alexametrics
32.3 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Meski Efek Pertamax Belum Terasa, Pekerja di Rembang Malah Minta Gaji Naik

REMBANG – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pertamax diprediksi akan berdampak domino. Karena otomatis segala kebutuhan mengikuti. Warga hingga bupati memberikan tanggapan. Sejumlah pekerja, gelisah. Mereka ada yang minta gaji disesuaikan. Sebab, motor dan mobil saat ini, familiar dengan pertamax.

Chasbolah, salah satu warga Rembang menyampaikan, kenaikan BBM menjadi pukulan berat bagi masyarakat. Sebab, dengan beberapa waktu lalu minyak goreng langka dan harganya naik. Ini ditambah ada kenaikan harga BBM.

Sedangkan salah satu karyawan swasta Bibi menanggapi kenaikan BBM ini, dengan legowo. Sebab, memang sudah menjadi kebijakan pemerintah. Namun, dia berharap diikuti kenaikan upah pekerja.


”Kalau itu suatu kebijakan pemerintah, asalkan masih mampu. Masyarakat menjangkau harga tersebut tidak apa-apa. Terpenting imbang dengan upah pekerja. Jadi imbang. Ketika ada harga naik, upah mengikuti. Itu kebijakan yang adil,” harapnya.

Baca Juga :  Harga Elpiji Nonsubsidi Resmi Naik, Bagaimana dengan Elpiji Melon 3 Kg?

Terpisah, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, kenaikan pertamax ini belum kelihatan dampaknya. Namun, tidak menampik jika dimungkinkan nantinya ada kenaikan dengan barang-barang lain.

”Pasti ada kenaikan barang-barang. Tetapi harus dimengerti masyarakat. Bahwa ini tidak semata-mata pemerintah memperberat masyarakat. Justru kondisi keuangan negara terseok-seok jika tidak menaikkan,” jelasnya.

Syafi’i, manajer SPBU Tireman, Rembang, menyampaikan, kenaikan hanya pada pertamax. Mulai tadi malam hingga Jumat sore, pada pengamatannya belum berimbas signifikan. Karena baru semalam, sehingga belum bisa menggambarkan efek secara langsung. (noe/lin)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pertamax diprediksi akan berdampak domino. Karena otomatis segala kebutuhan mengikuti. Warga hingga bupati memberikan tanggapan. Sejumlah pekerja, gelisah. Mereka ada yang minta gaji disesuaikan. Sebab, motor dan mobil saat ini, familiar dengan pertamax.

Chasbolah, salah satu warga Rembang menyampaikan, kenaikan BBM menjadi pukulan berat bagi masyarakat. Sebab, dengan beberapa waktu lalu minyak goreng langka dan harganya naik. Ini ditambah ada kenaikan harga BBM.

Sedangkan salah satu karyawan swasta Bibi menanggapi kenaikan BBM ini, dengan legowo. Sebab, memang sudah menjadi kebijakan pemerintah. Namun, dia berharap diikuti kenaikan upah pekerja.

”Kalau itu suatu kebijakan pemerintah, asalkan masih mampu. Masyarakat menjangkau harga tersebut tidak apa-apa. Terpenting imbang dengan upah pekerja. Jadi imbang. Ketika ada harga naik, upah mengikuti. Itu kebijakan yang adil,” harapnya.

Baca Juga :  Dua Tahun Vakum, Kampung Ramadan Rembang kembali Digelar

Terpisah, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, kenaikan pertamax ini belum kelihatan dampaknya. Namun, tidak menampik jika dimungkinkan nantinya ada kenaikan dengan barang-barang lain.

”Pasti ada kenaikan barang-barang. Tetapi harus dimengerti masyarakat. Bahwa ini tidak semata-mata pemerintah memperberat masyarakat. Justru kondisi keuangan negara terseok-seok jika tidak menaikkan,” jelasnya.

Syafi’i, manajer SPBU Tireman, Rembang, menyampaikan, kenaikan hanya pada pertamax. Mulai tadi malam hingga Jumat sore, pada pengamatannya belum berimbas signifikan. Karena baru semalam, sehingga belum bisa menggambarkan efek secara langsung. (noe/lin)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/