alexametrics
26.9 C
Kudus
Friday, January 21, 2022

Capek Setahun Ambyar Mak Pyar

Hujan yang mengguyur Jepara pelan-pelan mereda. Sampai akhirnya tak setitik air pun menetes saat acara refleksi Jawa Pos Radar Kudus dimulai. Bahkan langit menjadi cerah pada sore, malam, dan pagi berikutnya. Ada pawang hujan yang bekerja. Tetapi itu semua terjadi tetap karena kekuasaan Allah Yang Maha Agung.

Begitu jugalah yang terjadi pada Jawa Pos Radar Kudus. Apa yang dicapai tahun 2021 ini tak lepas dari pertolongan Allah. Jawa Pos Radar Kudus mengadakan refleksi akhir tahun Sabtu sampai Ahad (18-19 Desember) di Hotel D’Session, Pantai Bandengan, Jepara.  Radar Semarang mengadakan acara serupa di Hotel D’Emmerick Salatiga, 9-10 Desember. Tidak lain untuk mengevaluasi kenerja selama setahun. Bermuhasabah. Introspeksi. Sekaligus untuk menetapkan proyeksi selama setahun ke depan.

Saya mengajak seluruh karyawan bergembira. Karena karunia dan rahmat Allah yang terus diguyurkan sampai akhir tahun ini. Saya ajak mereka tertawa lepas karena demikian luasnya rahmat Allah yang dibentangkan di Jawa Pos Radar Kudus itu. Betul-betul terbahak-bahak. Ha ha ha ha. Ini bukan sombong. Alquran dan hadist mengamanatkan seperti itu. Sebagai ungkapan syukur itu saya hadiahi mereka seragam baju batik tulis warna merah. Juga tanda syukur yang saya keberatan kalau disebut bonus. Hal yang sama saya berikan kepada karyawan Radar Semarang.

Refleksi yang dikemas dalam rapat umum karyawan hanya berlangsung tiga jam. Mulai pukul 13.00 hingga 16.00. Selebihnya dipergunakan untuk merasakan fasilitas dan suasana hotel.  Menikmati indahnya pantai. Saat sore mereguk keagungan Tuhan. Memandangi Pulau Panjang. Menyaksikan tenggelamnya mentari. Seolah masuk dalam perut bumi.

Sebagian karyawan merenggut itu semua dengan berenang di laut.  Ada yang di kolam renang. Ada juga yang duduk di bibir pantai. Malam hari melepaskan semua lelah. Dinner dengan menu barbeque dilakukan di tepi pantai. Diiringi band Sahmatela Entertainment. “Capek kerja setahun ambyar mak pyar,” kata Abd. Rohim, kepala Biro Pati yang juga menjadi redaktur.

Semua karyawan mengenakan busana hawaian (Radar Semarang mengenakan busana cosplay koran). Dipersiapkan dengan matang.  Ada yang membikin sendiri. Ada yang berburu lewat pasar online. Ada yang go show di pasar. Zaenal Abidin, pemred Radar Kudus membikin rumai-rumbai dibantu istri dan anaknya. Dia tampil luar biasa. Dilengkapi topi dan tongkat. Akhirnya dia menjadi juara. “Totalitas teman-teman luar biasa. Acaranya menjadi mewah,” kata Lia, karyawati bagian marketing.

Baca Juga :  Penghargaan yang Menginspirasi

Dengan busana warna-warni, karyawan dihibur konser Sahmafella. Penyanyi debutan baru yang melejit lewat single Janji. Lagu ini dirilis tahun 2020 di bawah naungan Warner Music Indonesia. Sekaligus menjadi soundtrack film Miranda. Pengambilan gambarnya dilakukan di Jepara dan Tawangmangu. Inilah kisah percitaan anak muda yang banyak dialami remaja masa kini.

Malam Hawaian Party itu seru. Kebetulan langit cerah. Bulan memancarkan sinar terang. Sahmafela tampil luar biasa. Mengenakan busana pantai bunga-bunga. Roknya panjang sampai bawah lutut. Pengiringnya mengenakan baju senada. Sangat matching dengan busana para karyawan.

Saya minta lagu Jangan Menyerah milik D’Masiv. Untuk membangkitkan semangat karyawan. Tahun ini mereka bekerja luar biasa. Tahun depan masih akan berat lagi. Karyawan memanfaatkan kesempatan itu untuk melepas semua kepenatan. Mereka bernyanyi. Berdiri. Meninggalkan kursi. Berjoget bersama di depan panggung. ‘’Lupakan segala persoalan. Tumpahkan semuanya di sini,” kata saya.

Sahmafella terus menggoyang dengan lagu-lagunya. Termasuk dari Ska. Dan, akhirnya konser ditutup dengan Mendung Tanpo Udan milik Ndarboy Genk.

Kondisi ekonomi tahun 2021 memang berat. Namun tidak sampai menghancurkan segalanya. Tahun 2022 kemungkinan membaik. Pandemi covid sudah mereda. Kebijakan pemerintah telah dikendurkan. Masyarakat harus memasukinya dengan optimistis.

Optimisme karyawan kami perkuat dengan outbond. Gamenya dipilih yang sederhana. Saking semangatnya malah menguras tenaga. “Seru. Sangat gokil. Berlimpah hadiah,” komentar Hanif yang baru kali ini mengikuti acara refleksi akhir tahun.

