alexametrics
25.9 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Bersama Dua Terdakwa Lain

Dugaan Pungli, Mantan Kadin Dindagkop Blora Dituntut 4,5 Tahun Penjara

BLORA – Tiga terdakwa kasus pungli di Pasar Cepu dituntut 4 tahun 6 bulan kurungan penjara. Mereka adalah Sarmidi, Mantan Kepala Dinas Dindaqkop dan UMKM Kabupaten Blora; Warso, mantan Kabid Pasar Dindaqkop dan UMKM Kabupaten Blora, dan Sofaat, mantan Kepala UPT Pasar Cepu yang sudah pensiun.

Kejaksaan Negeri Blora telah menahan tiga tersangka kasus dugaan jual beli kios Pasar Induk Cepu itu. Saat ini ketiganya dititipkan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Blora.

Mereka dijerat dengan pasal berlapis. Mulai Pasal 12 huruf E UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP, juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Selanjutnya, Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 20  tahun 2001 Tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Serta, Pasal 3 Undang-Undang RI  Nomor 31 tahun 99 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 99 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Baca Juga :  Awas! Penipu Catut Nama Wakil Bupati Blora

Untuk Sarmidi dan Warso saat ini sudah diberhentikan sementara. Meski dibebastugaskan dari jabatannya, Warso dan Sarmidi tetap mendapat separo haknya. Yaitu 50 persen gaji dari penghasilan terakhir yang diterima.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Blora Karyono mengaku, tiga terdakwa dituntut pasal 12 uruf e UU Tipikor. Yaitu pidana penjara masing-masing 4 tahun 6 bulan. “Untuk barang bukti uang kompensasi Rp 865 juta kembali ke pedagang,” tegasnya.

Pertimbangannya, seorang aparatur sipil negara tidak bisa memberikan contoh yang baik. Dia berharap, majelis hakim mengabulkan tuntutan JPU. Sebab fakta sangat jelas. “Secara kasat mata jelas sekali terbukti. Tapi itu kewenangan pengadilan,” jelasnya. (sub/war)

BLORA – Tiga terdakwa kasus pungli di Pasar Cepu dituntut 4 tahun 6 bulan kurungan penjara. Mereka adalah Sarmidi, Mantan Kepala Dinas Dindaqkop dan UMKM Kabupaten Blora; Warso, mantan Kabid Pasar Dindaqkop dan UMKM Kabupaten Blora, dan Sofaat, mantan Kepala UPT Pasar Cepu yang sudah pensiun.

Kejaksaan Negeri Blora telah menahan tiga tersangka kasus dugaan jual beli kios Pasar Induk Cepu itu. Saat ini ketiganya dititipkan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Blora.

Mereka dijerat dengan pasal berlapis. Mulai Pasal 12 huruf E UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP, juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Selanjutnya, Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 20  tahun 2001 Tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Serta, Pasal 3 Undang-Undang RI  Nomor 31 tahun 99 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 99 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Baca Juga :  “Mahar” Seleksi Perangkat Desa Susah Dibuktikan

Untuk Sarmidi dan Warso saat ini sudah diberhentikan sementara. Meski dibebastugaskan dari jabatannya, Warso dan Sarmidi tetap mendapat separo haknya. Yaitu 50 persen gaji dari penghasilan terakhir yang diterima.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Blora Karyono mengaku, tiga terdakwa dituntut pasal 12 uruf e UU Tipikor. Yaitu pidana penjara masing-masing 4 tahun 6 bulan. “Untuk barang bukti uang kompensasi Rp 865 juta kembali ke pedagang,” tegasnya.

Pertimbangannya, seorang aparatur sipil negara tidak bisa memberikan contoh yang baik. Dia berharap, majelis hakim mengabulkan tuntutan JPU. Sebab fakta sangat jelas. “Secara kasat mata jelas sekali terbukti. Tapi itu kewenangan pengadilan,” jelasnya. (sub/war)

Most Read

Artikel Terbaru

/