alexametrics
31 C
Kudus
Saturday, June 4, 2022

Genap Berusia 20 Tahun, Jawa Pos Radar Kudus Tetapkan Tagline Baru “Set…Set…Wes”

KETIKA pertama ditugaskan di Radar Kudus saya sempat shock. Selama bekerja di Jawa Pos selalu ditempatkan di kota besar. Paling lama di Surabaya. Kalaupun pernah di kota lain, itu di Malang dan Jakarta. Tiba-tiba harus bergeser ke Kudus. Kota kecil di bawah Gunung Muria yang kalau maghrib sudah sepi.

Sepuluh tahun lalu sebelum saya ditugaskan di Kudus, Jawa Pos telah menjadi raksasa. Koran dengan pembaca terbanyak di Indonesia. Sedangkan Radar Kudus masih kecil. Di bawah Jawa Pos Radar, grup di bawah Jawa Pos Holding, yang membawahi 18 perusahaan pun Radar Kudus di papan bawah.

Akhirnya saya sadar, justru di perusahaan kecil itu, diperlukan peran besar dengan pengalaman besar pula. Sehingga, kelak menjadi besar. Itu misi.


Sekarang Radar Kudus sudah besar. Sudah di papan atas dari 19 perusahaan di bawah Jawa Pos Radar Group. Bahkan, pada kwartal I tahun 2022, total hasil usahanya nomor 2. Itu pun hanya terpaut sedikit di bawah Radar Malang, perusahaan paling besar di grup ini.

Kota Kudus, tempat kedudukan Radar Kudus, pun sudah sangat maju. Demikian pula kota-kota sekitar, seperti Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan, yang menjadi tempat kehidupannya.

Hari ini, 3 Juni 2022, Radar Kudus genap berusia 20 tahun. Diperlukan peran yang semakin besar untuk ikut memajukan wilayah. Maju di segala sisi kehidupan, baik sosial, politik, pendidikan, keagamaan, maupun ekonomi. Maju pula pembangunannya, baik fisik maupun nonfisik.

Baca Juga :  Pilar Demokrasi Demokrasi Keempat

Tantangannya semakin besar. Koran harus hidup di tengah kekuasaan media sosial dan tumbuh suburnya media online. Media mainstream ini, tidak akan mati tergilas oleh keadaan manakala bisa menemukan jati dirinya.

Kami telah meneguhkan diri. Koran sebagai karya seni. Dihasilkan oleh para seniman. Wartawan adalah seniman tulis. Fotografer adalah seniman gambar. Disainer adalah seniman perwajahan yang membuat koran eye catching. Kru lainnya adalah seniman human relationship. Seni berhubungan dengan konsumen, pelanggan, relasi, dan mitra bisnis.

Meski seniman, tidak boleh alon-alon asal kelakon. Langkah mesti dipercepat, agar tidak ketinggalan dengan kemajuan masyarakat. Untuk itu, kami telah menetapkan jargon ”Set…Set…Wes”. Istilah ini sudah sering terdengar di Jawa Timur. Di Jawa Tengah orang bilang Sat…Set. Suatu prinsip kerja keras dan kerja cepat.

”Set…Set…Wes” cocok dengan keadaan sekarang setelah kita dihajar pandemi korona. Dua tahun segala gerak kehidupan terbatasi. Sekarang serangan korona sudah mengendur. Saatnya kita berlari. Kalau bisa sekencang-kencangnya untuk mengejar ketertinggalan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu untuk menjadi kuat. Baik pelanggan, agen, loper, klien, relasi, mitra bisnis, dan semua pihak yang telah bekerja sama dengan kami. Tanpa mereka kami tidak akan menjadi seperti sekarang. Apalagi untuk berlari lebih kencang lagi.

Semoga Tuhan memberkahi. (*)

KETIKA pertama ditugaskan di Radar Kudus saya sempat shock. Selama bekerja di Jawa Pos selalu ditempatkan di kota besar. Paling lama di Surabaya. Kalaupun pernah di kota lain, itu di Malang dan Jakarta. Tiba-tiba harus bergeser ke Kudus. Kota kecil di bawah Gunung Muria yang kalau maghrib sudah sepi.

Sepuluh tahun lalu sebelum saya ditugaskan di Kudus, Jawa Pos telah menjadi raksasa. Koran dengan pembaca terbanyak di Indonesia. Sedangkan Radar Kudus masih kecil. Di bawah Jawa Pos Radar, grup di bawah Jawa Pos Holding, yang membawahi 18 perusahaan pun Radar Kudus di papan bawah.

Akhirnya saya sadar, justru di perusahaan kecil itu, diperlukan peran besar dengan pengalaman besar pula. Sehingga, kelak menjadi besar. Itu misi.

Sekarang Radar Kudus sudah besar. Sudah di papan atas dari 19 perusahaan di bawah Jawa Pos Radar Group. Bahkan, pada kwartal I tahun 2022, total hasil usahanya nomor 2. Itu pun hanya terpaut sedikit di bawah Radar Malang, perusahaan paling besar di grup ini.

Kota Kudus, tempat kedudukan Radar Kudus, pun sudah sangat maju. Demikian pula kota-kota sekitar, seperti Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan, yang menjadi tempat kehidupannya.

Hari ini, 3 Juni 2022, Radar Kudus genap berusia 20 tahun. Diperlukan peran yang semakin besar untuk ikut memajukan wilayah. Maju di segala sisi kehidupan, baik sosial, politik, pendidikan, keagamaan, maupun ekonomi. Maju pula pembangunannya, baik fisik maupun nonfisik.

Baca Juga :  Jawa Pos Radar Kudus Biro Pati Tempati Kantor Baru

Tantangannya semakin besar. Koran harus hidup di tengah kekuasaan media sosial dan tumbuh suburnya media online. Media mainstream ini, tidak akan mati tergilas oleh keadaan manakala bisa menemukan jati dirinya.

Kami telah meneguhkan diri. Koran sebagai karya seni. Dihasilkan oleh para seniman. Wartawan adalah seniman tulis. Fotografer adalah seniman gambar. Disainer adalah seniman perwajahan yang membuat koran eye catching. Kru lainnya adalah seniman human relationship. Seni berhubungan dengan konsumen, pelanggan, relasi, dan mitra bisnis.

Meski seniman, tidak boleh alon-alon asal kelakon. Langkah mesti dipercepat, agar tidak ketinggalan dengan kemajuan masyarakat. Untuk itu, kami telah menetapkan jargon ”Set…Set…Wes”. Istilah ini sudah sering terdengar di Jawa Timur. Di Jawa Tengah orang bilang Sat…Set. Suatu prinsip kerja keras dan kerja cepat.

”Set…Set…Wes” cocok dengan keadaan sekarang setelah kita dihajar pandemi korona. Dua tahun segala gerak kehidupan terbatasi. Sekarang serangan korona sudah mengendur. Saatnya kita berlari. Kalau bisa sekencang-kencangnya untuk mengejar ketertinggalan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu untuk menjadi kuat. Baik pelanggan, agen, loper, klien, relasi, mitra bisnis, dan semua pihak yang telah bekerja sama dengan kami. Tanpa mereka kami tidak akan menjadi seperti sekarang. Apalagi untuk berlari lebih kencang lagi.

Semoga Tuhan memberkahi. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/