejak menjelang Ramadan permintaan elpiji sudah mulai meningkat. Pasalnya di momen bulan puasa menjadi kesempatan masyarakat membuka usaha mikro kecil dan menengah berupa makanan atau minuman. Sehingga kebutuhan elpiji jenis melon pun mengalami peningkatan. Dari hal itu, dikhawatirkan pasokan elpiji yang terbatas sekitar 800 ribu tabung per bulannya menjadi langka. Sehingga pemkab mengajukan penambahan alokasi sebesar lima persen.

Baca Juga :  PLTA Poso Beroperasi, Beban Listrik di Sulawesi Teratasi

Hal serupa juga dilakukan di momen Ramadan tahun kemarin. Pemerintah Kabupaten Jepara menambah kuota elpiji sebesar tiga persen. Saat itu kuota elpiji sebanyak 931.760 tabung. Ditambah tiga persen menjadi 959.712 tabung. Mendekati lebaran Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Jepara kembali menambah kuota tabung elpiji dua persen. Atau sekitar 19 ribu tabung. Sehingga totalnya menjadi sebesar 978.906 tabung elpiji. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/