Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Buah Jeruk Busuk, SPPG Jepon Seso 1 dan Supplier Minta Maaf Terkait Kualitas Bahan Pangan

Eko Santoso • Jumat, 6 Maret 2026 | 11:20 WIB

PERSIAPAN: Pekerja di SPPG Jepon Seso 1 saat menyiapkan menu.
PERSIAPAN: Pekerja di SPPG Jepon Seso 1 saat menyiapkan menu.

BLORA - Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jepon Seso 1 dan supplier minta maaf.

Permintaan maaf disampaikan setelah adanya temuan buah jeruk busuk dan ukuran potongan ayam yang minim. 

Asisten Lapangan SPPG Jepon Seso 1 meminta maaf atas kelalaian dalam proses pengawasan sehingga buah jeruk yang busuk terlewat.

"Kami meminta maaf atas kejadian terkait buah jeruk busuk yang viral di media sosial. Kejadian ini murni akibat kelalaian kami saat melakukan pengawasan penyortiran buah jeruk," ujarnya. 

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak supplier buah, Mimin, juga memberikan klarifikasi terkait asal-usul komoditas tersebut.

Ia menjelaskan bahwa ketidaksesuaian kualitas bermula dari kesalahan pengiriman oleh pemasok hulu. 

"Selaku supplier buah SPPG Seso 1, kesempatan ini saya menyampaikan klarifikasi bahwa SPPG Seso memesan jeruk Medan dengan ukuran besar, namun buah yang datang dari pemasok berukuran tidak rata (besar dan kecil) dengan tampilan kulit yang burik. Atas kesalahan pengiriman ukuran jeruk tersebut, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," tegas Mimin.

Selain isu buah, publik juga menyoroti potongan daging ayam yang dinilai terlalu kecil.

Ambar Diani, perwakilan dari PT Sinergi selaku supplier ayam, memberikan penjelasan teknis terkait hal tersebut.

Menurutnya, perubahan ukuran potongan merupakan respons terhadap permintaan teknis dari dapur serta fluktuasi harga pasar.

"Dengan hormat, sehubungan dengan video potongan ayam yang kelihatan kecil, dapat kami informasikan bahwa hal ini terjadi karena adanya perubahan gramasi per potong ayam," ujar Ambar.

"Beberapa dapur MBG menginginkan berat timbangan per pack tidak lebih dari 1 kg, sehingga berpengaruh pada gramasi per pieces," lanjutnya.

"Selain itu, hal ini juga terkait dengan harga ayam yang sedang tinggi, sehingga untuk menekan harga dilakukan perubahan gramasi potong yang lebih kecil. Untuk ke depan, kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan akan kami perbaiki ukuran gramasi seperti semula," jelasnya.

Dengan adanya klarifikasi dari ketiga pihak tersebut, diharapkan masyarakat dapat memahami kronologi kejadian.

Para supplier dan petugas lapangan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pengawasan dan pelayanan guna mendukung kelancaran program penyediaan pangan di wilayah SPPG Jepon Seso 1. (tos)

Editor : Ali Mustofa
#SPPG #Mbg #buah busuk #blora