Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IPHI Dan Jalan Pulang Islah: Dari Perbedaan Kepengurusan Menuju Satu Persaudaraan

A
Penulis: Ali Mustofa❯
Mahbub Djunaidi
Mahbub Djunaidi

Advertisement

 

Oleh: A. Mahbub Djunaidi, Sekretaris IPHI Kabupaten Blora.

Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) sesungguhnya mempunyai modal yang sangat besar: persaudaraan. Namanya sendiri sudah menegaskan itu.

Advertisement

IPHI bukan sekadar organisasi yang menghimpun orang-orang yang pernah menunaikan ibadah haji.

Ia membawa pesan moral bahwa pengalaman spiritual di Tanah Suci semestinya melahirkan persaudaraan, kepedulian sosial, pengabdian, dan kemabruran yang terus hidup setelah seseorang kembali ke tanah air.

Karena itu, ketika organisasi ini menghadapi perbedaan kepengurusan yang berlangsung bertahun-tahun, persoalannya menjadi lebih dari sekadar urusan organisasi.

Advertisement

Ada pertanyaan yang lebih mendasar: mampukah orang-orang yang pernah dipanggil sebagai tamu Allah menemukan kembali jalan persaudaraan?

Pertanyaan itulah yang terasa semakin relevan menjelang dan pada momentum Muktamar VIII IPHI September 2026.

Membaca Kembali Pangkal Persoalan

Persoalan kepengurusan IPHI tidak muncul tiba-tiba pada 2026. Salah satu titik pentingnya adalah Muktamar VII pada 2021.

Advertisement

Artikel Terkait

Gedung Berdiri, indikator Kemabruran Haji 

Gedung Berdiri, indikator Kemabruran Haji 

Haji mabrur bukanlah sekadar gelar sosial yang melekat di depan nama. Kemabruran semestinya tercermin dalam perilaku.

Bukan Sekedar Menjalankan Operasionan, BRI Rembang Hadir dengan Sepenuh Hati untuk Melayani Nasabah

Bukan Sekedar Menjalankan Operasionan, BRI Rembang Hadir dengan Sepenuh Hati untuk Melayani Nasabah

Hari Jumat tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain.

Belajar dari Benyamin S Award: Membangun Daerah Tanpa Selalu Bergantung pada APBD

Belajar dari Benyamin S Award: Membangun Daerah Tanpa Selalu Bergantung pada APBD

Benyamin S Award diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta melalui Biro Kerja Sama Daerah. Memasuki tahun kedua pada 2026, sebanyak 52 kelurahan mengikuti seleksi hingga terpilih 10 finalis yang menjalani penjurian akhir.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer