alexametrics
27.1 C
Kudus
Tuesday, September 27, 2022

Mengenal Lebih Dekat E Bupot Unifikasi: Pengertian, Dasar Hukum, Aturan, Keunggulan, dan Contohnya

E bupot unifikasi merupakan sebuah sistem terbaru yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Karena dikeluarkan langsung oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sehingga bisa dikatakan jika sistem layanan ini merupakan sistem yang resmi.

Untuk e bupot unifikasi sendiri merupakan layanan berupa pembuatan bukti dari pemotongan elektronik.

Mungkin sebagian masyarakat sudah tidak asing dengan e bupot, lalu apa bedanya e bupot yang lama dengan e bupot unifikasi itu sendiri?


Jika Anda ingin dan tertarik mengetahui lebih jelas mengetahui tentang e bupot unifikasi, Anda tidak perlu khawatir karena kami akan membahas dan menjelaskannya pada Anda. Berikut adalah penjelasan mengenai E bupot dengan sistem unifikasi yang bisa Anda ketahui.

Mengenal E Bupot Unifikasi

Sebelum sistem layanan dari e bupot unifikasi ini berlaku dan digunakan secara resmi, selama ini fitur dari e bupot memang telah identik dengan sistem pembuatan dari bukti pemotongan serta pelaporan SPT pada masa PPh Pasal 23/26.

Kini, sistem dari e bupot tidak hanya khusus digunakan untuk PPh 23/26 saja karena saat ini segala bentuk pembuatan dari bukti pemotongan pajak penghasilan hingga pelaporan surat pemberitahuan (SPT), beberapa jenis PPh kini harus menggunakan aplikasi dari e bupot unifikasi.

Ketika Anda menggunakan aplikasi e bupot aplikasi ini, segala urusan pelaporan dari beberapa jenis SPT masa PPh tidak perlu lagi menggunakan layanan e-filing, tetapi Anda bisa langsung melakukannya di aplikasi e bupot unifikasi.

Jika Anda masih baru dan belum mengerti bagaimana cara menggunakan aplikasi e bupot unifikasi, pada situs klikpajak.id yang disediakan secara resmi oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Anda bisa membaca penjelasan yang disediakan oleh klikpajak.id sebelum menggunakan sistem e bupot unifikasi.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasi Manfaat Program

Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, aplikasi dari e bupot unifikasi ini merupakan sebuah layanan aplikasi yang bisa membantu Anda untuk melakukan pelaporan SPT Masa PPh.

Sistem unifikasi ini memiliki bentuk dokumen elektronik yang isinya merupakan bukti resmi atas pemungutan pajak penghasilan dalam SPT Masa PPh Unifikasi. Secara resmi, unifikasi telah berlaku secara nasional mulai tahun 2022.

Sebelum adanya unifikasi ini, segala pembuatan dari beberapa jenis bukti potong serta laporan surat pemberitahuan (SPT) Masa PPh masih dilakukan dengan cara yang terpisah.

Akan tetapi, dengan disediakannya e bupot unifikasi ini bisa dilakukan dengan sangat mudah dan cepat karena hanya dalam satu platform saja.

Dengan aturan unifikasi membuat ketentuan pembuatan bukti pemotongan maupun pemungutan PPh serta pelaporan SPT Masa PPh nya menjadi berubah. Perubahan yang terjadi tersebut disebut dengan sistem pembuatan potong serta pelaporan pajak yang dilakukan secara unifikasi.

Dengan menggunakan sistem e bupot unifikasi perpajakan ini, segala pembuatan bukti pemotongan atau pemungutan serta lapor SPT Masa PPh dari beberapa jenis PPh dilakukan pada sistem yang sama.

Jika pada aplikasi sebelumnya, sistem e bupot hanya bisa Anda gunakan untuk mengelola PPh 23/26 saja, maka kini beberapa jenis dari bukti pemotongan dan SPT Masa PPh dapat dikelola hanya melalui satu aplikasi e bupot saja.

