25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Kepala Kemenag Grobogan Imron Rosyidi Meninggal Gantung Diri: Motif Belum Diketahui

BLORA – Kabar mengejutkan datang dari Desa Mojorembun, Kradenan, Blora. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Grobogan Imron Rosyidi meninggal dunia dengan cara gantung diri. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi motif almarhum hingga mengakhiri hidupnya dengan cara tersebut.

Dari informasi yang wartawan dapatkan, kejadian berlangsung sekitar pukul 18.00 di samping rumah Imron. Sebelumnya, dia sempat menghadiri kondangan ke rumah tetangga. Saat istrinya akan mengajak salat berjamaah, justru kaget saat melihat sang suami sudah tergantung di tali berwarna oranye.

Saat Jawa Pos Radar Kudus menuju lokasi Senin (26/9), tampak beberapa mobil pelat merah dengan nomor polisi (nopol) Grobogan keluar dari arah jalan menuju rumah Imron. Beberapa peziarah dari Pati juga hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhirnya.


Menurut informasi, jenazah dimakamkan sekitar pukul 10.00 di pemakaman setempat. Beberapa saat kemudian, lantunan tahlil masih menggema. Para peziarah masih terus berdatangan ke rumah duka.

Belasan karangan bunga juga berjajar di depan rumah duka. Diletakkan di sisi kanan dan sisi kiri gerbang masuk rumah.  Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Bupati dan Wakil Bupati Blora, beberapa anggota DPR RI, anggota DPRD, juga dari beberapa partai politik dan berbagai unsur lainnya.

Baca Juga :  Bupati Sri Sumarni Ajak Pelaku UMKM Bisa Ikut Asuransi Usaha

Saat akan dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus, beberapa orang dekat almarhum tidak bersedia dimintai keterangan. Sementara itu, Kapolsek Kradenan AKP Lilik Eko Sukaryono mengatakan, saat ini masih proses mendalami saksi-saksi.

“Baru pemeriksaan. Baru selesai prosesi pemakaman. Istrinya semalam masih syok,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Pada malam hari paska kematian itu, pihak kepolisian, koramil, satpol PP, serta tim medis dari Puskesmas setempat. “Dari pemeriksaan medis, tidak diketemukan bekas luka. Dan kesimpulan dari medis murni bunuh diri,” jelasnya.

Menurut warga yang tidak ingin disebutkan namanya, Imron secara ekonomi termasuk orang yang berkecukupan. Rumahnya dua lantai dengan bangunan cukup mewah yang dilengkapi sarang burung walet. Sehingga motif ekonomi menurutnya kurang memungkinkan.

Sedangkan menurut warga lainnya, tak ingi disebut namanya, beberapa saudara berprofesi sebagai penghulu di beberapa kecamatan yang ada di Blora. Secara sosial almarhum dan keluarga adalah orang terpandang. Almarhum pergi meninggalkan seorang istri, dua putri dan satu putra serta seorang cucu. (cha/him)






Reporter: Ahmad Zaimul Chanief

BLORA – Kabar mengejutkan datang dari Desa Mojorembun, Kradenan, Blora. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Grobogan Imron Rosyidi meninggal dunia dengan cara gantung diri. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi motif almarhum hingga mengakhiri hidupnya dengan cara tersebut.

Dari informasi yang wartawan dapatkan, kejadian berlangsung sekitar pukul 18.00 di samping rumah Imron. Sebelumnya, dia sempat menghadiri kondangan ke rumah tetangga. Saat istrinya akan mengajak salat berjamaah, justru kaget saat melihat sang suami sudah tergantung di tali berwarna oranye.

Saat Jawa Pos Radar Kudus menuju lokasi Senin (26/9), tampak beberapa mobil pelat merah dengan nomor polisi (nopol) Grobogan keluar dari arah jalan menuju rumah Imron. Beberapa peziarah dari Pati juga hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhirnya.

Menurut informasi, jenazah dimakamkan sekitar pukul 10.00 di pemakaman setempat. Beberapa saat kemudian, lantunan tahlil masih menggema. Para peziarah masih terus berdatangan ke rumah duka.

Belasan karangan bunga juga berjajar di depan rumah duka. Diletakkan di sisi kanan dan sisi kiri gerbang masuk rumah.  Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Bupati dan Wakil Bupati Blora, beberapa anggota DPR RI, anggota DPRD, juga dari beberapa partai politik dan berbagai unsur lainnya.

Baca Juga :  Polri bakal Bangun RS Bhayangkara di Blora

Saat akan dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus, beberapa orang dekat almarhum tidak bersedia dimintai keterangan. Sementara itu, Kapolsek Kradenan AKP Lilik Eko Sukaryono mengatakan, saat ini masih proses mendalami saksi-saksi.

“Baru pemeriksaan. Baru selesai prosesi pemakaman. Istrinya semalam masih syok,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Pada malam hari paska kematian itu, pihak kepolisian, koramil, satpol PP, serta tim medis dari Puskesmas setempat. “Dari pemeriksaan medis, tidak diketemukan bekas luka. Dan kesimpulan dari medis murni bunuh diri,” jelasnya.

Menurut warga yang tidak ingin disebutkan namanya, Imron secara ekonomi termasuk orang yang berkecukupan. Rumahnya dua lantai dengan bangunan cukup mewah yang dilengkapi sarang burung walet. Sehingga motif ekonomi menurutnya kurang memungkinkan.

Sedangkan menurut warga lainnya, tak ingi disebut namanya, beberapa saudara berprofesi sebagai penghulu di beberapa kecamatan yang ada di Blora. Secara sosial almarhum dan keluarga adalah orang terpandang. Almarhum pergi meninggalkan seorang istri, dua putri dan satu putra serta seorang cucu. (cha/him)






Reporter: Ahmad Zaimul Chanief

Most Read

Artikel Terbaru

/