alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Kabupaten Blora Dapat Jatah 11 Ribu Vaksin PMK, Ini Peruntukannya

BLORA – Vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) didistribuskan kemarin. Blora mendapat jatah paling banyak yaitu 11 ribu dosis. Sementara daerah lain di sekitar Karesidenan Pati-Grobogan rata-rata hanya tiga ribu dosis.

Jawa Tengah Tengah mendapat jatah 75 ribu vaksin. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mengunjungi vaksinasi sapi ke Desa Jepangrejo, Blora, kemarin (27/6).

”Blora mendapatkan jatah terbanyak 11 ribu. Vaksinasi sudah dimulai hari ini (kemarin, Red) setelah kami kirim ke Blora,” Ucap Gus Yasin- sapaan akrab Taj Yasin Maimoen itu.


Alasan mendapat jatah terbanyak, lanjut Gus Yasin, karena Kabupaten Blora tenaga medisnya relatif lebih siap.

Selain tenaga medis hewan yang siap, alasan lain karena populasi sapi di Kota Sate itu terbanyak di Jawa Tengah, yaitu mencapai 278 ribu.

Kunjungan Gus Wagub juga menjadi pertanda dimulainya vaksinasi di Kabupaten Blora. Dalam kunjungan itu dia didampingi Bupati Blora Arief Rohman, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng  Agus Wariyanto; dan Kabid Keswan DP4 Tejo Yuwono melaunching penyuntikan vaksin PMK untuk ternak sapi di Blora kemarin (27/6).

Kemarin, dia menjadi orang yang pertama menyuntikkan vaksin di Blora. Penyuntikan itu dilakukan di Desa Jepangrejo, Blora. Setelah kunjungan ke Lilik Yuliantoro.

”Karena kemarin vaksin belum turun, ada inovasi dari peternak untuk mengatasinya. Yakni membuat ramuan dari bahan alami. Seperti yang dilakukan Mas Lilik ini,” Ucapnya.

Baca Juga :  Bandara Halim Perdanakusuma Direvitalisasi, Penerbangan Ngloram Pindah Ke Pondok Cabe

Ramuan itu terdiri binahong, kunyit, yodium, mengkudu, jahe, dan lain-lain. Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar memperhatikan kesehatan ternak saat akan menjualnya. ”Bagi masyarakat yang mau menjual hewan ternaknya, tolong diperhatikan dulu. Ada gejalanya nggak. Nanti dilaporkan ke dinas terkait. Supaya lebih aman lagi. Kita bareng-bareng jaga,” jelas Gus Wagub.

Data per Minggu (26/2) jumlah kasus di Blora 1.690 ekor. Sembuh 769 ekor.

Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan terima kasih kepada Gus Wagub Jateng dan Dinas Peternakan Keswan Jateng yang telah berkenan datang ke Blora melakukan vaksinasi PMK pada sapi.

Matur nuwun Gus Taj Yasin dan Pak Kadis Peternakan Keswan Jateng. Vaksin yang kami terima ini, langsung akan kami salurkan ke desa-desa yang rawan PMK. Petugas kami siap, para dokter hewan juga siap. Kemarin mahasiswa kedokteran hewan Unair Surabaya juga dua hari di Blora membantu penanganan PMK ini,” ungkap Bupati Arief.

Bupati juga meminta kepada masyarakat yang menjumpai gejala PMK untuk langsung melaporkan ke dinas terkait, DP4. Selain itu, Mas Arief -sapaan akrab bupati Blora- juga mengimbau kepada peternak agar terus menjaga kebersihan kendang. Selain itu, dia juga meminta agar penyemprotan desinfektan dilakukan secara berkala. (cha/lin)

BLORA – Vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) didistribuskan kemarin. Blora mendapat jatah paling banyak yaitu 11 ribu dosis. Sementara daerah lain di sekitar Karesidenan Pati-Grobogan rata-rata hanya tiga ribu dosis.

Jawa Tengah Tengah mendapat jatah 75 ribu vaksin. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mengunjungi vaksinasi sapi ke Desa Jepangrejo, Blora, kemarin (27/6).

”Blora mendapatkan jatah terbanyak 11 ribu. Vaksinasi sudah dimulai hari ini (kemarin, Red) setelah kami kirim ke Blora,” Ucap Gus Yasin- sapaan akrab Taj Yasin Maimoen itu.

Alasan mendapat jatah terbanyak, lanjut Gus Yasin, karena Kabupaten Blora tenaga medisnya relatif lebih siap.

Selain tenaga medis hewan yang siap, alasan lain karena populasi sapi di Kota Sate itu terbanyak di Jawa Tengah, yaitu mencapai 278 ribu.

Kunjungan Gus Wagub juga menjadi pertanda dimulainya vaksinasi di Kabupaten Blora. Dalam kunjungan itu dia didampingi Bupati Blora Arief Rohman, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng  Agus Wariyanto; dan Kabid Keswan DP4 Tejo Yuwono melaunching penyuntikan vaksin PMK untuk ternak sapi di Blora kemarin (27/6).

Kemarin, dia menjadi orang yang pertama menyuntikkan vaksin di Blora. Penyuntikan itu dilakukan di Desa Jepangrejo, Blora. Setelah kunjungan ke Lilik Yuliantoro.

”Karena kemarin vaksin belum turun, ada inovasi dari peternak untuk mengatasinya. Yakni membuat ramuan dari bahan alami. Seperti yang dilakukan Mas Lilik ini,” Ucapnya.

Baca Juga :  Peringati Hari Ibu dengan Tumpengan dan Pemberian Reward

Ramuan itu terdiri binahong, kunyit, yodium, mengkudu, jahe, dan lain-lain. Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar memperhatikan kesehatan ternak saat akan menjualnya. ”Bagi masyarakat yang mau menjual hewan ternaknya, tolong diperhatikan dulu. Ada gejalanya nggak. Nanti dilaporkan ke dinas terkait. Supaya lebih aman lagi. Kita bareng-bareng jaga,” jelas Gus Wagub.

Data per Minggu (26/2) jumlah kasus di Blora 1.690 ekor. Sembuh 769 ekor.

Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan terima kasih kepada Gus Wagub Jateng dan Dinas Peternakan Keswan Jateng yang telah berkenan datang ke Blora melakukan vaksinasi PMK pada sapi.

Matur nuwun Gus Taj Yasin dan Pak Kadis Peternakan Keswan Jateng. Vaksin yang kami terima ini, langsung akan kami salurkan ke desa-desa yang rawan PMK. Petugas kami siap, para dokter hewan juga siap. Kemarin mahasiswa kedokteran hewan Unair Surabaya juga dua hari di Blora membantu penanganan PMK ini,” ungkap Bupati Arief.

Bupati juga meminta kepada masyarakat yang menjumpai gejala PMK untuk langsung melaporkan ke dinas terkait, DP4. Selain itu, Mas Arief -sapaan akrab bupati Blora- juga mengimbau kepada peternak agar terus menjaga kebersihan kendang. Selain itu, dia juga meminta agar penyemprotan desinfektan dilakukan secara berkala. (cha/lin)


Most Read

Artikel Terbaru

/