alexametrics
30.3 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Progres Capai 61,24 Persen, Bendungan Randugunting Diisi Air November

BLORA – Pembangunan proyek strategis nasional, Bendungan Randugunting di Kecamatan Japah mencapai 61.24 persen. Targetnya Juni 2022 selesai keseluruhan. Sementara November 2021 ini mulai pengisian air ke dalam waduk serta peresmian.

Diketahui, proyek Bendungan Randugunting ini merupakan proyek nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Dilaksanakan Ditjen Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Nilainya sebesar Rp 858,798 miliar dari APBN tahun jamak 2018-2022. Dengan waktu pelaksanaan selama 1.460 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari kalender.

Dikerjakan PT. Wijaya Karya (WK) bersama dengan PT Andesmont Sakti (KSO). Kontraknya ditandatangani 8 November 2018 lalu. Proyek Bendungan Randugunting ini akan memakan lahan seluas 205 hektare. Yaitu berada di dua desa.  Desa Kalinanas dan Desa Gaplokan, Japah. Bendungan ini nantinya berfungsi untuk menampung air hujan. Sehingga saat kemarau bisa difungsikan untuk irigasi pertanian. Meliputi wilayah Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati dan Blora.


Luas genangannya mencapai 187,19 hektare. Daya tampungan normal sebanyak 10,40 juta meter kubik air. Selain untuk irigasi, bendungan ini juga untuk penyedia air baku yang bisa dimanfaatkan untuk PDAM. Sehingga, Blora akan mendapat jatah debit air 100 liter per detik.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Muhamad Adek Rizaldi mengaku kedatangannya ke Blora kemarin untuk melaporkan progres Bendungan Randugunting kepada Bupati Arief Rohman serta Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati.

”Bendungan ini akan dimanfaatkan tiga kabupaten ini progres pekerjaan sampai saat ini mencapai 61.24 persen. Peresmiannya direncanakan November 2021 pada saat pengisian air ke dalam waduk,” terangnya di hadapan bupati beserta beberapa OPD terkait.

Baca Juga :  Anggaran Perawatan Objek Wisata di Jepara Berkurang Rp 150 Juta, Ada Apa?

Dia menambahkan lokasi di sekitar bendungan, juga dapat dikembangkan untuk objek wisata. ”Kabupaten Blora mempunyai keunggulan spot-spot yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata. Ini yang saat ini kami tawarkan kepada bapak bupati untuk membantu meningkatkan perekonomian warga Blora yang tinggal di sekitar bendungan,” lanjutnya.

Adek Rizaldi menambahkan, pekerjaan bendungan ini memang banyak kemajuan dan percepatan pekerjaan dilapangan.

”Progres Minggu lalu, sudah 60 persen dari target 40 persen. Maju 11 persen. Kami target harus selesai jauh sebelum kontrak selesai. Kami targetkan Juni 22 selesai,” ucapnya.

Pihaknya juga mengupayakan akhir tahun ini, bisa mengisi air waduk. Sehingga Januari–Juni bisa melakukan pekerjaan penunjang. ”Pekerjaan tubuh bendungan sudah 47 persen. Bangunan pelimpah 65 persen,” jelasnya.

Untuk keterlibatan tenaga lokal, dia mengaku semenjak 4-5 bulan lalu sudah melibatkan tenaga lokal untuk padat karya. Totalnya sekitar 42 orang.

”Kendala sisi sosial relatif tidak ada masalah. Teknis soal hujan. Sebab tubuh bendungan materialnya adalah tanah. Kalau hujan kami tutup terpal. Ini musim kemarau saatnya untuk menggenjot,” tegasnya.

Bupati Arief Rohman mengaku sepakat dengan pengembangan konsep wisata di sekitar bendungan Randugunting. Terkait dengan akses jalan menuju Bendungan Randugunting, Bupati Arief Rohman meminta arahan dan petunjuk Kepala Balai untuk sesarengan mbangun Blora. “Akses jalan dari Japah ke lokasi yang seperti itu (rusak, red). Terus terang anggaran kami untuk membangun jalan tersebut tidak mampu. Kami mohon arahan barangkali akses jalan tersebut dapat dibangun sekalian oleh Kementrian PUPR. Dan apabila diminta untuk membuat surat dukungan kami siap,” lanjutnya.






