Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Isu LPG Langka di Blora Disebut Rekayasa Oknum, Ini Penjelasan Pertamina

Ali Mustofa • Jumat, 27 Februari 2026 | 11:22 WIB

KOSONG: LPG di Pangkalan Kaliwangan mengalami kelangkaan stok akibat permintaan meningkat.
KOSONG: LPG di Pangkalan Kaliwangan mengalami kelangkaan stok akibat permintaan meningkat.
BLORAPT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) memberikan klarifikasi terkait kabar kelangkaan LPG 3 kilogram di wilayah Blora.

Perusahaan menyebut isu tersebut dipicu oleh ulah oknum yang ingin meraih keuntungan pribadi dengan menciptakan kepanikan di masyarakat.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, memastikan bahwa ketersediaan LPG 3 kilogram di Blora sebenarnya dalam kondisi aman.

Baca Juga: LPG 3 Kg di Blora Sulit Didapat, Pedagang Akui Sudah Tiga Hari Tanpa Pasokan

Ia menegaskan stok di pangkalan resmi masih mencukupi sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Menurutnya, rata-rata setiap pangkalan memiliki sekitar 20 hingga 30 tabung kosong sesuai alokasi yang dibagikan oleh Pemerintah Kabupaten Blora.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa distribusi LPG subsidi masih berjalan normal.

Taufiq mengimbau masyarakat agar membeli LPG 3 kilogram langsung di pangkalan resmi Pertamina yang ditandai dengan plang hijau.

Untuk mengetahui lokasi pangkalan terdekat, masyarakat dapat mengakses situs resmi Pertamina melalui PTM.id/infoLPG3KG dan mencari titik distribusi sesuai wilayah tempat tinggal.

Ia menjelaskan, kabar kelangkaan LPG 3 kilogram kerap muncul akibat upaya pihak tertentu yang sengaja menciptakan kesan pasokan terbatas agar harga jual meningkat.

Fenomena tersebut disebut sering terjadi di wilayah perbatasan, termasuk Blora dan Rembang.

“Oknum ingin harga LPG naik dengan menciptakan situasi seolah-olah langka, padahal stok di pangkalan sebenarnya tersedia,” ujarnya.

Baca Juga: Perselingkuhan Diduga Libatkan Dua Kepala Puskesmas di Blora, Suami Layangkan Laporan

Taufiq menambahkan, seluruh pangkalan LPG 3 kilogram melayani pembelian langsung dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp18.000 per tabung.

Karena itu, masyarakat diminta tidak panik dan tetap membeli di pangkalan resmi.

Ia menekankan bahwa kepanikan justru dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menaikkan harga di pasaran.

Jika masyarakat tetap bertransaksi di pangkalan resmi, stabilitas harga dapat terjaga.

Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu kelangkaan, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri, serta selalu memastikan pembelian dilakukan melalui jalur distribusi resmi guna menghindari praktik penjualan tidak wajar. (ari)

Editor : Ali Mustofa
#masyarakat #distribusi lpg #blora #pangkalan #pertamina