
Oleh: Solkhan, S.Pd., M.Pd.
Pemerhati Pendidikan, Pengajar SMAN 1 Mejobo, dan Ketua ICMI Kabupaten Jepara
Jepara selama ini dikenal sebagai Kota Ukir yang memiliki etos kerja tinggi. Selain menjadi pusat industri mebel dan kerajinan, Jepara juga tumbuh sebagai daerah industri yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Berbagai pabrik berdiri dan membuka peluang kerja bagi ribuan masyarakat, khususnya generasi muda.
Kondisi ini tentu patut disyukuri. Namun di balik melimpahnya lapangan pekerjaan, muncul fenomena yang perlu mendapat perhatian bersama. Banyak lulusan SMA, SMK, dan MA yang merasa tidak perlu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena sudah dapat bekerja dan memperoleh penghasilan. Bagi sebagian anak muda, bekerja dianggap lebih menarik dibandingkan melanjutkan kuliah.
Tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa kuliah membutuhkan biaya mahal dan harus dilakukan di kota-kota besar seperti Semarang, Yogyakarta, atau Surabaya. Akibatnya, minat melanjutkan pendidikan tinggi masih relatif rendah. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan tinggi perlu terus ditingkatkan agar Jepara tidak hanya maju dalam bidang industri, tetapi juga unggul dalam kualitas sumber daya manusianya.
Kuliah Tetap Penting di Tengah Banyaknya Lapangan Kerja
Bekerja setelah lulus sekolah memang merupakan pilihan yang baik. Akan tetapi, pendidikan tinggi tetap menjadi kebutuhan penting untuk menghadapi tantangan masa depan.
Dunia kerja saat ini terus berkembang. Perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, inovasi, dan penguasaan teknologi. Pendidikan tinggi menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kompetensi tersebut.
Seseorang yang bekerja sambil terus belajar akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang, memperoleh jenjang karier yang lebih baik, serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya di masa depan.
Karena itu, pilihan terbaik bukanlah bekerja atau kuliah, melainkan bekerja dan kuliah secara bersamaan.