E bupot unifikasi merupakan sebuah sistem terbaru yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Karena dikeluarkan langsung oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sehingga bisa dikatakan jika sistem layanan ini merupakan sistem yang resmi.

Untuk e bupot unifikasi sendiri merupakan layanan berupa pembuatan bukti dari pemotongan elektronik.

Mungkin sebagian masyarakat sudah tidak asing dengan e bupot, lalu apa bedanya e bupot yang lama dengan e bupot unifikasi itu sendiri?

Jika Anda ingin dan tertarik mengetahui lebih jelas mengetahui tentang e bupot unifikasi, Anda tidak perlu khawatir karena kami akan membahas dan menjelaskannya pada Anda. Berikut adalah penjelasan mengenai E bupot dengan sistem unifikasi yang bisa Anda ketahui.

Mengenal E Bupot Unifikasi

Sebelum sistem layanan dari e bupot unifikasi ini berlaku dan digunakan secara resmi, selama ini fitur dari e bupot memang telah identik dengan sistem pembuatan dari bukti pemotongan serta pelaporan SPT pada masa PPh Pasal 23/26.

Kini, sistem dari e bupot tidak hanya khusus digunakan untuk PPh 23/26 saja karena saat ini segala bentuk pembuatan dari bukti pemotongan pajak penghasilan hingga pelaporan surat pemberitahuan (SPT), beberapa jenis PPh kini harus menggunakan aplikasi dari e bupot unifikasi.

Ketika Anda menggunakan aplikasi e bupot aplikasi ini, segala urusan pelaporan dari beberapa jenis SPT masa PPh tidak perlu lagi menggunakan layanan e-filing, tetapi Anda bisa langsung melakukannya di aplikasi e bupot unifikasi.

Jika Anda masih baru dan belum mengerti bagaimana cara menggunakan aplikasi e bupot unifikasi, pada situs klikpajak.id yang disediakan secara resmi oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Anda bisa membaca penjelasan yang disediakan oleh klikpajak.id sebelum menggunakan sistem e bupot unifikasi.

Baca Juga :  BRI Setor Rp.27,09 Triliun ke Negara Sepanjang Tahun 2021

Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, aplikasi dari e bupot unifikasi ini merupakan sebuah layanan aplikasi yang bisa membantu Anda untuk melakukan pelaporan SPT Masa PPh.

Sistem unifikasi ini memiliki bentuk dokumen elektronik yang isinya merupakan bukti resmi atas pemungutan pajak penghasilan dalam SPT Masa PPh Unifikasi. Secara resmi, unifikasi telah berlaku secara nasional mulai tahun 2022.

Sebelum adanya unifikasi ini, segala pembuatan dari beberapa jenis bukti potong serta laporan surat pemberitahuan (SPT) Masa PPh masih dilakukan dengan cara yang terpisah.

Akan tetapi, dengan disediakannya e bupot unifikasi ini bisa dilakukan dengan sangat mudah dan cepat karena hanya dalam satu platform saja.

Dengan aturan unifikasi membuat ketentuan pembuatan bukti pemotongan maupun pemungutan PPh serta pelaporan SPT Masa PPh nya menjadi berubah. Perubahan yang terjadi tersebut disebut dengan sistem pembuatan potong serta pelaporan pajak yang dilakukan secara unifikasi.

Dengan menggunakan sistem e bupot unifikasi perpajakan ini, segala pembuatan bukti pemotongan atau pemungutan serta lapor SPT Masa PPh dari beberapa jenis PPh dilakukan pada sistem yang sama.

Jika pada aplikasi sebelumnya, sistem e bupot hanya bisa Anda gunakan untuk mengelola PPh 23/26 saja, maka kini beberapa jenis dari bukti pemotongan dan SPT Masa PPh dapat dikelola hanya melalui satu aplikasi e bupot saja.


Most Read

Artikel Terbaru