alexametrics
31 C
Kudus
Saturday, June 4, 2022

Jemput Bola Sasar Pendataan Enam Ribu Difabel

BLORA – Sebagian besar difabel di Blora belum mengantongi data kependudukan. Saat ini, Pemkab bertahap mulai melakukan perekaman biodata untuk mengklasifikasi jenis disabilitas.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora Indah Purwaningsih menyampaikan, terkait data kependudukan disabilitas, menurutnya banyak difabel yang belum memiliki administrasi kependudukan. Salah satu faktornya karena belum didaftarkan oleh orang tua.

Sehingga, pihaknya berharap ada pendataan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Blora. Melalui dokumen tersebut bisa menjadi langkah awal agar disabilitas bisa mendapatkan hak-hak mereka.


Selain Disabilitas, diharapkan juga ada pendataan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Menurutnya, ODGJ juga bisa dilakukan pendataan.

“Kami juga harus turun ke lapangan. Kami sampaikan ke Pak Camat. kecamatan itu ada gak sih desa-desa ada disabilitas terutama ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa),” jelasnya.

Sementara jumlah disabilitas yang terdata oleh Dinsos P3A 489 orang yang sudah terklasifikasi jenis kedisabilitasannya. Namun jumlah secara keseluruhan di Blora ada sekitar 6.600. Mereka belum terdata.

Baca Juga :  Persiapan Pemilu 2024, Pemilih Pemula di Grobogan Mulai Rekam E-KTP

“Kami bersinergi agar yang 6.600 ini terdeteksi kedisabilitasannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dindukcapil Blora Djoko Sulistiyono menyampaikan, pihaknya telah mencanangkan pendataan difabel. Di Blora sendiri, kata Djoko, pihaknya telah mulai bergerak melakukan perekaman dokumen kependudukan sejak tanggal 17 Mei kemarin. “Kemarin kami ke SLB (Sekolah Luar Biasa),” jelasnya.

Pendataan itu meliputi biodata, yang mencantumkan jenis disabilitas, Kartu Identitas Anak (KIA), dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). kia, dan ktp. Dibiodata dicantumkan jenis difabel. Hingga kemarin (25/5), sudah menyasar di lima Sekolah Luar Biasa (SLB). Sudah ada 486 siswa yang didata.

Sementara itu, terkait dengan ODGJ, sementara pendataan dilakukan sesuai permintaan dari pihak keluarga. “Kami merespons permintaan keluarga,” imbuhnya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

BLORA – Sebagian besar difabel di Blora belum mengantongi data kependudukan. Saat ini, Pemkab bertahap mulai melakukan perekaman biodata untuk mengklasifikasi jenis disabilitas.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora Indah Purwaningsih menyampaikan, terkait data kependudukan disabilitas, menurutnya banyak difabel yang belum memiliki administrasi kependudukan. Salah satu faktornya karena belum didaftarkan oleh orang tua.

Sehingga, pihaknya berharap ada pendataan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Blora. Melalui dokumen tersebut bisa menjadi langkah awal agar disabilitas bisa mendapatkan hak-hak mereka.

Selain Disabilitas, diharapkan juga ada pendataan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Menurutnya, ODGJ juga bisa dilakukan pendataan.

“Kami juga harus turun ke lapangan. Kami sampaikan ke Pak Camat. kecamatan itu ada gak sih desa-desa ada disabilitas terutama ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa),” jelasnya.

Sementara jumlah disabilitas yang terdata oleh Dinsos P3A 489 orang yang sudah terklasifikasi jenis kedisabilitasannya. Namun jumlah secara keseluruhan di Blora ada sekitar 6.600. Mereka belum terdata.

Baca Juga :  Sempat Kabur, Pelaku Tabrak Lari di Blora Akhirnya Menyerahkan Diri

“Kami bersinergi agar yang 6.600 ini terdeteksi kedisabilitasannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dindukcapil Blora Djoko Sulistiyono menyampaikan, pihaknya telah mencanangkan pendataan difabel. Di Blora sendiri, kata Djoko, pihaknya telah mulai bergerak melakukan perekaman dokumen kependudukan sejak tanggal 17 Mei kemarin. “Kemarin kami ke SLB (Sekolah Luar Biasa),” jelasnya.

Pendataan itu meliputi biodata, yang mencantumkan jenis disabilitas, Kartu Identitas Anak (KIA), dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). kia, dan ktp. Dibiodata dicantumkan jenis difabel. Hingga kemarin (25/5), sudah menyasar di lima Sekolah Luar Biasa (SLB). Sudah ada 486 siswa yang didata.

Sementara itu, terkait dengan ODGJ, sementara pendataan dilakukan sesuai permintaan dari pihak keluarga. “Kami merespons permintaan keluarga,” imbuhnya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/