25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Blora Fashion Week Bangkitkan Industri Fashion

BLORA – Gelaran pameran peragaan busana batik menjadi pemicu bangkitnya industri busana di Blora. Bertajuk Blora Fashion Week, puluhan peraga menampilkan karya busana perajin dan desainer Blora sejak Jumat (30/9) hingga Minggu (2/9).

Beberapa peraga tampak dengan lihai melenggak lenggok di atas karpet yang dipasang di jalan alun-alun Blora. Selain peraga  dari model yang dibawa oleh masing-masing desainer, beberapa finalis mnakyu duta wisata juga berkesempatan untuk mengenakan setelan batik dari berbagai desainer itu.

Fashion Week di Alun-alun Blora itu  digelar Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Blora.


Selama tiga hari, berbagai macam kegiatan diselenggarakan di acara perayaan  Hari Batik Nasional Kabupaten Blora itu. Seperti fashion show forkopimda bersama pasangan masing-masing,  pameran fashion, bazar kuliner, juga fashion show karya murid SMK jurusan Tata Busana yang ada di Blora.

RESMI: Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati membuka ajang Blora Fashion Week. (AHMAD ZA’IIMUL CHANIEF/RADAR KUDUS)

”Saya mewakili Bapak Bupati menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya Blora Fashion Week. Ini menjadi titik awal kebangkitan fashion terutama Batik di Kabupaten Blora,” ungkap Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati.

Menurutnya,  Blora Fashion Week 2022 itu menunjukkan bahwa Blora memiliki banyak potensi yang masih bisa dikembangkan. Seperti batik, desainer busana, kuliner dan lain-lain.

Baca Juga :  Tampung Aspirasi Masyarakat, Bupati Blora Launching Program Blora Menyapa

Perempuan yang akrab disapa Mbak Etik itu juga mengajak para insan Blora untuk yakin, bahwa perajin batik maupun UMKM Blora mampu dan menunjukkan kepada masyarakat luas, bahwa UMKM Blora Mandiri, UMKM Blora naik kelas.

”Mari kita tunjukkan bahwa Blora punya potensi batik, desainer, kuliner dan lain-lain yang luar biasa. Melalui kegiatan ini,  semoga ke depan UMKM di Blora bisa go international,” harapnya.

Ajang ini sekaligus memperkenalkan produk batik Blora kepada masyarakat Blora. Dengan begitu, diharapkan para perajin dan desainer semakin semangat untuk mengembangkan produk masing-masing. Selain itu, agenda ini juga menjadi sarana hiburan masyarakat Blora dengan tampilan cantik batik-batik Blora yang diperagakan oleh peraga profesional itu.

Temen-temen UMKM ingin di hari batik ada suatu even yang memperkenalkan batiknya Blora. Blora Fashion Week bisa berjalan karena kemandirian temen-temen. Kita hanya mensupport dan fasilitasi mereka. Karena UMKM ingin naik kelas,” jelasnya. (cha/lid/adv)






Reporter: Ahmad Zaimul Chanief

BLORA – Gelaran pameran peragaan busana batik menjadi pemicu bangkitnya industri busana di Blora. Bertajuk Blora Fashion Week, puluhan peraga menampilkan karya busana perajin dan desainer Blora sejak Jumat (30/9) hingga Minggu (2/9).

Beberapa peraga tampak dengan lihai melenggak lenggok di atas karpet yang dipasang di jalan alun-alun Blora. Selain peraga  dari model yang dibawa oleh masing-masing desainer, beberapa finalis mnakyu duta wisata juga berkesempatan untuk mengenakan setelan batik dari berbagai desainer itu.

Fashion Week di Alun-alun Blora itu  digelar Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Blora.

Selama tiga hari, berbagai macam kegiatan diselenggarakan di acara perayaan  Hari Batik Nasional Kabupaten Blora itu. Seperti fashion show forkopimda bersama pasangan masing-masing,  pameran fashion, bazar kuliner, juga fashion show karya murid SMK jurusan Tata Busana yang ada di Blora.

RESMI: Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati membuka ajang Blora Fashion Week. (AHMAD ZA’IIMUL CHANIEF/RADAR KUDUS)

”Saya mewakili Bapak Bupati menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya Blora Fashion Week. Ini menjadi titik awal kebangkitan fashion terutama Batik di Kabupaten Blora,” ungkap Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati.

Menurutnya,  Blora Fashion Week 2022 itu menunjukkan bahwa Blora memiliki banyak potensi yang masih bisa dikembangkan. Seperti batik, desainer busana, kuliner dan lain-lain.

Baca Juga :  Sempat Kabur ke Sragen, Pelaku Utama Pembacokan di Cepu Dibekuk Polisi di Rumahnya

Perempuan yang akrab disapa Mbak Etik itu juga mengajak para insan Blora untuk yakin, bahwa perajin batik maupun UMKM Blora mampu dan menunjukkan kepada masyarakat luas, bahwa UMKM Blora Mandiri, UMKM Blora naik kelas.

”Mari kita tunjukkan bahwa Blora punya potensi batik, desainer, kuliner dan lain-lain yang luar biasa. Melalui kegiatan ini,  semoga ke depan UMKM di Blora bisa go international,” harapnya.

Ajang ini sekaligus memperkenalkan produk batik Blora kepada masyarakat Blora. Dengan begitu, diharapkan para perajin dan desainer semakin semangat untuk mengembangkan produk masing-masing. Selain itu, agenda ini juga menjadi sarana hiburan masyarakat Blora dengan tampilan cantik batik-batik Blora yang diperagakan oleh peraga profesional itu.

Temen-temen UMKM ingin di hari batik ada suatu even yang memperkenalkan batiknya Blora. Blora Fashion Week bisa berjalan karena kemandirian temen-temen. Kita hanya mensupport dan fasilitasi mereka. Karena UMKM ingin naik kelas,” jelasnya. (cha/lid/adv)






Reporter: Ahmad Zaimul Chanief

Most Read

Artikel Terbaru

/