alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Pemkab Blora Launching Batik Jati Blora

BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora meluncurkan batik jati Blora di pendapa rumah dinas bupati Blora kemarin. Batik ini bagian dari kekhasan Kabupaten Blora.

Peluncuran ditandai dengan menempatkan cap tembaga pada kotak layar led yang ditahan beberapa saat oleh Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, Ketua Dekranasda Blora Ainia Shalichah, dan Sekda Blora Komang Gede Irawadi.

Setelah itu, digelar show batik jati Blora. Filosofi dari batik jati lestari ialah memiliki ragam corak terdiri dari motif barongan. Serta motif daun jati dan motif parang.


Selanjutnya secara bergiliran ditampilkan karya batik dari sejumlah juara serta karya lainnya dari para perajin Batik Blora. Tak hanya itu, ditampilkan juga seni tari kreasi batik dari sanggar seni Dwija Laras sebagai pembuka acara.

Ada juga talk show. Menghadirkan praktisi dan pakar batik dari Balai Besar Kerajinan dan Batik. Hal itu untuk memberi materi kepada perajin batik Blora terkait upaya untuk meningkatkan kualitas produk.

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, Ketua Dekranasda Blora Ainia Shalichah, dan Sekda Blora Komang Gede Irawadi memperlihatkan batik karya perajin Blora. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Selain itu, diserahkan piala kepada para pemenang lomba desain batik dan iket samin Kabupaten Blora 2021 pada 16 November 2021 lalu. Keluar sebagai juara I iket samin diraih Vinda Dwi Hanifah (Iket Samin Jati Pengarep), juara II M. Rudianto (Jati Lintang Gumilang).

Kemudian pemenang lomba desain batik, kategori motif batik bertema Daun Jati Blora (desain wajib), juara I Rahajeng Nuri (Batik Jati Lestari), juara III Khoirunisa Maulina (Batik Tunggak Jati). Sedangkan juara harapan secara berurutan yaitu Anung Widi Setyawan (Batik Daun Jati), Indah Sri Mulyani (Batik Jati Mulya), Badrianto (Batik Blora Mustika), Hesti Satriani Hasta Nagari (Batik Jati Jinawi).

Baca Juga :  Harga Kedelai Melambung, Produsen Tempe di Blora Menjerit

Berikutnya pemenang lomba desain batik kategori kearifan lokal (desain pilihan). Juara I Joko Purnomo (Batik Jati Metamorfose) dan juara II Agus Sri Hanto (Batik Sesarengan Mbangung Blora).

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati mengatakan batik mempunyai aset kultur nilai seni tinggi. Batik tidak sekadar kain yang ditulis menggunakan malem atau jahitan lilin.

”Pada kesempatan yang baik ini saya ingin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan lomba desain motif batik dan launching batik Jati Blora yang telah diselenggarakan oleh Bappeda dan Dekranasda Kabupaten Blora,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini wujud upaya berinovasi mengembangkan berbagai motif batik Blora. Dengan adanya berbagai macam motif batik Blora yang berkembang, perlu diingat juga bahwa keragaman batik Blora harus diimbangi dengan kualitas serta upaya untuk mengekspose. Serta mempromosikan melalui berbagai media. Agar lebih dikenal dan mempunyai daya saing di daerah lain.

Ketua Dekranasda Blora Ainia Shalichah menyampaikan dalam rangka pengembangan batik di Kabupaten Blora dibutuhkan kerja sama berbagai pihak. Mulai dari promosi, sosialisasi, peningkatan kapasitas perajin, diversifikasi produk, serta desain motif batik Blora. Sehingga mampu bersaing dengan daerah lain.

”Batik Blora yang diluncurkan ini merupakan sebuah karya terbaik dari hasil proses lomba desain batik dan iket Samin yang telah diselenggarakan Bappeda dan Dekranasda Kabupaten Blora. Ini juga sebagai upaya menggali ide kreatif dari masyarakat dalam merancang desain motif batik jati Blora,” paparnya. (zen)






Reporter: Subekan

BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora meluncurkan batik jati Blora di pendapa rumah dinas bupati Blora kemarin. Batik ini bagian dari kekhasan Kabupaten Blora.

Peluncuran ditandai dengan menempatkan cap tembaga pada kotak layar led yang ditahan beberapa saat oleh Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, Ketua Dekranasda Blora Ainia Shalichah, dan Sekda Blora Komang Gede Irawadi.

Setelah itu, digelar show batik jati Blora. Filosofi dari batik jati lestari ialah memiliki ragam corak terdiri dari motif barongan. Serta motif daun jati dan motif parang.

Selanjutnya secara bergiliran ditampilkan karya batik dari sejumlah juara serta karya lainnya dari para perajin Batik Blora. Tak hanya itu, ditampilkan juga seni tari kreasi batik dari sanggar seni Dwija Laras sebagai pembuka acara.

Ada juga talk show. Menghadirkan praktisi dan pakar batik dari Balai Besar Kerajinan dan Batik. Hal itu untuk memberi materi kepada perajin batik Blora terkait upaya untuk meningkatkan kualitas produk.

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, Ketua Dekranasda Blora Ainia Shalichah, dan Sekda Blora Komang Gede Irawadi memperlihatkan batik karya perajin Blora. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Selain itu, diserahkan piala kepada para pemenang lomba desain batik dan iket samin Kabupaten Blora 2021 pada 16 November 2021 lalu. Keluar sebagai juara I iket samin diraih Vinda Dwi Hanifah (Iket Samin Jati Pengarep), juara II M. Rudianto (Jati Lintang Gumilang).

Kemudian pemenang lomba desain batik, kategori motif batik bertema Daun Jati Blora (desain wajib), juara I Rahajeng Nuri (Batik Jati Lestari), juara III Khoirunisa Maulina (Batik Tunggak Jati). Sedangkan juara harapan secara berurutan yaitu Anung Widi Setyawan (Batik Daun Jati), Indah Sri Mulyani (Batik Jati Mulya), Badrianto (Batik Blora Mustika), Hesti Satriani Hasta Nagari (Batik Jati Jinawi).

Baca Juga :  Griya Keramik Balong Blora Mulai Ramai Lagi

Berikutnya pemenang lomba desain batik kategori kearifan lokal (desain pilihan). Juara I Joko Purnomo (Batik Jati Metamorfose) dan juara II Agus Sri Hanto (Batik Sesarengan Mbangung Blora).

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati mengatakan batik mempunyai aset kultur nilai seni tinggi. Batik tidak sekadar kain yang ditulis menggunakan malem atau jahitan lilin.

”Pada kesempatan yang baik ini saya ingin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan lomba desain motif batik dan launching batik Jati Blora yang telah diselenggarakan oleh Bappeda dan Dekranasda Kabupaten Blora,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini wujud upaya berinovasi mengembangkan berbagai motif batik Blora. Dengan adanya berbagai macam motif batik Blora yang berkembang, perlu diingat juga bahwa keragaman batik Blora harus diimbangi dengan kualitas serta upaya untuk mengekspose. Serta mempromosikan melalui berbagai media. Agar lebih dikenal dan mempunyai daya saing di daerah lain.

Ketua Dekranasda Blora Ainia Shalichah menyampaikan dalam rangka pengembangan batik di Kabupaten Blora dibutuhkan kerja sama berbagai pihak. Mulai dari promosi, sosialisasi, peningkatan kapasitas perajin, diversifikasi produk, serta desain motif batik Blora. Sehingga mampu bersaing dengan daerah lain.

”Batik Blora yang diluncurkan ini merupakan sebuah karya terbaik dari hasil proses lomba desain batik dan iket Samin yang telah diselenggarakan Bappeda dan Dekranasda Kabupaten Blora. Ini juga sebagai upaya menggali ide kreatif dari masyarakat dalam merancang desain motif batik jati Blora,” paparnya. (zen)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/