Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jerat Nikotin dan Peran Nicotine Replacement Therapy (NRT) dalam Membantu Berhenti Merokok

G
Penulis: Ghina Nailal Husna❯

Advertisement

Jerat Nikotin dan Peran Nicotine Replacement Therapy (NRT) dalam Membantu Berhenti Merokok
Jerat Nikotin dan Peran Nicotine Replacement Therapy (NRT) dalam Membantu Berhenti Merokok

 


Advertisement

RADAR KUDUS - Meskipun kesadaran akan bahaya rokok sudah meluas, jumlah perokok di seluruh dunia diperkirakan masih mencapai angka fantastis, yakni sekitar 1,1 hingga 1,3 miliar jiwa.


Alasan utama mengapa rokok begitu digandrungi sekaligus sangat sulit untuk dilepaskan bukanlah sekadar kebiasaan visual, melainkan jerat biologis dari nikotin.

Advertisement

 

Lantas, bagaimana nikotin menguasai otak manusia, dan solusi medis apa yang bisa digunakan untuk memutus kecanduan tersebut?

 

1. Cara Kerja Nikotin dan Lonjakan Dopamin di Otak

Ketika sebatang rokok dihisap, nikotin terserap masuk ke dalam aliran darah dan hanya membutuhkan waktu hitungan detik untuk mencapai otak.

 

Setibanya di otak, nikotin memicu pelepasan zat kimia yang disebut neurotransmitter, khususnya dopamin.


  • Hormon Kesenangan dan Reward: Dopamin adalah zat kimia di otak yang mengatur rasa senang, motivasi, serta sistem penghargaan (reward system)—hormon yang sama yang memicu kecanduan pada judi atau pornografi.
  • Fungsi Lain Dopamin: Selain memberi rasa senang, dopamin juga memengaruhi fokus, suasana hati (mood), pergerakan tubuh, tekanan darah, hingga siklus tidur.

Ketika seseorang mencoba berhenti merokok secara tiba-tiba (cold turkey), jaringan neuron di otak yang sudah "dimanjakan" oleh nikotin akan mengalami kepanikan.

 

Gejala putus obat (withdrawal symptoms) pun muncul, seperti rasa gelisah, mudah marah, sulit konsentrasi, hingga keinginan kuat untuk kembali merokok.


2. Memahami Nicotine Replacement Therapy (NRT)

Untuk membantu perokok melepaskan diri dari bahaya rokok tanpa harus tersiksa oleh gejala sakau yang parah, dunia medis mengenalkan Nicotine Replacement Therapy (NRT) atau Terapi Penggantian Nikotin.


Prinsip utama NRT sangat sederhana namun vital: memberikan pasokan nikotin bersih ke dalam tubuh tanpa melibatkan asap rokok, tar, karbon monoksida, dan ribuan zat toksik berbahaya yang merusak paru-paru serta pembuluh darah.


Beberapa jenis NRT yang umum digunakan meliputi:


a. Nicotine Patch (Plester Nikotin)

  • Cara Kerja: Ditempelkan pada kulit dan melepaskan nikotin secara stabil serta konstan selama 16 hingga 24 jam.
  • Fungsi: Bekerja seperti infus kecil yang mencegah kepanikan saraf akibat terhentinya pasokan nikotin, sangat cocok untuk mengontrol gejala sakau sepanjang hari bagi perokok berat.

b. Nicotine Gum (Permen Karet Nikotin) dan Lozenges (Tablet Hisap)

  • Cara Kerja: Saat dikunyah atau dihisap di dalam mulut, nikotin diserap langsung melalui jaringan lunak mulut ke dalam aliran darah.
  • Fungsi: Bekerja lebih cepat dibanding plester, sangat berguna untuk meredam dorongan kuat merokok yang datang tiba-tiba (misalnya setelah makan atau saat stres).

c. Nicotine Pouch (Kantong Nikotin)

  • Cara Kerja: Produk generasi baru berupa kantong kecil bebas tembakau yang diletakkan di antara gusi dan bibir, melepaskan nikotin secara perlahan tanpa perlu dikunyah.
  • Kelebihan: Lebih praktis, tidak mencolok, dan minim iritasi, meskipun penggunaannya tetap harus dikontrol dosisnya agar tidak memperpanjang ketergantungan.

3. Efek Samping Penggunaan Produk Nikotin

Meskipun jauh lebih aman daripada merokok konvensional karena bebas tar dan gas beracun, penggunaan produk NRT tetap memiliki beberapa catatan medis, terutama pada kesehatan rongga mulut dan kulit:


  • Mulut Kering dan Penurunan Air Liur: Nikotin menstimulasi sistem saraf otonom yang dapat mengurangi produksi air liur (saliva), sehingga meningkatkan risiko gigi berlubang dan peradangan jaringan lunak (seperti kandidiasis oral).
  • Gangguan Aliran Darah Gusi: Nikotin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di area gusi, yang berpotensi mengganggu suplai oksigen dan proses penyembuhan jaringan.
  • Iritasi Lokal: Nicotine patch kadang kala dapat memicu iritasi kulit ringan atau gangguan tidur pada sebagian penggunanya.

Perlu diingat bahwa tujuan akhir dari NRT bukanlah untuk mempertahankan kecanduan, melainkan menurunkan dosis nikotin secara bertahap guna memberi waktu bagi sistem saraf dan otak untuk belajar berfungsi secara normal tanpa nikotin sama sekali.

Kesimpulan

Berhenti merokok adalah sebuah tantangan besar karena melibatkan ketergantungan neurokimia di dalam otak.

 

Dengan memahami cara kerja nikotin serta memanfaatkan pendekatan medis yang tepat seperti Nicotine Replacement Therapy (NRT), proses transisi lepas dari rokok dapat dilakukan secara lebih terarah, aman, dan berkelanjutan. (*)

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer