alexametrics
28 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

HUT ke-272 Blora, Pusaka Kiai Bisma Dikirab hingga Dini Hari

BLORA Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke 272 Kabupaten Blora rupanya masih berlanjut. Pada Sabtu dini hari (25/12), tepat pukul 00.00 hingga 01.00, dilaksanakan kirab pusaka peninggalan leluhur Kadipaten Blora. Yaitu berupa Keris Kiai Bisma yang sebelumnya telah dibersihkan atau dijamas.

Bertindak sebagai cucuk lampah adalah Kepala Dinporabudpar, Kunto Aji. Sementara pembawa Keris Kyai Bisma adalah Sekda Komang Gede Irawadi. Semua peserta kirab mengenakan busana pakaian adat jawa. Beskap warna hitam dan bawahan kain jarik batik. Serta penutup kepala berupa blangkon dan bermasker. Peserta kirab adalah laki-laki. Dipimpin langsung oleh Bupati Arief Rohman.

Tradisi atau ritual tahunan ini biasanya dilaksanakan setiap bulan Desember. Untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Blora. Sebelum dikirab, Keris Kyai Bisma diserahkan terlebih dahulu oleh bupati kepada Sekda. Kirab dimulai dari Pendopo Rumah Dinas Bupati dengan rute temu gelang.


Yakni keluar regol Pendopo menuju jalan RA Kartini – jalan Dr. Sutomo – jalan Gunung Sumbing – jalan Pemuda – jalan Sumodarsono – jalan Kenanga – jalan MR Iskandar – jalan Gatot Subroto – jalan KH Ahmad Dahlan – jalan Abu Umar – dan kembali ke Pendopo Rumah Dinas Bupati. Peserta kirab terdiri dari komunitas tosan aji pandemen pusaka, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Se-Kabupaten Blora, perwakilan Lurah, Permadani, dan para paraga Kirab, serta pengamanan dari Satpol PP.

Baca Juga :  Usai Jalan Kaki Kunduran-Blora Kota, Guru-Pegawai Honorer Dapat SK

“Alhamdulillah meskipun sempat tertunda beberapa hari, akhirnya Kirab Pusaka bisa kita laksanakan. Selama berjalan tadi, kita tidak boleh bicara. Semuanya melakukan tapa bisu sambil berdoa dan bersholawat dalam hati agar kedepan Blora semakin baik lagi, dan sejahtera masyarakatnya,” ungkap Bupati Arief usai mengikuti Kirab.

Menurutnya, ini merupakan bentuk pelestarian budaya lokal Kabupaten Blora yang rutin dilaksanakan setiap tahun. “Ini sebagai wujud pelestarian budaya leluhur Kabupaten Blora. Keris Kyai Bisma merupakan pusaka peninggalan Bupati Blora terdahulu yang diwariskan turun temurun kepada Bupati selanjutnya,” tambahnya.

Usai dikirab, Keris Kyai Bisma yang dipasangi untaian bunga melati. Serta kembali disimpan di dalam ruangan rumah Dinas Bupati.

Sementara itu, Andre, salah satu warga mengaku, ini merupakan tradisi yang mulai langka. “Ternyata di Blora masih ada dan dilestarikan. Kami lihat ini tadi rasanya seperti ada di Solo atau Yogyakarta. Keren Blora masih mempertahankan tradisi budaya leluhurnya. Semoga kedepan bisa dikemas lebih baik lagi ketika pandemi sudah normal. Agar bisa menjadi daya tarik wisata budaya,” jelasnya. (sub/him)






Reporter: Subekan

BLORA Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke 272 Kabupaten Blora rupanya masih berlanjut. Pada Sabtu dini hari (25/12), tepat pukul 00.00 hingga 01.00, dilaksanakan kirab pusaka peninggalan leluhur Kadipaten Blora. Yaitu berupa Keris Kiai Bisma yang sebelumnya telah dibersihkan atau dijamas.

Bertindak sebagai cucuk lampah adalah Kepala Dinporabudpar, Kunto Aji. Sementara pembawa Keris Kyai Bisma adalah Sekda Komang Gede Irawadi. Semua peserta kirab mengenakan busana pakaian adat jawa. Beskap warna hitam dan bawahan kain jarik batik. Serta penutup kepala berupa blangkon dan bermasker. Peserta kirab adalah laki-laki. Dipimpin langsung oleh Bupati Arief Rohman.

Tradisi atau ritual tahunan ini biasanya dilaksanakan setiap bulan Desember. Untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Blora. Sebelum dikirab, Keris Kyai Bisma diserahkan terlebih dahulu oleh bupati kepada Sekda. Kirab dimulai dari Pendopo Rumah Dinas Bupati dengan rute temu gelang.

Yakni keluar regol Pendopo menuju jalan RA Kartini – jalan Dr. Sutomo – jalan Gunung Sumbing – jalan Pemuda – jalan Sumodarsono – jalan Kenanga – jalan MR Iskandar – jalan Gatot Subroto – jalan KH Ahmad Dahlan – jalan Abu Umar – dan kembali ke Pendopo Rumah Dinas Bupati. Peserta kirab terdiri dari komunitas tosan aji pandemen pusaka, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Se-Kabupaten Blora, perwakilan Lurah, Permadani, dan para paraga Kirab, serta pengamanan dari Satpol PP.

Baca Juga :  Desa Pengkoljagong Blora Jadi Kampung Pancasila Pertama di Jateng

“Alhamdulillah meskipun sempat tertunda beberapa hari, akhirnya Kirab Pusaka bisa kita laksanakan. Selama berjalan tadi, kita tidak boleh bicara. Semuanya melakukan tapa bisu sambil berdoa dan bersholawat dalam hati agar kedepan Blora semakin baik lagi, dan sejahtera masyarakatnya,” ungkap Bupati Arief usai mengikuti Kirab.

Menurutnya, ini merupakan bentuk pelestarian budaya lokal Kabupaten Blora yang rutin dilaksanakan setiap tahun. “Ini sebagai wujud pelestarian budaya leluhur Kabupaten Blora. Keris Kyai Bisma merupakan pusaka peninggalan Bupati Blora terdahulu yang diwariskan turun temurun kepada Bupati selanjutnya,” tambahnya.

Usai dikirab, Keris Kyai Bisma yang dipasangi untaian bunga melati. Serta kembali disimpan di dalam ruangan rumah Dinas Bupati.

Sementara itu, Andre, salah satu warga mengaku, ini merupakan tradisi yang mulai langka. “Ternyata di Blora masih ada dan dilestarikan. Kami lihat ini tadi rasanya seperti ada di Solo atau Yogyakarta. Keren Blora masih mempertahankan tradisi budaya leluhurnya. Semoga kedepan bisa dikemas lebih baik lagi ketika pandemi sudah normal. Agar bisa menjadi daya tarik wisata budaya,” jelasnya. (sub/him)






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/