Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Air Galon vs Air Rebusan: Mana yang Lebih Sehat dan Aman untuk Dikonsumsi?

G
Penulis: Ghina Nailal Husna❯

Advertisement

Air Galon vs Air Rebusan: Mana yang Lebih Sehat dan Aman untuk Dikonsumsi?
Air Galon vs Air Rebusan: Mana yang Lebih Sehat dan Aman untuk Dikonsumsi?

 


Advertisement

RADAR KUDUS - Air minum merupakan kebutuhan mendasar bagi kesehatan tubuh manusia.

 

Di Indonesia, masyarakat mengonsumsi air minum dari beragam sumber, mulai dari Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) galon, air minum isi ulang, hingga air keran/sumur yang direbus hingga mendidih.

Advertisement


Kendati demikian, sering timbul pertanyaan di tengah masyarakat: Di antara air galon dan air rebusan, mana yang secara kualitas lebih sehat, higienis, dan aman untuk dikonsumsi harian?

 


Pakar sekaligus Profesor dari Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Suprihatin, membeberkan kriteria air minum layak konsumsi serta potensi risiko dari masing-masing jenis air tersebut.


Kriteria Utama Air Minum Layak Konsumsi

Menurut Prof. Suprihatin, syarat paling mendasar dari air yang layak dan sehat untuk dikonsumsi adalah air bersih secara fisik. Air bersih tersebut wajib memenuhi tiga kriteria fisik utama:


  1. Tidak berwarna (jernih).
  2. Tidak berasa.
  3. Tidak berbau.

Selain kriteria fisik di atas, kualitas air minum yang aman wajib terjamin secara menyeluruh dari seluruh rantai prosesnya—mulai dari sumber air tanah/mata air, proses pengolahan, hingga cara penanganan dan penyimpanannya.


Air Galon Asli (AMDK): Jaminan Mutu Lebih Ketat

Dari sisi standar pengolahan, air galon bermerek (AMDK asli) umumnya memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan air rebusan sendiri maupun air isi ulang.


Hal ini disebabkan oleh adanya Sistem Penjaminan Mutu (Quality Assurance) yang ketat dan tersertifikasi dari perusahaan penyedianya.

 

Pengawasan mikrobiologi, penyaringan bertingkat (filtration), hingga proses sterilisasi air galon asli terkontrol sesuai standar regulasi kesehatan nasional.

 

Oleh karena itu, kualitas higienitas air galon asli cenderung lebih konsisten dan teruji.


Air Rebusan Sumur / PDAM: Bebas Kontaminasi Mikrobiologis Jika Mendidih Sempurna

Bagaimana dengan air rebusan dari sumur atau saluran PDAM?


Prof. Suprihatin menjelaskan bahwa air rebusan sumur atau PDAM aman dari risiko kontaminan mikrobiologis (seperti bakteri E. coli atau parasit) dengan satu syarat mutlak: harus dimasak hingga mencapai titik didih 100°C secara sempurna.


Proses pemanasan hingga air mendidih efektif membunuh mikroorganisme berbahaya. Namun, air rebusan tetap memiliki potensi risiko kontaminasi fisika dan kimia:


  • Cemaran Fisika & Kimia: Sangat bergantung pada kualitas sumber air asalnya. Jika sumber air sumur atau PDAM mengandung logam berat, senyawa kimia, atau limbah endapan, merebus air saja tidak serta-merta menghilangkan kandungan kimia berbahaya tersebut.
  • Tanda Bahaya: Apabila air yang telah direbus mengalami perubahan warna, menimbulkan bau menyengat, atau terasa aneh/pahit, air tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi.

Potensi Risiko Kontaminasi pada Semua Jenis Air

Prof. Suprihatin menegaskan bahwa semua jenis air minum tetap memiliki risiko kesehatan jika cara penanganan dan pengolahannya tidak higienis.


Beberapa potensi pencemaran yang dapat terjadi di lingkungan rumah tangga meliputi:


  • Penanganan Galon yang Keliru: Air galon (baik asli maupun isi ulang) dapat terkontaminasi jika dispenser tidak dibersihkan secara berkala, atau jika tutup galon dibiarkan terbuka terlalu lama sehingga menjadi sarang atau tempat bertelur nyamuk.
  • Kontaminasi Silang (Cross-Contamination): Bakteri sangat mudah berpindah melalui wadah penampung yang kotor, tangan yang tidak higienis, atau peralatan masak yang tercemar.

Kesimpulan

Baik air galon asli maupun air rebusan sumur/PDAM sama-sama dapat menjadi sumber air minum yang sehat, selama memenuhi standar pengolahan yang tepat:


  • Air Galon AMDK Asli: Unggul dari segi kepraktisan dan jaminan mutu industri yang lebih teruji.
  • Air Rebusan: Aman dari bakteri selama direbus hingga mendidih sempurna (100°C), serta berasal dari sumber air tanah/PDAM yang bebas dari kontaminasi kimia dan logam berat.

Untuk menjaga kesehatan keluarga, pastikan selalu menggunakan wadah penampung yang bersih, menjaga sanitasi dispenser/peralatan masak, dan memastikan sumber air yang digunakan bebas dari bau, rasa, maupun warna. (*)

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer