alexametrics
24.5 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Pergi Sekolah, Siswa Pilih Jalan Berlumpur daripada Memutar 12 Km

BLORA – Beredar video sejumlah pelajar mendorong sepeda motornya lantaran terperosok jalan berlumpur di tengah hutan. Kejadian tersebut menuai berbagai macam komentar masyarakat.

Kurniawan salah satu warga menyebutkan peristiwa tersebut terjadi kemarin. Saat anak-anak berangkat ke sekolah. Karena jalan rusak, sehingga mereka terpaksa mendorong kendaraannya. ”Nama anaknya itu Riski. Warga Dukuh Karang Tengah Desa Kepoh, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora,” ungkap warga Dukuh Gejeg, Desa Kepoh.

Menurutnya, jalan tersebut merupakan jalan utama yang lebih dekat untuk pergi ke sekolah. Jaraknya hanya 4-6 km. “Ada jalan lagi sebenarnya. Tapi warga dan anak-anak sekolah harus memutar sejauh 12-14 Km untuk sampai ke sekolah,” terangnya.


Untuk status jalan sendiri dia kurang mengerti. Apakah jalan perhutani, desa atau kabupaten. “Yang jelas, jalan tersebut setiap hari dilewati warga dan anak-anak sekolah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Unik! Pelantikan Lima Pejabat Blora Digelar di TPA Temurejo

Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto mengaku prihatin degan kondisi jalan yang setiap hari dilewati anak-anak sekolah tersebut. Apalagi kondisi jalannya rusak berat.

Siswanto menegaskan, jalan rusak berat harus masuk skala prioritas. DPUPR dan Bappeda harus paham betul kondisi lapangan. “Harus update, cek lapangan, update. Apalagi mulai Nopember mulai pembahasan Rancangan KUA-PPAS APBD TA 2022. Jangan sampai yang rusak ringan didahulukan. Harus pakai standar skala prioritas,”  ujarnya.

Dia juga meminta agar membuat urutan. Misal ada 200 ruas jalan. Harus ada keterangan mana rusak berat, rusak sedang, kondisi mantap. Jangan asal usul.

“Kalau lihat peta ini. Maka ini jalan antar desa, masuk DPU. Akan saya koordinasikan dengan Bapak/Ibu Anggota DPRD dapil 3 mas dan segera kami kunjungi lokasi,” imbuhnya.






Reporter: Subekan

BLORA – Beredar video sejumlah pelajar mendorong sepeda motornya lantaran terperosok jalan berlumpur di tengah hutan. Kejadian tersebut menuai berbagai macam komentar masyarakat.

Kurniawan salah satu warga menyebutkan peristiwa tersebut terjadi kemarin. Saat anak-anak berangkat ke sekolah. Karena jalan rusak, sehingga mereka terpaksa mendorong kendaraannya. ”Nama anaknya itu Riski. Warga Dukuh Karang Tengah Desa Kepoh, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora,” ungkap warga Dukuh Gejeg, Desa Kepoh.

Menurutnya, jalan tersebut merupakan jalan utama yang lebih dekat untuk pergi ke sekolah. Jaraknya hanya 4-6 km. “Ada jalan lagi sebenarnya. Tapi warga dan anak-anak sekolah harus memutar sejauh 12-14 Km untuk sampai ke sekolah,” terangnya.

Untuk status jalan sendiri dia kurang mengerti. Apakah jalan perhutani, desa atau kabupaten. “Yang jelas, jalan tersebut setiap hari dilewati warga dan anak-anak sekolah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dugaan Pungli, Mantan Kadin Dindagkop Blora Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto mengaku prihatin degan kondisi jalan yang setiap hari dilewati anak-anak sekolah tersebut. Apalagi kondisi jalannya rusak berat.

Siswanto menegaskan, jalan rusak berat harus masuk skala prioritas. DPUPR dan Bappeda harus paham betul kondisi lapangan. “Harus update, cek lapangan, update. Apalagi mulai Nopember mulai pembahasan Rancangan KUA-PPAS APBD TA 2022. Jangan sampai yang rusak ringan didahulukan. Harus pakai standar skala prioritas,”  ujarnya.

Dia juga meminta agar membuat urutan. Misal ada 200 ruas jalan. Harus ada keterangan mana rusak berat, rusak sedang, kondisi mantap. Jangan asal usul.

“Kalau lihat peta ini. Maka ini jalan antar desa, masuk DPU. Akan saya koordinasikan dengan Bapak/Ibu Anggota DPRD dapil 3 mas dan segera kami kunjungi lokasi,” imbuhnya.






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/