Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Membumikan Zakat, Langkah Kecil Menuju Dampak Besar

A
Penulis: Admin❯
Ilustrasi zakat. (Baznas Kota Yogya)
Ilustrasi zakat. (Baznas Kota Yogya)

Advertisement

SEJAK kecil hingga dewasa hari ini, ada satu tugas dari Ibu yang tidak pernah berubah, yaitu mengantarkan zakat ke musala dekat rumah—utamanya menjelang Idulfitri. 

Waktu kecil, saya hanya menganggapnya sebagai perintah sederhana. 

Namun, di balik kantong beras yang kugenggam erat itu, kelas kehidupan sedang berlangsung. 

Advertisement

Di musala, para pengurus tidak sekadar menerima titipan tersebut. Ada akad, ikrar.

Dengan sabar, mereka (pengurus musala, red) mengajariku melafalkan niat zakat, memperjelas atas nama siapa zakat diserahkan dan mendoakan keberkahan keluarga kami. 

Dari interaksi langsung itulah benih kepedulian sosialku tumbuh. Pengalaman tersebut mulai membentuk kontemplasi emosional dan sosial dalam diriku.

Advertisement

Seiring bertambahnya usia, saya menyadari masalah besar pada penyaluran zakat di perkotaan. 

Di kota-kota besar, penyaluran zakat dominan berupa uang tunai atau sembako langsung. 

Praktik ini memberi pertolongan cepat, tetapi penyaluran zakat tunai hanya menyelesaikan dampak sesaat, bukan akar kemiskinan. 

Uang tunai yang diterima mustahik habis dalam hitungan hari untuk biaya hidup harian. 

Advertisement

Artikel Terkait

Zakat Penghasilan ASN: Ketika Gaji Belum Mencapai Nisab, Apakah Wajib Dizakati?

Zakat Penghasilan ASN: Ketika Gaji Belum Mencapai Nisab, Apakah Wajib Dizakati?

Membaca Ulang Nisab, Al-Māl Al-Mustafād, dan Perdebatan Ulama Klasik-Kontemporer Perbincangan mengenai zakat penghasilan, khususnya bagi aparatur sipil negara (ASN), sering berhenti pada satu angka: 2,5 persen. Begitu

Warga Nahdliyyin Soroti Kebijakan di Balik Penarikan Zakat Profesi ASN Jepara

Warga Nahdliyyin Soroti Kebijakan di Balik Penarikan Zakat Profesi ASN Jepara

Persoalan di atas tidak hanya menyangkut aspek fikih zakat, tetapi juga menyentuh dimensi relasi kekuasaan, legitimasi kebijakan publik, tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), dan efektivitas komunikasi

Komunitas Difabel Berharap Baznas Lebih Peduli Penyandang Disabilitas di Jepara

Komunitas Difabel Berharap Baznas Lebih Peduli Penyandang Disabilitas di Jepara

Audiensi itu dihadiri perwakilan Komunitas Motor Difabel Jepara (KMDJ), Perkumpulan Penyandang Difabel Indonesia (PPDI) Jepara, serta Yayasan Difabel Jepara Tataning Bumi (DJTB Foundation).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer