alexametrics
33.3 C
Kudus
Friday, August 12, 2022

Oro-Oro Kesongo Kembali Meletus, Semburkan Lumpur Setinggi 50 Meter

BLORA – Oro-Oro Kesongo yang berada di Desa Gabusan, Jati, Blora, kembali meletus. Ngerinya, semburkan lumpur yang dihasilkan tingginya mencapai 50 meter. Sebelumnya, fenonema alam serupa juga terjadi di sini pada Kamis, 27 Agustus 2020 lalu. Menyebabkan 17 kerbau yang sedang mencari rumput di sekitar lokasi mati tertimbun lumpur.

Kemarin, video letusan ini langsung beredar di media sosial. Dalam gambar gerak sekitar 27 detik itu, direkam dari sawah di kejauhan. Layaknya letusan gunung, di atas perbukitan terjadi letusan lumpur yang terlihat lumayan tinggi.

Semburan lumpur kemarin, sontak membuat warga berhamburan. Saat ini, lokasi ditutup untuk umum. Ditakutkan akan kembali terjadi letusan susulan.

DILARANG MASUK: Baner imbauan agar warga tidak mendekat ke Oro-Oro Kesongo di Desa Gabusan, Jati, Blora, setelah letusan kemarin pagi. (SUPRI FOR RADAR KUDUS)

Yatin, warga Dukuh Sucen, Desa Gabusan, mengatakan, kejadian itu sekitar pukul 07.30. Tinggi letupan sekitar 50 meter. ”Iya, Mas. Meletus lagi. Ini termasuk yang besar,” jelasnya.

Bagio, warga Desa/Kecamatan Jati juga melihat langsung semburan Kesonggo itu. Dia mengaku, saat kejadian dia berada di sekitar lokasi kejadian. Awalnya ada suara gemuruh. Tak berselang lama terjadai meletusan lumpur. Tingginya sekitar 50 meter. Lokasinya sama dengan letusan yang terjadi pada Agustus 2020 lalu. ”Kejadiannya sekitar pukul 07.30 tadi (kemarin, Red),” jelasnya.

Dia menuturkan, letusan itu cukup lama. Sekitar 10 menit. ”Saya langsung nyetater motor saya dan gas…,” ujarnya. Selain dirinya, warga lainnya juga lari menjauh. Sebab semburannya besar. ”Orang-orang perempuan juga pada lari,” tambahnya.

Hingga kemarin siang, meletus hanya terjadi sekali. Banyak warga yang melihat fenomena ini, sebagai pertanda pergantian musim. ”Ini pertanda laboh (pergantian musim). Kemungkinan selama tujuh hari nanti juga akan ada letusan susul lagi,” tambahnya.

Baca Juga :  Blora Sukses Jadi Tuan Rumah Pelatihan Operator se-Indonesia

Warga lain, Muhammad Aris mengaku, sebelum terjadi letupan terdengar suara ngereng. Tapi, cuma sebentar. ”Tadi saya pas macul. Jadi tidak melihat. Kaling-kalingan (terhalang) musala. Hanya denger suaranya,” terangnya. ”Cipratan lumpur semburan sampai 100 meteran,” imbuhnya.

Terpisah, Kapolsek Jati AKP Eko Adi Pramono menuturkan, saat ini lokasi Kesongo ditutup sampai jelas dinyatakan aman. Terkait ada atau tidak kandungan gas berbahaya, dia belum mengetahui. ”Kami antisipasi, agar tidak seperti kejadian tahun lalu. Alhamdulillah kali ini tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

AKP Eko mengimbau warga agar tidak mendekat. Pihaknya juga sudah memasang bener imbauan. ”Jangan coba-coba ingin tahu yang berlebihan. Sampai pukul 13.30 (kemarin, Red) tidak ada letupan lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala ESDM Perwakilan Kendeng Selatan Teguh Hipi Prestiyanto mengatakan, penyebab semburan Kesongo itu, karena gunung lumpur (mud volcanoes). Fenomena ini lazim dalam cekungan sedimentasi yang mengalami pengendapan secara cepat. Terutama di daerah yang secara tektonik aktif. ”Peristiwa tersebut merupakan peristiwa alam yang biasa terjadi,” ucapnya.

Menurutnya, hal itu fenomena alam biasa. Tidak ada maslaah. Terpenting aman dan tidak ada korban. ”Itu seperti di Bledug Kuwu di Grobogan. Penduduk juga jauh dari lokasi. Kalau mungkin dekat bisa direlokasi,” jelasnya.

Dia menambahkan, Kesongo memang satu zona garis dengan Bledug Kuwu. Kalau ke timur, garisnya sampai di Porong, Sidoarjo, hingga di dasar Selat Madura. ”Tidak ada gas beracun. Aman,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Subekan

BLORA – Oro-Oro Kesongo yang berada di Desa Gabusan, Jati, Blora, kembali meletus. Ngerinya, semburkan lumpur yang dihasilkan tingginya mencapai 50 meter. Sebelumnya, fenonema alam serupa juga terjadi di sini pada Kamis, 27 Agustus 2020 lalu. Menyebabkan 17 kerbau yang sedang mencari rumput di sekitar lokasi mati tertimbun lumpur.

Kemarin, video letusan ini langsung beredar di media sosial. Dalam gambar gerak sekitar 27 detik itu, direkam dari sawah di kejauhan. Layaknya letusan gunung, di atas perbukitan terjadi letusan lumpur yang terlihat lumayan tinggi.

Semburan lumpur kemarin, sontak membuat warga berhamburan. Saat ini, lokasi ditutup untuk umum. Ditakutkan akan kembali terjadi letusan susulan.

DILARANG MASUK: Baner imbauan agar warga tidak mendekat ke Oro-Oro Kesongo di Desa Gabusan, Jati, Blora, setelah letusan kemarin pagi. (SUPRI FOR RADAR KUDUS)

Yatin, warga Dukuh Sucen, Desa Gabusan, mengatakan, kejadian itu sekitar pukul 07.30. Tinggi letupan sekitar 50 meter. ”Iya, Mas. Meletus lagi. Ini termasuk yang besar,” jelasnya.

Bagio, warga Desa/Kecamatan Jati juga melihat langsung semburan Kesonggo itu. Dia mengaku, saat kejadian dia berada di sekitar lokasi kejadian. Awalnya ada suara gemuruh. Tak berselang lama terjadai meletusan lumpur. Tingginya sekitar 50 meter. Lokasinya sama dengan letusan yang terjadi pada Agustus 2020 lalu. ”Kejadiannya sekitar pukul 07.30 tadi (kemarin, Red),” jelasnya.

Dia menuturkan, letusan itu cukup lama. Sekitar 10 menit. ”Saya langsung nyetater motor saya dan gas…,” ujarnya. Selain dirinya, warga lainnya juga lari menjauh. Sebab semburannya besar. ”Orang-orang perempuan juga pada lari,” tambahnya.

Hingga kemarin siang, meletus hanya terjadi sekali. Banyak warga yang melihat fenomena ini, sebagai pertanda pergantian musim. ”Ini pertanda laboh (pergantian musim). Kemungkinan selama tujuh hari nanti juga akan ada letusan susul lagi,” tambahnya.

Baca Juga :  Terlilit Utang, Seorang Warga asal Blora Tega Racuni Sahabat Sendiri

Warga lain, Muhammad Aris mengaku, sebelum terjadi letupan terdengar suara ngereng. Tapi, cuma sebentar. ”Tadi saya pas macul. Jadi tidak melihat. Kaling-kalingan (terhalang) musala. Hanya denger suaranya,” terangnya. ”Cipratan lumpur semburan sampai 100 meteran,” imbuhnya.

Terpisah, Kapolsek Jati AKP Eko Adi Pramono menuturkan, saat ini lokasi Kesongo ditutup sampai jelas dinyatakan aman. Terkait ada atau tidak kandungan gas berbahaya, dia belum mengetahui. ”Kami antisipasi, agar tidak seperti kejadian tahun lalu. Alhamdulillah kali ini tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

AKP Eko mengimbau warga agar tidak mendekat. Pihaknya juga sudah memasang bener imbauan. ”Jangan coba-coba ingin tahu yang berlebihan. Sampai pukul 13.30 (kemarin, Red) tidak ada letupan lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala ESDM Perwakilan Kendeng Selatan Teguh Hipi Prestiyanto mengatakan, penyebab semburan Kesongo itu, karena gunung lumpur (mud volcanoes). Fenomena ini lazim dalam cekungan sedimentasi yang mengalami pengendapan secara cepat. Terutama di daerah yang secara tektonik aktif. ”Peristiwa tersebut merupakan peristiwa alam yang biasa terjadi,” ucapnya.

Menurutnya, hal itu fenomena alam biasa. Tidak ada maslaah. Terpenting aman dan tidak ada korban. ”Itu seperti di Bledug Kuwu di Grobogan. Penduduk juga jauh dari lokasi. Kalau mungkin dekat bisa direlokasi,” jelasnya.

Dia menambahkan, Kesongo memang satu zona garis dengan Bledug Kuwu. Kalau ke timur, garisnya sampai di Porong, Sidoarjo, hingga di dasar Selat Madura. ”Tidak ada gas beracun. Aman,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/