alexametrics
30.5 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Manfaatkan Energi Terbarukan, Bendungan Randugunting Dipasangi Solar Panel

BLORA – Bendungan Randugunting, Blora, akan dipasangi solar panel tahun ini. Saat ini solar panel dalam desain.

Penambahan solar panel ini atas perintah Presiden Joko Widodo belum lama ini. Program itu untuk mendukung penambahan fasilitas energi terbarukan.

”Saat itu pak presiden ke sini bersama pak menteri. Kami ditugaskan  menambah energi terbarukan,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan I Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juana Wahyu Apriyoga.


Terkait dengan penambahan fasilitas tersebut, Wahyu menjelaskan desain solar panel merupakan tahap pertama. Tahap kedua berupa pelaksanaan tambahan fasilitas pendukung bangunan dan solar panel.

Proyek ini diperkirakan akan selesai sekitar November mendatang.

”Ya maksimal, target kami, di 7 November 2022. Sesuai kontrak,” katanya.

Progres pembangunan solar panel saat ini sedang tahap penyelesaian tahap pertama. Ada sejumlah item pekerjaan untuk bangunan bendungan utama.

Sehingga, serah terima tahap pertama nantinya untuk bangunan bendungan utama. Tahap pertama rencana diselesaikan pada akhir bulan ini.

Ia menambahkan, saat ini telah masuk dalam tahap penyelesaian. Nantinya akan ada tambahan beberapa item untuk bangunan utama. ”Kami serah terimakan tahap pertama untuk bangunan-bangunan bendungan utama,” katanya.

Baca Juga :  Dua Ranperda dan Propemperda 2022 Disetujui Jadi Perda

Selanjutnya pihaknya berharap elevasi air bisa tercapai. Kemudian setelah itu akan disurutkan untuk mengetahui stabilitas bendungan.

Untuk elevasi saat ini berada tinggi 90,5 meter dengan volume 5,51 juta meter kubik. Apabila 94,27 meter mencapai 8,61 juta meter kubik. Lebih tinggi lagi, jika elevasi di angka 96,5 meter, maka volume air berada di 14,42 juta meter kubik.

Sesuai dengan panduan, ia menjelaskan, air harus sampai 94,27 meter setelah itu baru dibuka secara perlahan.

Setelah selesai kontrak pada 7 November mendatang, akan ada serah terima dari kontraktor kepada pengelola. Setelah itu, juga akan ada masa pemeliharaan selama satu tahun.

”Dari masa PHO (provisional hand over) nanti ada masa pemeliharaan satu tahun. Setelah itu sampai ke masa FHO (final hand over). Setelah itu, selanjutnya, akan diserahterimakan ke pengelola,” jelasnya. (vah/zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

BLORA – Bendungan Randugunting, Blora, akan dipasangi solar panel tahun ini. Saat ini solar panel dalam desain.

Penambahan solar panel ini atas perintah Presiden Joko Widodo belum lama ini. Program itu untuk mendukung penambahan fasilitas energi terbarukan.

”Saat itu pak presiden ke sini bersama pak menteri. Kami ditugaskan  menambah energi terbarukan,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan I Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juana Wahyu Apriyoga.

Terkait dengan penambahan fasilitas tersebut, Wahyu menjelaskan desain solar panel merupakan tahap pertama. Tahap kedua berupa pelaksanaan tambahan fasilitas pendukung bangunan dan solar panel.

Proyek ini diperkirakan akan selesai sekitar November mendatang.

”Ya maksimal, target kami, di 7 November 2022. Sesuai kontrak,” katanya.

Progres pembangunan solar panel saat ini sedang tahap penyelesaian tahap pertama. Ada sejumlah item pekerjaan untuk bangunan bendungan utama.

Sehingga, serah terima tahap pertama nantinya untuk bangunan bendungan utama. Tahap pertama rencana diselesaikan pada akhir bulan ini.

Ia menambahkan, saat ini telah masuk dalam tahap penyelesaian. Nantinya akan ada tambahan beberapa item untuk bangunan utama. ”Kami serah terimakan tahap pertama untuk bangunan-bangunan bendungan utama,” katanya.

Baca Juga :  Lagi PPKM Darurat, Anggota DPRD Blora malah Kunker

Selanjutnya pihaknya berharap elevasi air bisa tercapai. Kemudian setelah itu akan disurutkan untuk mengetahui stabilitas bendungan.

Untuk elevasi saat ini berada tinggi 90,5 meter dengan volume 5,51 juta meter kubik. Apabila 94,27 meter mencapai 8,61 juta meter kubik. Lebih tinggi lagi, jika elevasi di angka 96,5 meter, maka volume air berada di 14,42 juta meter kubik.

Sesuai dengan panduan, ia menjelaskan, air harus sampai 94,27 meter setelah itu baru dibuka secara perlahan.

Setelah selesai kontrak pada 7 November mendatang, akan ada serah terima dari kontraktor kepada pengelola. Setelah itu, juga akan ada masa pemeliharaan selama satu tahun.

”Dari masa PHO (provisional hand over) nanti ada masa pemeliharaan satu tahun. Setelah itu sampai ke masa FHO (final hand over). Setelah itu, selanjutnya, akan diserahterimakan ke pengelola,” jelasnya. (vah/zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/