Reporter: Subekan

BLORA – Pembangunan proyek strategis nasional, Bendungan Randugunting di Kecamatan Japah mencapai 61.24 persen. Targetnya Juni 2022 selesai keseluruhan. Sementara November 2021 ini mulai pengisian air ke dalam waduk serta peresmian.

Diketahui, proyek Bendungan Randugunting ini merupakan proyek nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Dilaksanakan Ditjen Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Nilainya sebesar Rp 858,798 miliar dari APBN tahun jamak 2018-2022. Dengan waktu pelaksanaan selama 1.460 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari kalender.

Dikerjakan PT. Wijaya Karya (WK) bersama dengan PT Andesmont Sakti (KSO). Kontraknya ditandatangani 8 November 2018 lalu. Proyek Bendungan Randugunting ini akan memakan lahan seluas 205 hektare. Yaitu berada di dua desa.  Desa Kalinanas dan Desa Gaplokan, Japah. Bendungan ini nantinya berfungsi untuk menampung air hujan. Sehingga saat kemarau bisa difungsikan untuk irigasi pertanian. Meliputi wilayah Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati dan Blora.

Luas genangannya mencapai 187,19 hektare. Daya tampungan normal sebanyak 10,40 juta meter kubik air. Selain untuk irigasi, bendungan ini juga untuk penyedia air baku yang bisa dimanfaatkan untuk PDAM. Sehingga, Blora akan mendapat jatah debit air 100 liter per detik.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Muhamad Adek Rizaldi mengaku kedatangannya ke Blora kemarin untuk melaporkan progres Bendungan Randugunting kepada Bupati Arief Rohman serta Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati.

”Bendungan ini akan dimanfaatkan tiga kabupaten ini progres pekerjaan sampai saat ini mencapai 61.24 persen. Peresmiannya direncanakan November 2021 pada saat pengisian air ke dalam waduk,” terangnya di hadapan bupati beserta beberapa OPD terkait.

Baca Juga :  Bendungan Randugunting Jadi Potensi Wisata Ekonomi Kreatif

Dia menambahkan lokasi di sekitar bendungan, juga dapat dikembangkan untuk objek wisata. ”Kabupaten Blora mempunyai keunggulan spot-spot yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata. Ini yang saat ini kami tawarkan kepada bapak bupati untuk membantu meningkatkan perekonomian warga Blora yang tinggal di sekitar bendungan,” lanjutnya.

Adek Rizaldi menambahkan, pekerjaan bendungan ini memang banyak kemajuan dan percepatan pekerjaan dilapangan.

”Progres Minggu lalu, sudah 60 persen dari target 40 persen. Maju 11 persen. Kami target harus selesai jauh sebelum kontrak selesai. Kami targetkan Juni 22 selesai,” ucapnya.

Pihaknya juga mengupayakan akhir tahun ini, bisa mengisi air waduk. Sehingga Januari–Juni bisa melakukan pekerjaan penunjang. ”Pekerjaan tubuh bendungan sudah 47 persen. Bangunan pelimpah 65 persen,” jelasnya.

Untuk keterlibatan tenaga lokal, dia mengaku semenjak 4-5 bulan lalu sudah melibatkan tenaga lokal untuk padat karya. Totalnya sekitar 42 orang.

”Kendala sisi sosial relatif tidak ada masalah. Teknis soal hujan. Sebab tubuh bendungan materialnya adalah tanah. Kalau hujan kami tutup terpal. Ini musim kemarau saatnya untuk menggenjot,” tegasnya.

Bupati Arief Rohman mengaku sepakat dengan pengembangan konsep wisata di sekitar bendungan Randugunting. Terkait dengan akses jalan menuju Bendungan Randugunting, Bupati Arief Rohman meminta arahan dan petunjuk Kepala Balai untuk sesarengan mbangun Blora. “Akses jalan dari Japah ke lokasi yang seperti itu (rusak, red). Terus terang anggaran kami untuk membangun jalan tersebut tidak mampu. Kami mohon arahan barangkali akses jalan tersebut dapat dibangun sekalian oleh Kementrian PUPR. Dan apabila diminta untuk membuat surat dukungan kami siap,” lanjutnya.






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/