alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Harga BBM Pertamax Naik, Harga Sembako di Kudus masih ”Adem Ayem”

KUDUS – Per 1 April 2022 bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax naik menjadi Rp 12.500 per liter. Namun, pantauan harga dibeberapa pasar tradisional belum menunjukkan ada kenaikan.

Pedagang bawang merah di Pasar Bitingan Kudus Sulastri mengatakan, harga masih normal. Ia menyampaikan, per kilogram Rp 30 ribu sedangkan cabe rawit kriting per kilogramnya masih normal Rp 32 ribu.

”Ya saya sudah tahu informasi kalau pertamax naik menjadi Rp 12.500. Tapi, harga masih normal belum ada kenaikan. Ini hal biasa, BBM tidak naik saja kalau puasa harga merangkak naik meski sedikit demi sedikit,” ungkapnya.


Hal yang merasakan dampak langsung kenaikan pertamax, penjual BBM eceran. Seperti Nur Khasanah yang jualan di sekitar Jalan Menur, Kudus. Ia mengaku, harga sebelum naik menjual pertamax Rp 10 ribu per liter kalau sekarang bisa sampai Rp 13.500.

”Keuntungan jualan BBM eceran hanya Rp 1.000. BBM naik saya ya harus menyesuaikan kenaikannya. Tapi, orang yang membutuhkan BBM eceran lumayan banyak, tetap ada yang membutuhkan meski harga naik,” terangnya.

Sementara itu, Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero) Irto Ginting menjelaskan, penyesuaian harga dilakukan secara selektif, hanya berlaku untuk BBM nonsubsidi yang dikonsumsi masyarakat 17 persen. Untuk 14 persen merupakan jumlah konsumsi pertamax dan tiga persen jumlah konsumsi pertamax turbo, dexlite, dan pertamina dex.

Baca Juga :  Jalan Rusak Sepanjang 49 Km di Kudus Jadi Perhatian Khusus Dinas PUPR

Sedangkan BBM seperti pertalite dan solar subsidi tidak mengalami perubahan harga atau ditetapkan stabil di harga Rp 7.650 per liter. Hal ini merupakan kontribusi pemerintah bersama Pertamina dalam menyediakan bahan bakar dengan harga terjangkau.

Ditambahkan, penyesuaian harga pertamax menjadi Rp12.500 per liter, berharap masyarakat tetap memilih BBM nonsubsidi yang lebih berkualitas. Harga baru masih terjangkau khususnya untuk masyarakat mampu. ”Kami juga mengajak masyarakat lebih hemat dengan menggunakan BBM sesuai kebutuhan,” imbuhnya.

Sementara ini, penyaluran alokasi BBM 2022 di Kudus sebanyak 31.561 kilo liter (KL). Pihaknya menyalurkan pertamax sesuai permintaan. Stok di fuel terminal banyak, sehingga konsumen tidak perlu khawatir.

Hal serupa juga terpantau di Jepara. Dari pantauan di Pasar Jepara 1 kemarin, harga kebutuhan masih stabil. Heny, salah satu pedagang kebutuhan pokok di Pasar Jepara 1 mengaku, ada beberapa kebutuhan yang telah merangkak naik. Itu pun terjadi sejak sebelum adanya kenaikan harga pertamax.

Heny juga menjual sayuran yang didapatkan dari Bandungan. Namun untuk harganya pun masih stabil. ”Sementara masih aman. Belum tahu kalau besok,” ungkapnya. (san/rom/lin)

KUDUS – Per 1 April 2022 bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax naik menjadi Rp 12.500 per liter. Namun, pantauan harga dibeberapa pasar tradisional belum menunjukkan ada kenaikan.

Pedagang bawang merah di Pasar Bitingan Kudus Sulastri mengatakan, harga masih normal. Ia menyampaikan, per kilogram Rp 30 ribu sedangkan cabe rawit kriting per kilogramnya masih normal Rp 32 ribu.

”Ya saya sudah tahu informasi kalau pertamax naik menjadi Rp 12.500. Tapi, harga masih normal belum ada kenaikan. Ini hal biasa, BBM tidak naik saja kalau puasa harga merangkak naik meski sedikit demi sedikit,” ungkapnya.

Hal yang merasakan dampak langsung kenaikan pertamax, penjual BBM eceran. Seperti Nur Khasanah yang jualan di sekitar Jalan Menur, Kudus. Ia mengaku, harga sebelum naik menjual pertamax Rp 10 ribu per liter kalau sekarang bisa sampai Rp 13.500.

”Keuntungan jualan BBM eceran hanya Rp 1.000. BBM naik saya ya harus menyesuaikan kenaikannya. Tapi, orang yang membutuhkan BBM eceran lumayan banyak, tetap ada yang membutuhkan meski harga naik,” terangnya.

Sementara itu, Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero) Irto Ginting menjelaskan, penyesuaian harga dilakukan secara selektif, hanya berlaku untuk BBM nonsubsidi yang dikonsumsi masyarakat 17 persen. Untuk 14 persen merupakan jumlah konsumsi pertamax dan tiga persen jumlah konsumsi pertamax turbo, dexlite, dan pertamina dex.

Baca Juga :  Belum Normal, Wisata di Bendungan Logung Kudus Sepi Pengunjung

Sedangkan BBM seperti pertalite dan solar subsidi tidak mengalami perubahan harga atau ditetapkan stabil di harga Rp 7.650 per liter. Hal ini merupakan kontribusi pemerintah bersama Pertamina dalam menyediakan bahan bakar dengan harga terjangkau.

Ditambahkan, penyesuaian harga pertamax menjadi Rp12.500 per liter, berharap masyarakat tetap memilih BBM nonsubsidi yang lebih berkualitas. Harga baru masih terjangkau khususnya untuk masyarakat mampu. ”Kami juga mengajak masyarakat lebih hemat dengan menggunakan BBM sesuai kebutuhan,” imbuhnya.

Sementara ini, penyaluran alokasi BBM 2022 di Kudus sebanyak 31.561 kilo liter (KL). Pihaknya menyalurkan pertamax sesuai permintaan. Stok di fuel terminal banyak, sehingga konsumen tidak perlu khawatir.

Hal serupa juga terpantau di Jepara. Dari pantauan di Pasar Jepara 1 kemarin, harga kebutuhan masih stabil. Heny, salah satu pedagang kebutuhan pokok di Pasar Jepara 1 mengaku, ada beberapa kebutuhan yang telah merangkak naik. Itu pun terjadi sejak sebelum adanya kenaikan harga pertamax.

Heny juga menjual sayuran yang didapatkan dari Bandungan. Namun untuk harganya pun masih stabil. ”Sementara masih aman. Belum tahu kalau besok,” ungkapnya. (san/rom/lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/