alexametrics
31 C
Kudus
Saturday, June 4, 2022

Pemkab Blora Tambah Pasukan untuk Berantas Stunting di 34 Desa

BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menambah pasukan pemberantas stunting. Saat ini ada 34 desa menjadi Fokus stunting.

Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan, Blora merupakan salah satu kabupaten fokus stunting di Jawa Tengah. Tahun ini, ada 34 desa yang ditetapkan menjadi prioritas penanganan stunting.

Meski demikian, jika melihat data kasus stunting di Kota Sate mengalami penurunan. Pada 2019, tercatat  31,67 persen. Jumlah itu menurun pada tahun 2021menjadi 21,5 persen.”Alhamdulillah mengalami penurunan sebesar 10,17 persen,” ungkapnya.


Sementara, menuju Blora New Zero Stunting, lanjut Arief, Pemkab Blora . Memiliki berbagai program inovasi. Salah satunya sinergi dengan program dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada.

Arief Rohman juga mengajak Poltekkes Kemenkes RI Semarang untuk membantu dalam mengurai berbagai permasalahan yang ada di Blora.

Hal itu ia sampaikan saat mengisi Orasi Ilmiah dalam acara Wisuda ke-107 Poltekes Kemenkes di Semarang, Kemarin (25/5). Sebelumnya, Pemkab juga menjalin kerja sama.  Selain itu, Pemkab juga memberikan hibah tanah untuk mendukung pembangunan kampus di Blora seluas 3,05 hektare pada 2018 kemarin.“Kampusnya sudah dibangun dan tadi sudah diresmikan oleh Bu Dirjen,” katanya..

Baca Juga :  Bupati Blora Sidak Absensi ASN usai Libur Lebaran, Ini Temuannya

Arief berharap nantinya alumni dari Poltekkes Kemenkes Semarang dapat mendukung kebutuhan tenaga kesehatan baik di Blora maupun sekitarnya. ” Ke depan kami tentunya membutuhkan dukungan dari Poltekkes terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” imbuhnya.

Dirjen Tenaga Kesehatan Ariyanti Anaya mengapresiasi kepada pemkab atas dukungan dan kerja sama dengan Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang. Ia berharap tenaga kesehatan nantinya dapat diserap  untuk mengisi kebutuhan di Puskesmas maupun rumah sakit.

“Kami berharap Pak Bupati dan Pak Kadis agar penyerapan dari tenaga kesehatan yang dihasilkan oleh Poltekkes ini bisa segera dimanfaatkan juga oleh dinas-dinas kesehatan,” ujarnya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menambah pasukan pemberantas stunting. Saat ini ada 34 desa menjadi Fokus stunting.

Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan, Blora merupakan salah satu kabupaten fokus stunting di Jawa Tengah. Tahun ini, ada 34 desa yang ditetapkan menjadi prioritas penanganan stunting.

Meski demikian, jika melihat data kasus stunting di Kota Sate mengalami penurunan. Pada 2019, tercatat  31,67 persen. Jumlah itu menurun pada tahun 2021menjadi 21,5 persen.”Alhamdulillah mengalami penurunan sebesar 10,17 persen,” ungkapnya.

Sementara, menuju Blora New Zero Stunting, lanjut Arief, Pemkab Blora . Memiliki berbagai program inovasi. Salah satunya sinergi dengan program dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada.

Arief Rohman juga mengajak Poltekkes Kemenkes RI Semarang untuk membantu dalam mengurai berbagai permasalahan yang ada di Blora.

Hal itu ia sampaikan saat mengisi Orasi Ilmiah dalam acara Wisuda ke-107 Poltekes Kemenkes di Semarang, Kemarin (25/5). Sebelumnya, Pemkab juga menjalin kerja sama.  Selain itu, Pemkab juga memberikan hibah tanah untuk mendukung pembangunan kampus di Blora seluas 3,05 hektare pada 2018 kemarin.“Kampusnya sudah dibangun dan tadi sudah diresmikan oleh Bu Dirjen,” katanya..

Baca Juga :  Duh! Oknum GTT di Blora Sengaja Manipulasi Data agar Lolos Seleksi P3K

Arief berharap nantinya alumni dari Poltekkes Kemenkes Semarang dapat mendukung kebutuhan tenaga kesehatan baik di Blora maupun sekitarnya. ” Ke depan kami tentunya membutuhkan dukungan dari Poltekkes terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” imbuhnya.

Dirjen Tenaga Kesehatan Ariyanti Anaya mengapresiasi kepada pemkab atas dukungan dan kerja sama dengan Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang. Ia berharap tenaga kesehatan nantinya dapat diserap  untuk mengisi kebutuhan di Puskesmas maupun rumah sakit.

“Kami berharap Pak Bupati dan Pak Kadis agar penyerapan dari tenaga kesehatan yang dihasilkan oleh Poltekkes ini bisa segera dimanfaatkan juga oleh dinas-dinas kesehatan,” ujarnya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/