alexametrics
26.3 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Harga Elpiji Nonsubsidi Resmi Naik, Bagaimana dengan Elpiji Melon 3 Kg?

KUDUS – Elpiji nonsubisdi mengalami kenaikan. Sedangkan, elpiji 3 kilogram tidak ada kenaikan. Dengan patokan harga eceran tertinggi (HET) Rp 15 ribu per tabung.

Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho mengatakan, kenaikan gas nonsubsidi terbaru untuk wilayah Kudus, ukuran 5,5 kilogram harga ditingkat agen Rp 88 ribu per tabung dan ukuran tabung 12 kilogram Rp 187 ribu.

”Gas subsidi hanya untuk masyarakat golongan tidak mampu. Kami mengimbau masyarakat yang mampu dan punya usaha di atas usaha mikro, agar menggunakan elpiji nonsubsidi,” harap Brasto.


Adanya kenaikan harga elpiji nonsubsidi ini, pihaknya mengajak pemerintah daerah maupun provinsi untuk kembali mengetatkan pengawasan pada tindak pidana penyalahgunaan elpiji bersubsidi.

Adapun tindak pidana yang kerap terjadi, karena menyalahgunakan elpiji subsidi untuk disuntik ke tabung elpiji nonsubsidi. Pertamina mengapresiasi pengawasan terhadap elpiji subsidi yang dilakukan oleh pemerintah daerah selama ini.

Brasto menuturkan, apabila masyarakat mengetahui dugaan tindak pidana penyalahgunaan elpiji bersubsidi, dapat menghubungi kepolisian terdekat.

Baca Juga :  UMKM Jepara Tak Perlu Khawatir, Pemkab Siap Turun Tangan Bantu Perizinan

Ditanya tentang penyesuaian harga elpiji nonsubsidi, dia mengaku, ini dilakukan guna mengikuti perkembangan terkini dari industri minyak dan gas (migas). Tercatat, harga Contract Price Aramco (CPA) mencapai 775 USD per metrik ton. Naik sekitar 21 persen dari harga rata-rata CPA sepanjang 2021.

Terpisah, Jumiati, penjual ecer elpiji mengaku, dia mendapat informasi adanya kenaikan harga ini dari pangkalan. Berarti sudah dua kali mengalami kenaikan. Pada sekitar Januari, gas 12 kilogram harga sebelumnya Rp 145 ribu naik menjadi Rp 180 ribu per tabung.

”Kalau saya masih ada stok lama. Belum kulakan lagi. Jadi jualnya masih harga lama. Kemungkinan pekan depan sudah mulai naik, karena barang stok baru. Ini saya susah lagi, bisa jadi harga jualnya hampir Rp 200 ribu per tabung untuk gas yang 12 kilogram. Kalau brigth gas harga baru berarti kisaran Rp 90 ribuan. Sekarang saja saya jual gas 5,5 kilogram dengan harga 80 ribu per tabung agak susah. Melihat nanti harga baru berapa,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Elpiji nonsubisdi mengalami kenaikan. Sedangkan, elpiji 3 kilogram tidak ada kenaikan. Dengan patokan harga eceran tertinggi (HET) Rp 15 ribu per tabung.

Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho mengatakan, kenaikan gas nonsubsidi terbaru untuk wilayah Kudus, ukuran 5,5 kilogram harga ditingkat agen Rp 88 ribu per tabung dan ukuran tabung 12 kilogram Rp 187 ribu.

”Gas subsidi hanya untuk masyarakat golongan tidak mampu. Kami mengimbau masyarakat yang mampu dan punya usaha di atas usaha mikro, agar menggunakan elpiji nonsubsidi,” harap Brasto.

Adanya kenaikan harga elpiji nonsubsidi ini, pihaknya mengajak pemerintah daerah maupun provinsi untuk kembali mengetatkan pengawasan pada tindak pidana penyalahgunaan elpiji bersubsidi.

Adapun tindak pidana yang kerap terjadi, karena menyalahgunakan elpiji subsidi untuk disuntik ke tabung elpiji nonsubsidi. Pertamina mengapresiasi pengawasan terhadap elpiji subsidi yang dilakukan oleh pemerintah daerah selama ini.

Brasto menuturkan, apabila masyarakat mengetahui dugaan tindak pidana penyalahgunaan elpiji bersubsidi, dapat menghubungi kepolisian terdekat.

Baca Juga :  Resmi Beroperasi, PLTS Hybrid Selayar 1,3 MWp Hemat Rp 16,5 M Per Tahun

Ditanya tentang penyesuaian harga elpiji nonsubsidi, dia mengaku, ini dilakukan guna mengikuti perkembangan terkini dari industri minyak dan gas (migas). Tercatat, harga Contract Price Aramco (CPA) mencapai 775 USD per metrik ton. Naik sekitar 21 persen dari harga rata-rata CPA sepanjang 2021.

Terpisah, Jumiati, penjual ecer elpiji mengaku, dia mendapat informasi adanya kenaikan harga ini dari pangkalan. Berarti sudah dua kali mengalami kenaikan. Pada sekitar Januari, gas 12 kilogram harga sebelumnya Rp 145 ribu naik menjadi Rp 180 ribu per tabung.

”Kalau saya masih ada stok lama. Belum kulakan lagi. Jadi jualnya masih harga lama. Kemungkinan pekan depan sudah mulai naik, karena barang stok baru. Ini saya susah lagi, bisa jadi harga jualnya hampir Rp 200 ribu per tabung untuk gas yang 12 kilogram. Kalau brigth gas harga baru berarti kisaran Rp 90 ribuan. Sekarang saja saya jual gas 5,5 kilogram dengan harga 80 ribu per tabung agak susah. Melihat nanti harga baru berapa,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/