alexametrics
24.1 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Gandeng BPOM, Pemkab Blora Awasi Kualitas Makanan

BLORA Pemkab Blora menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah. Kerja sama pengawasan obat dan makanan secara terpadu. Baik  yang diedarkan, serta diperdagangkan untuk masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Bismillah, Sesarengan mBangun Blora bersama BPOM Jawa Tengah. Ke depan kita ingin kualitas obat dan makanan yang beredar di Kabupaten Blora benar-benar sehat serta aman untuk masyarakat Blora, utamanya tumbuh kembang anak-anak kita,” ungkap Bupati Blora Arief Rohman usai Penandatanganan MoU di Ruang Rapat Bupati lantai 2 Komplek Setda Blora, didampingi Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati dan OPD terkait kemarin.

Blora ini merupakan gudangnya kuliner. Pusatnya potensi pangan yang dapat diolah menjadi beragam produk olahan makanan. “Sehingga, kami berharap ada pendampingan dari BPOM kepada masyarakat, para pedagang, atau badan usaha, hingga UMKM yang memproduksi makanan dan memperdagangkan obat tradisional,” ujarnya.


Usai penandatanganan MoU, dilanjutkan Penandatanganan Perjanjian Kerja sama (PKS) antara BPOM dengan 4 Dinas untuk penajaman bidang kerjasama. Diantaranya PKS dengan Dindagkop UKM tentang Pengawasan Sarana Peredaran Pangan Olahan.

Kemudian PKS dengan Dinas Pendidikan tentang Pengawasan Keamanan Pangan Jajan Anak Usia Sekolah, PKS dengan Dinas Kesehatan tentang Pengawasan Obat dan Makanan, serta PKS dengan Dinas PMD tentang Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Program Gerakan Keamanan Pangan Desa.

Baca Juga :  Ingat! Buang Sampah Sembarangan di Blora bakal Didenda Rp 50 Juta

Kepala BPOM Jawa Tengah, Sandra M.P Linthin mengaku, upaya pengawasan obat dan makanan tidak akan bisa maksimal jika hanya dilakukan oleh BPOM. Sehingga harus melibatkan stakeholder terkait. Yang dalam hal ini adalah Pemerintah Daerah.

“Blora ini menjadi salah satu dari 7 Kabupaten di Jawa Tengah yang telah mendapatkan intervensi dari BPOM dalam pengawasan obat dan makanan. Alhamdulillah dengan adanya MoU ini maka kerja sama bisa semakin meluas melalui 4 PKS yang disepakati. Kami siap mendukung dan mewujudkan harapan Bapak Bupati, agar masyarakat Blora terjaga kesehatannya,” ungkap Sandra.

Di Jawa Tengah sendiri, sudah ada 50 sekolah yang diintervensi untuk dilakukan penilaian keamanan jajanan sekolahnya. Enam diantaranya ada di Kabupaten Blora. Hasilnya, 6 sekolah di Blora ini berhasil memperoleh sertifikat kemanan pangan dan jajanan. “Semoga ke depan bisa kita tingkatkan ke lebih banyak sekolah lainnya,” terang Sandra. (sub/ali)

BLORA Pemkab Blora menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah. Kerja sama pengawasan obat dan makanan secara terpadu. Baik  yang diedarkan, serta diperdagangkan untuk masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Bismillah, Sesarengan mBangun Blora bersama BPOM Jawa Tengah. Ke depan kita ingin kualitas obat dan makanan yang beredar di Kabupaten Blora benar-benar sehat serta aman untuk masyarakat Blora, utamanya tumbuh kembang anak-anak kita,” ungkap Bupati Blora Arief Rohman usai Penandatanganan MoU di Ruang Rapat Bupati lantai 2 Komplek Setda Blora, didampingi Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati dan OPD terkait kemarin.

Blora ini merupakan gudangnya kuliner. Pusatnya potensi pangan yang dapat diolah menjadi beragam produk olahan makanan. “Sehingga, kami berharap ada pendampingan dari BPOM kepada masyarakat, para pedagang, atau badan usaha, hingga UMKM yang memproduksi makanan dan memperdagangkan obat tradisional,” ujarnya.

Usai penandatanganan MoU, dilanjutkan Penandatanganan Perjanjian Kerja sama (PKS) antara BPOM dengan 4 Dinas untuk penajaman bidang kerjasama. Diantaranya PKS dengan Dindagkop UKM tentang Pengawasan Sarana Peredaran Pangan Olahan.

Kemudian PKS dengan Dinas Pendidikan tentang Pengawasan Keamanan Pangan Jajan Anak Usia Sekolah, PKS dengan Dinas Kesehatan tentang Pengawasan Obat dan Makanan, serta PKS dengan Dinas PMD tentang Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Program Gerakan Keamanan Pangan Desa.

Baca Juga :  Kasus HIV/AIDS di Blora Turun Dibanding Tahun Lalu

Kepala BPOM Jawa Tengah, Sandra M.P Linthin mengaku, upaya pengawasan obat dan makanan tidak akan bisa maksimal jika hanya dilakukan oleh BPOM. Sehingga harus melibatkan stakeholder terkait. Yang dalam hal ini adalah Pemerintah Daerah.

“Blora ini menjadi salah satu dari 7 Kabupaten di Jawa Tengah yang telah mendapatkan intervensi dari BPOM dalam pengawasan obat dan makanan. Alhamdulillah dengan adanya MoU ini maka kerja sama bisa semakin meluas melalui 4 PKS yang disepakati. Kami siap mendukung dan mewujudkan harapan Bapak Bupati, agar masyarakat Blora terjaga kesehatannya,” ungkap Sandra.

Di Jawa Tengah sendiri, sudah ada 50 sekolah yang diintervensi untuk dilakukan penilaian keamanan jajanan sekolahnya. Enam diantaranya ada di Kabupaten Blora. Hasilnya, 6 sekolah di Blora ini berhasil memperoleh sertifikat kemanan pangan dan jajanan. “Semoga ke depan bisa kita tingkatkan ke lebih banyak sekolah lainnya,” terang Sandra. (sub/ali)


Most Read

Artikel Terbaru

/