Kepala Bandara Dewandaru Karimunjawa yang juga membawahi Bandara Ngloram Ariadi Widiawan mengingatkan, agar tidak sembarang membuka pintu darurat pesawat. Sebab, bisa fatal akibatnya. ”Sekali lagi jangan membuka pintu darurat tanpa instruksi dari awak kabin. Karena jika pintu darurat dibuka, otomatis tidak langsung bisa ditutup. Sehingga, beberapa waktu lalu menyebabkan pesawat tujuan Blora batal terbang gara-gara pintu daruratnya dibuka penumpang,” terangnya.
Menurutnya, gara-gara satu orang, akhirnya semua penumpang pesawat batal terbang. Selain itu, penumpang dari Bandara Ngloram tidak bisa terbang. Termasuk rombongan dari bupati Blora.
”Nah, apakah sesederhana itu mengembalikan pintu darurat jika sudah dibuka? Tidak. Harus nunggu sparepart dulu. Otomatis pesawat tersebut, tidak bisa terbang sebelum ganti sparepart . Coba, kasihan kan maskapainya. Mudah-mudahan, ke depan penumpang lebih hati-hati. Tidak coba-coba membuka yang seharusnya tidak dibuka seperti pada trasnportasi lain. Termasuk jangan asal mencet tombol di pesawat,” tegasnya.
Ariadi Widiawan mengaku, sebelum pesawat berangkat, awak kabin sudah memperagakan instruksi selama di penerbangan. Mulai memakai sabuk pengaman, memakai jaket keselamatan, termasuk peringatan untuk pintu darurat. ”Mbokyao dilihat pramugarinya. Diperhatikan instruksinya. Jangan cuma dilihat aja mbak-mbakyunya,” pintanya.
Dia menambahkan, setiap jenis pesawat memiliki pintu daruat dengan lokasi yang berbeda-beda. Tapi semua sama. Tidak boleh dibuka tanpa ada instruksi awak kabin. ”Yang boleh duduk di dekat pintu darurat hanya orang-orang tertentu. Tidak boleh sembarang orang. Ini untuk memastikakn keselamatan penerbangan, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sesuai Pasal 56 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan,” imbuhnya.
Selain pintu darurat, ada juga pelampung yang letaknya ada di bawah tempat duduk. Itu sama sekali tidak boleh dipindahkan. Sebab apabila hilang satu, pesawat tidak diperkenankan terbang. ”Ayo kita terbang dengan selamat, aman, dan nyaman,” ajaknya. (sub/lin) Editor : Saiful Anwar