alexametrics
29.2 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

PLN Tanam 6.500 Pohon di Hari Menanam Pohon Indonesia

REMBANG – Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh setiap tanggal 28 November, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) melakukan penanaman 6500 bibit pohon mangrove, tepatnya ditanam di Hutan Mangrove Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, pada Rabu (1/12).

Seperti diketahui, Penetapan Hari Menanam Pohon Indonesia yang didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2008 ditujukan untuk memberikan kesadaran dan meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya hutan, dan lahan kritis melalui penanaman pohon. Kegiatan ini, merupakan dukungan PLN terhadap tujuan tersebut.

“Kegiatan penanaman 6.500 bibit pohon ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap 3 hal. Pertama, upaya pemulihan terhadap hutan dan lahan kritis, kedua dukungan aksi mitigasi perubahan iklim melalui upaya serapan emisi Gas Rumah Kaca, dan ketiga bentuk dukungan dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui program tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan,” terang General Manager PT PLN (Persero) UIT JBT, Sumaryadi.


Lebih lanjut, Sumaryadi mengatakan, kegiatan penanaman bibit pohon mangrove di Kabupaten Rembang yang diselenggarakan oleh PT. PLN (Persero) UIT JBT dihadiri seluruh perwakilan stakeholder Kabupaten Rembang, antara lain: Bupati Rembang (diwakili Asisten 3 Administrasi Umum Drs. H Waluyo, MM), Komandan KODIM 0720 Rembang Letkol. Kav Donan Wahyu Sejati, S.Sos., Kapolres Rembang (diwakili Kaur Bin Ops Sat Polairud Polres Rembang IPDA Jemino), Kepala BPN Rembang (diwakili Kasi Penataan dan Pemberdayaan Wahyu Satrihadi A.Ptnh), Camat Rembang Drs. Mustholih, MM, dan  perwakilan Kepala Desa Pasar Banggi.

Baca Juga :  Produk Epson Memenangkan Penghargaan Desain IF Award 2022

Kegiatan penanaman bibit mangrove melibatkan Kelompok Tani Tambak Sidodadi Maju yang beranggotakan lebih dari 10 orang.

“Penanaman dengan Melibatkan masyarakat sekitar merupakan salah satu poin penting, karena dapat menjadi upaya untuk memberikan edukasi kepada mereka untuk turut berkontrbusi dalam pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan kritis,” imbuhnya.

Dandim 0720/Rembang Letkol Kav Donan Wahyu Sejati, S.Sos mengatakan, bahwa Mangrove merupakan salah satu konsisten esensial di dunia yang mendukung sektor perikanan, mengurangi erosi pantai, mencegah banjir, menjaga kualitas air pesisir, konservasi keanekaragaman hayati dan menyediakan bahan-bahan alami penting dan menjadikan sumber mata pencaharian bagi banyak orang khususnya di desa Pasar Banggi kecamatan Rembang.

”Mangrove sangat efektif untuk mengurangi dampak abrasi laut membentuk daratan secara alami, menyaring sampah yang mencemari laut dan menahan gelombang tsunami,” jelas Dandim.

Asisten III Sekda Rembang Waluyo menambahkan  mengapresiasi kegiatan PLN Persero dalam penanaman pohon mangrove yang ada di wilayah kabupaten setempat. Kegiatan ini merupakan contoh program yang mendukung pemerintah dalam meningkatkan  penghijauan pohon mangrove guna untuk mencegah abarasi air laut.

”Mari kita bersama sama menjaga dan melestarikan pohon mangrove yang ada di wilayah pesisir laut pantai  agar tidak punah tentunya dengan progam reboisasi penghijauan,” ungkapnya. (ali)

 






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh setiap tanggal 28 November, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) melakukan penanaman 6500 bibit pohon mangrove, tepatnya ditanam di Hutan Mangrove Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, pada Rabu (1/12).

Seperti diketahui, Penetapan Hari Menanam Pohon Indonesia yang didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2008 ditujukan untuk memberikan kesadaran dan meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya hutan, dan lahan kritis melalui penanaman pohon. Kegiatan ini, merupakan dukungan PLN terhadap tujuan tersebut.

“Kegiatan penanaman 6.500 bibit pohon ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap 3 hal. Pertama, upaya pemulihan terhadap hutan dan lahan kritis, kedua dukungan aksi mitigasi perubahan iklim melalui upaya serapan emisi Gas Rumah Kaca, dan ketiga bentuk dukungan dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui program tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan,” terang General Manager PT PLN (Persero) UIT JBT, Sumaryadi.

Lebih lanjut, Sumaryadi mengatakan, kegiatan penanaman bibit pohon mangrove di Kabupaten Rembang yang diselenggarakan oleh PT. PLN (Persero) UIT JBT dihadiri seluruh perwakilan stakeholder Kabupaten Rembang, antara lain: Bupati Rembang (diwakili Asisten 3 Administrasi Umum Drs. H Waluyo, MM), Komandan KODIM 0720 Rembang Letkol. Kav Donan Wahyu Sejati, S.Sos., Kapolres Rembang (diwakili Kaur Bin Ops Sat Polairud Polres Rembang IPDA Jemino), Kepala BPN Rembang (diwakili Kasi Penataan dan Pemberdayaan Wahyu Satrihadi A.Ptnh), Camat Rembang Drs. Mustholih, MM, dan  perwakilan Kepala Desa Pasar Banggi.

Baca Juga :  BPJamsostek Jateng dan DIY Tutup 2021 dengan Banyak Keberhasilan

Kegiatan penanaman bibit mangrove melibatkan Kelompok Tani Tambak Sidodadi Maju yang beranggotakan lebih dari 10 orang.

“Penanaman dengan Melibatkan masyarakat sekitar merupakan salah satu poin penting, karena dapat menjadi upaya untuk memberikan edukasi kepada mereka untuk turut berkontrbusi dalam pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan kritis,” imbuhnya.

Dandim 0720/Rembang Letkol Kav Donan Wahyu Sejati, S.Sos mengatakan, bahwa Mangrove merupakan salah satu konsisten esensial di dunia yang mendukung sektor perikanan, mengurangi erosi pantai, mencegah banjir, menjaga kualitas air pesisir, konservasi keanekaragaman hayati dan menyediakan bahan-bahan alami penting dan menjadikan sumber mata pencaharian bagi banyak orang khususnya di desa Pasar Banggi kecamatan Rembang.

”Mangrove sangat efektif untuk mengurangi dampak abrasi laut membentuk daratan secara alami, menyaring sampah yang mencemari laut dan menahan gelombang tsunami,” jelas Dandim.

Asisten III Sekda Rembang Waluyo menambahkan  mengapresiasi kegiatan PLN Persero dalam penanaman pohon mangrove yang ada di wilayah kabupaten setempat. Kegiatan ini merupakan contoh program yang mendukung pemerintah dalam meningkatkan  penghijauan pohon mangrove guna untuk mencegah abarasi air laut.

”Mari kita bersama sama menjaga dan melestarikan pohon mangrove yang ada di wilayah pesisir laut pantai  agar tidak punah tentunya dengan progam reboisasi penghijauan,” ungkapnya. (ali)

 






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/