Pembangunan Terminal Bandara yang seperti Pohon Jati sudah selesai dikerjakan. Jalan masuk Bandara juga sudah lebih bagus. Panjangnya sekitar 870 meter. Ada dua jalur. Kanan kiri. Total lebar jalan 16 meter. Menggunakan aspal hotmix dan ada berbagai fasilitas seperti lampu dan lainnya. Parkir kendaraan juga sudah tuntas. Instalasi Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKPPK) juga sudah ada.
Berbagai fasilitas dalam Terminal Bandara juga sudah ada. Mulai mebeler untuk meja check in, alat deteksi, counter tiket, musala lengkap dengan tempat suci, serta kamar mandi difabel dan masyarakat umum.
Ada juga kamar laktasi (menyusui, red), mesin x-ray bagasi, Walk Through Metal Detector (WTMD) serta troli barang. Selain itu, di luar gedung terminal juga ada Bagage Towing Tractor (BTT), mobil pemadam kebakaran dan berbagai perlengkapan lainnya.
Kepala Satuan Kerja Bandara Ngloram Abdul Rozak mengatakan, pembangunan Bandara Ngloram targetnya diseselesaikan tahun ini. Memang, ada beberapa pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan. Mulai pembangunan Gedung Terminal Tahap 1, perpanjangan runway, pekerjaan apron, pekerjaan pagar bandara, pengadaan dan pemasangan AFL termasuk biaya pengiriman.
“Desain terminal Bandara Ngloram ini juga jadi perhatian. Dibuat unik. Sisi estetikanya sangat bagus. Kecil tapi cekli dan memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan,” tegasnya.
Bentuknya memiliki keunikan tersendiri dibanding Bandara yang lainnya. Tiang-tiang utama diibaratkan seperti pohon Jati. Sementara atap terlihat seperti daun Jati. Sehingga, saat berdiri di bawah terminal, berasa sedang berdiri di bawah pohon jati yang merupakan ciri khas Blora.
“Konsep Terminal Bandara ini memang dibuat seperti Pohon Jati. Mengambarkan penjiwaan pohon jati. Tiang utama seperti bentuk pohon dan plafon dengan lubang-lubangnya itu seolah-olah rindangnya daun pohon Jati,” imbuhnya.
Rozak menambahkan, desain terminal bandar merupakan hasil sayembara yang diadakan oleh Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Semua mengangkat konsep jati yang mana sebagai ciri khas Blora.
Diketahui, Bandara Ngloram sudah ada sejak 41 tahu lalu. Tepatnya, sejak tahun 1980. Bandara ini dibangun untuk mendukung pengembangan proyek-proyek pertambangan minyak dan gas (migas) di Blora dan sekitarnya.
Dalam setahun terakhir, sudah ada sejumlah pesawat yang mendarat. Mulai pesawat King Air B2000GT, NAM AIR Jenis JATR 72-600, gubgga terbaru maskapai Citilink.
Kini, dengan menggandeng Citilink, bandara ini kembali melayani penrbangan komersil. Jadwalnya dua kali sepekan, Senin dan Jumat. Dengan rute Blora-Jakarta (Bandara Halim Perdanakusuma). Editor : Saiful Anwar