Game-game yang dimainkan menggambar apa yang harus dilakukan karyawan tahun 2022. Semangat dengan kebersamaan dan kerja sama yang kuat. Meski demikian, harus fokus dan menerapkan strategi untuk mencapai tujuan. “Strategi dan tujuan itu telah disampaikan pada refleksi kemarin,” kata saya ketika memberikan closing statement. Semoga tahun depan lebih baik lagi. (*)

Hujan yang mengguyur Jepara pelan-pelan mereda. Sampai akhirnya tak setitik air pun menetes saat acara refleksi Jawa Pos Radar Kudus dimulai. Bahkan langit menjadi cerah pada sore, malam, dan pagi berikutnya. Ada pawang hujan yang bekerja. Tetapi itu semua terjadi tetap karena kekuasaan Allah Yang Maha Agung.

Begitu jugalah yang terjadi pada Jawa Pos Radar Kudus. Apa yang dicapai tahun 2021 ini tak lepas dari pertolongan Allah. Jawa Pos Radar Kudus mengadakan refleksi akhir tahun Sabtu sampai Ahad (18-19 Desember) di Hotel D’Session, Pantai Bandengan, Jepara.  Radar Semarang mengadakan acara serupa di Hotel D’Emmerick Salatiga, 9-10 Desember. Tidak lain untuk mengevaluasi kenerja selama setahun. Bermuhasabah. Introspeksi. Sekaligus untuk menetapkan proyeksi selama setahun ke depan.

Saya mengajak seluruh karyawan bergembira. Karena karunia dan rahmat Allah yang terus diguyurkan sampai akhir tahun ini. Saya ajak mereka tertawa lepas karena demikian luasnya rahmat Allah yang dibentangkan di Jawa Pos Radar Kudus itu. Betul-betul terbahak-bahak. Ha ha ha ha. Ini bukan sombong. Alquran dan hadist mengamanatkan seperti itu. Sebagai ungkapan syukur itu saya hadiahi mereka seragam baju batik tulis warna merah. Juga tanda syukur yang saya keberatan kalau disebut bonus. Hal yang sama saya berikan kepada karyawan Radar Semarang.

Refleksi yang dikemas dalam rapat umum karyawan hanya berlangsung tiga jam. Mulai pukul 13.00 hingga 16.00. Selebihnya dipergunakan untuk merasakan fasilitas dan suasana hotel.  Menikmati indahnya pantai. Saat sore mereguk keagungan Tuhan. Memandangi Pulau Panjang. Menyaksikan tenggelamnya mentari. Seolah masuk dalam perut bumi.

Sebagian karyawan merenggut itu semua dengan berenang di laut.  Ada yang di kolam renang. Ada juga yang duduk di bibir pantai. Malam hari melepaskan semua lelah. Dinner dengan menu barbeque dilakukan di tepi pantai. Diiringi band Sahmatela Entertainment. “Capek kerja setahun ambyar mak pyar,” kata Abd. Rohim, kepala Biro Pati yang juga menjadi redaktur.

Semua karyawan mengenakan busana hawaian (Radar Semarang mengenakan busana cosplay koran). Dipersiapkan dengan matang.  Ada yang membikin sendiri. Ada yang berburu lewat pasar online. Ada yang go show di pasar. Zaenal Abidin, pemred Radar Kudus membikin rumai-rumbai dibantu istri dan anaknya. Dia tampil luar biasa. Dilengkapi topi dan tongkat. Akhirnya dia menjadi juara. “Totalitas teman-teman luar biasa. Acaranya menjadi mewah,” kata Lia, karyawati bagian marketing.

Baca Juga :  Bansos PPKM Darurat

Dengan busana warna-warni, karyawan dihibur konser Sahmafella. Penyanyi debutan baru yang melejit lewat single Janji. Lagu ini dirilis tahun 2020 di bawah naungan Warner Music Indonesia. Sekaligus menjadi soundtrack film Miranda. Pengambilan gambarnya dilakukan di Jepara dan Tawangmangu. Inilah kisah percitaan anak muda yang banyak dialami remaja masa kini.

Malam Hawaian Party itu seru. Kebetulan langit cerah. Bulan memancarkan sinar terang. Sahmafela tampil luar biasa. Mengenakan busana pantai bunga-bunga. Roknya panjang sampai bawah lutut. Pengiringnya mengenakan baju senada. Sangat matching dengan busana para karyawan.

Saya minta lagu Jangan Menyerah milik D’Masiv. Untuk membangkitkan semangat karyawan. Tahun ini mereka bekerja luar biasa. Tahun depan masih akan berat lagi. Karyawan memanfaatkan kesempatan itu untuk melepas semua kepenatan. Mereka bernyanyi. Berdiri. Meninggalkan kursi. Berjoget bersama di depan panggung. ‘’Lupakan segala persoalan. Tumpahkan semuanya di sini,” kata saya.

Sahmafella terus menggoyang dengan lagu-lagunya. Termasuk dari Ska. Dan, akhirnya konser ditutup dengan Mendung Tanpo Udan milik Ndarboy Genk.

Kondisi ekonomi tahun 2021 memang berat. Namun tidak sampai menghancurkan segalanya. Tahun 2022 kemungkinan membaik. Pandemi covid sudah mereda. Kebijakan pemerintah telah dikendurkan. Masyarakat harus memasukinya dengan optimistis.

Optimisme karyawan kami perkuat dengan outbond. Gamenya dipilih yang sederhana. Saking semangatnya malah menguras tenaga. “Seru. Sangat gokil. Berlimpah hadiah,” komentar Hanif yang baru kali ini mengikuti acara refleksi akhir tahun.

Game-game yang dimainkan menggambar apa yang harus dilakukan karyawan tahun 2022. Semangat dengan kebersamaan dan kerja sama yang kuat. Meski demikian, harus fokus dan menerapkan strategi untuk mencapai tujuan. “Strategi dan tujuan itu telah disampaikan pada refleksi kemarin,” kata saya ketika memberikan closing statement. Semoga tahun depan lebih baik lagi. (*)

Most Read

Artikel Terbaru